Yuga Labs Diisukan Akan Jual Tanah Virtual di Metaverse Buatannya

16 Maret 2022, 22:03 WIB
Diperbarui oleh Lynn Wang
17 Maret 2022, 02:28 WIB
Ringkasan
  • Sebuah penggalan dokumen pitch deck dari Yuga Labs menyebar di Twitter.
  • Di dalamnya tertera rencana Yuga Labs ingin membuat metaverse yang terdiri dari 200.000 plot tanah virtual.
  • Rupanya, dokumen tersebut sudah kedaluarsa dan diragukan keabsahannya.

Yuga Labs dirumorkan berencana menjual lahan virtual di metaverse untuk mendanai proyek pembangunan game buatannya.

Berita mengejutkan kembali datang dari Yuga Labs. Kreator koleksi NFT terkenal Bored Ape Yacht Club ini diduga berencana akan menjual lahan virtual di metaverse. Bocoran mengenai berita tersebut dibagikan oleh sebuah akun Twitter @KingBlackBored. Ia mengunggah beberapa foto berisi penggalan dokumen Yuga Investor Deck. Dalam foto tersebut tertera informasi terkait rencana Yuga Labs akan menjual 200.000 plot tanah di metaverse.

“Rekamannya bocor, belum dikonfirmasi tapi sepertinya akurat” tulis akun @KingBlackBored di Twitter.

Rencana Penjualan Lahan

Menurut cuitan @KingBlackBored, proses penjualan tanah virtual ini akan terbagi menjadi 2 periode, yaitu pada bulan Maret dan Agustus tahun ini. Yuga Labs akan menjual 100.000 plot tanah pada periode pertama. Tujuh puluh ribu di antaranya akan di jual ke publik. Sementara, 30.000 plot lagi akan digunakan untuk BAYC/MAYC. Mereka berharap bisa mengumpulkan dana setidaknya US$178 juta melalui penjualan tersebut. Sisa 100.000 plot lainnya akan dijual ke publik pada periode kedua, yaitu di bulan Agustus 2022.

Sayang sekali, tidak lama setelah cuitan itu beredar, seorang pengguna Twitter lain dengan nama pengguna @hotlneblng_ mengunggah sebuah foto tangkapan layar berisi pesan salah satu co-founder BAYC, yaitu Garga. Dalam foto tersebut, Garga menuliskan melalui kanal Discord bahwa penggalan dokumen pitch deck yang beredar di Twitter adalah versi yang sudah kedaluarsa. Bahkan, Garga menambahkan bahwa dirinya dan Gordon tak pernah melihat berkas tersebut.

Bekerja Sama dengan Animoca Brands

Sejak akhir tahun lalu, Yuga Labs dan Animoca Brands memang telah mengumumkan akan bekerja sama untuk membuat proyek terkait NFT, gaming, dan metaverse. Dengan posisi keduanya yang merupakan pemimpin di kategori industri masing-masing, tentu saja kolaborasi antara Yuga Labs dan Animoca Brands ini sangat dinantikan oleh para anggota komunitasnya.

Akun Twitter BAYC sempat menuliskan cuitan tentang sebuah situs yang memiliki alamat domain somethingisbrewing.xyz. Namun, masih belum ada informasi lebih lanjut terkait proyek itu sendiri. Di laman utamanya hanya ada pilihan untuk menghubungkan dengan dompet Metamask dan ajakan mengikut proses verifikasi KYC. Seperti yang bisa kita lihat pada gambar berikut, terdapat logo Yuga Labs dan Animoca Brands di bagian bawah laman. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa situs ini merupakan bagian dari proyek kolaborasi antara kedua perusahaan tersebut.

Tampilan Laman Utama somethingisbrewing.xyz
Tampilan laman utama situs somethingisbrewing.xyz | Sumber: somethingisbrewing.xyz

Sempat Diprotes karena Terapkan KYC

Namun, kehadiran situs ini ternyata bukannya malah mendapat apresiasi positif dari anggota komunitas. BAYC justru sempat diprotes habis-habisan akibat memberlakukan proses KYC pada proyek tersebut.

Banyak pihak merasa proses KYC ini tidak seharusnya diterapkan dalam proyek NFT. Terlebih lagi, identitas pribadi seseorang adalah sesuatu yang sangat rahasia dan cukup berisiko jika sampai bocor ke publik.

Aksi protes ini sempat berlangsung seharian penuh dan menjadi bahan pembicaraan di kalangan komunitas pegiat kripto. Menanggapi isu tersebut, pihak Animoca Brands akhirnya membuka suara.

Yat Siu yang merupakan salah satu pendiri Animoca Brands memberikan penjelasan melalui akun Twitter miliknya. Dalam sebuah utas, ia menjabarkan alasan mengapa KYC dianggap penting.

Yat Siu memaparkan bahwa KYC diwajibkan oleh hukum dalam transaksi keuangan serta menetapkan legitimasi pelanggan untuk mencegah pencurian identitas, pencucian uang, dan kejahatan keuangan lainnya. Pasalnya, bagaimanapun juga kehidupan dalam dunia maya akan terhubung dengan dunia nyata. Oleh sebab itu, ia mengimbau semua anggota komunitas agar wajib mematuhi peraturan yang berlaku.

Yat Siu juga menyampaikan bahwa ketidakpatuhan bisa mengakibatkan proyek mereka ditutup. Ia pun tidak segan mempersilakan kepada yang merasa tidak nyaman mengikuti proses KYC untuk tidak perlu ikut berpartisipasi dalam proyek yang akan segera dirilis ini.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.