Lihat lebih banyak

10 Raksasa Asal Jepang Berkumpul Pacu Pembangunan Zona Ekonomi Metaverse

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Sepuluh perusahaan raksasa yang bergerak di bidang teknologi dan keuangan asal Jepang sepakat untuk mengembangkan zona ekonomi metaverse Jepang.
  • Kesepuluh perusahaan tersebut baru saja menandatangani perjanjian untuk membangun infrastruktur metaverse terbuka, yang diberi nama Ryugukoku.
  • Adanya Ryugukoku diharapkan dapat menciptakan kerangka yang terbuka dan aman untuk melakukan autentifikasi identitas di bidang asuransi, pembayaran, dan infrastruktur data.
  • promo

Tidak ingin kehilangan momentum, 10 raksasa yang bergerak di bidang teknologi dan keuangan asal Jepang sepakat untuk mengembangkan zona ekonomi metaverse Jepang. Mereka adalah Sumitomo Mitsui Financial Group, JCB Co Ltd, Mizuho Financial Group, Mitsubishi UFJ Financial Group, Resona Holding, Sompo Japan insurance, Toppan Inc, Fujitsu, dan TBT Lab Inc. Kesepuluh perusahaan tersebut baru saja menandatangani perjanjian untuk membangun infrastruktur metaverse terbuka, yang diberi nama Ryugukoku.

Melihat cepatnya perkembangan digital exchange (DX) di Jepang menjadi pemantik bagi para raksasa ini untuk bersinergi dalam pengembangan ekosistem metaverse. Kolaborasi tersebut bakal mengintegrasikan teknologi dan layanan dari masing-masing perusahaan, termasuk gamification, financial technology, dan information and communication technology (ICT).

“Lewat metaverse terbuka, Ryugukoku memungkinkan interoperabilitas di antara berbagai platform metaverse,“ seperti dikutip dalam keterangan resmi.

Lebih lanjut dijelaskan, infrastruktur metaverse yang tengah digarap akan dikembangkan oleh JP Games, yakni perusahaan yang merupakan bagian dari TBT Labs.

Ryugukoku sendiri merupakan infrastruktur metaverse yang menggabungkan elemen-elemen dari role-playing game (RPG) yang menggunakan kerangka konstruksi metaverse Pegasus World Kit.

Adanya Ryugukoku diharapkan dapat menciptakan kerangka yang terbuka dan aman untuk melakukan autentifikasi identitas di bidang asuransi, pembayaran, dan infrastruktur data.

Masing-masing perusahaan memiliki perannya sendiri sesuai dengan kapabilitasnya. JCB akan bertindak sebagai penyedia layanan autentifikasi dan membangun digital twin untuk merchant. Kemudian, Mizuho akan menyediakan layanan pembayaran sekaligus berkolaborasi dengan digital exchange di tingkat regional. Sedangkan, Sumitomo Mitsui akan mendukung promosi gamifikasi serta pembangunan ekonomi. Sementara itu, Sompo Insurance juga berpartisipasi untuk menyediakan analisis risiko dan mengembangkan asuransi di ranah Web3 dan metaverse.

Metaverse Dongkrak Ekonomi Jepang hingga US$165 Miliar per Tahun

Data dari Deloitte menyebutkan bahwa hadirnya metaverse akan berpengaruh positif terhadap ekonomi Jepang. Menurut proyeksi, sumbangsih sektor anyar tersebut di tahun 2035 mampu mencapai US$87 miliar hingga US$165 miliar terhadap ekonomi Jepang.

“Untuk memperkuat ekosistem, Pemerintah Jepang juga sudah mulai mengalihkan pendidikan berbasis kejuruan ke kemampuan digital. Beberapa lembaga pendidikan seperti Universitas Tokyo juga sudah menawarkan pelatihan metaverse,“ jelas Deloitte dalam riset.

Hal itulah yang sepertinya menjadi alasan kuat bagi negara berjulukan Negeri Matahari Terbit itu untuk memaksimalkan peran ruang virtual dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih lagi, Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida, pun sudah berniat untuk membawa Jepang ke arah digitalisasi, yang mana metaverse dan Web3 akan menjadi salah satu kendaraannya.

Dalam sebuah acara di London, Kishida mengatakan bahwa Jepang akan membangun ekosistem untuk mendorong promosi blockchain, NFT maupun metaverse untuk bisa memfasilitasi masyarakat melalui layanan baru. Di samping itu, posisi Jepang sebagai negara ketiga terbesar untuk sektor gaming setelah Cina dan Amerika Serikat (AS) juga bakal dimanfaatkan secara penuh untuk mendorong adopsi Web3 menjadi lebih kencang.

Sikap Ramah Negeri Sakura terhadap Kripto

Di samping menggenjot berbagai inisiatif dalam ranah metaverse, pemerintah Jepang rupanya menunjukkan sikap yang ramah terhadap aset kripto. Niatan pemerintah Jepang untuk membawa wilayahnya sebagai pusat keuangan dunia terus ditunjukkan. Pada akhir tahun lalu, parlemen Jepang telah meloloskan proposal untuk pembebasan pajak bagi perusahaan kripto.

Pelonggaran tersebut dilakukan demi bisa mempercepat adopsi kripto menjadi lebih kencang. Dengan kebijakan seperti itu diharapkan dapat mengakselerasi pertumbuhan industri kripto di Jepang.

Selama ini, pungutan pajak bagi banyak perusahaan dianggap sebagai hambatan dalam inovasi Web3 dan berpotensi menciptakan eksodus bakat dan inovasi ke luar wilayah Jepang. Padahal, dana tersebut seharusnya bisa digunakan untuk mendorong ekspansi dan memperkuat permodalan.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

BIC_userpic_sb-49-profil.jpg
Adalah seorang penulis dan editor yang pernah berkiprah di banyak media ekonomi dan bisnis. Memiliki pengalaman 7 tahun di bidang konten keuangan, bursa dan startup. Percaya bahwa blockchain dan Web3 akan menjadi peta jalan baru bagi semua sektor kehidupan
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori