3 Alasan Harga Axie Infinity Shards (AXS) Amblas selama Sepekan Terakhir

25 Oktober 2022, 13:54 WIB
Diterjemahkan Lynn Wang
25 Oktober 2022, 16:35 WIB
Ringkasan
  • Belakangan ini, token AXS mencatatkan performa yang kurang baik.
  • Periode unlock token AXS menyebabkan kekhawatiran akan adanya aksi jual besar-besaran.
  • Aleksander Larsen, COO Sky Mavis, menegaskan bahwa ketakutan terkait periode unlock token tidak beralasan.

Token Axie Infinity Shards (AXS) nampaknya sedang berada di masa sulitnya. Selama sepekan terakhir, harga AXS sudah turun 21,6%. Lalu, jika kita ukur dari posisinya di bulan lalu, sejauh ini harga AXS sudah susut 34,3%.

Salah satu penyebab utama penurunan ini adalah periode pembukaan (unlocking) vested token yang semakin dekat. Proses unlocking inilah yang menyebabkan ketakutan, jika token AXS bakal dumped di pasar. Menurut jadwal, unlocking token AXS akan berlangsung pada hari ini (25/10).

Axie Infinity AXS Price
Grafik Harga AXS/USD | Sumber: CoinGecko

Periode Unlocking Token Jadi Penyebab Utama

Axie Infinity dan token AXS tengah mengalami masa-masa sulitnya belakangan ini. Di bulan lalu, AXS mencatatkan performa yang buruk, dengan penurunan harga sebesar 34,3% dalam periode tersebut. Kemudian, jika kita ukur dari posisi rekor tertinggi sepanjang masanya (all-time high / ATH) di November tahun lalu, harga AXS sudah susut 94,8%.

Menurut Aleksander Larsen, COO Sky Mavis, ada banyak misinformasi seputar unlock token AXS. Poin pertama yang berusaha Larsen klarifikasi adalah token yang dibuka dari posisi unlock tidak sama dengan jumlah token yang beredar (circulating token).

“Menurut jadwal unlock, akan ada 151 juta [AXS] di pasar, tapi hanya ada 102 juta [AXS] di peredaran. Bagaimana [bisa]? Sebagian besar token yang unlocked [berasal] dari staking, P2E, dana ekosistem, dan advisor hingga hari ini harus dibiarkan dalam kontrak vesting atau multi-sigsUnlocked tokens [sic] ≠ circulating tokens,” jelas Larsen.

Jika pernyataan Larsen benar adanya, berarti penurunan harga AXS ini kemungkinan besar merupakan aksi sell-the news. Adapun sell-the-news sendiri merupakan kondisi ketika ada prediksi bahwa harga suatu token akan turun dan investor pun melakukan aksi jual besar-besaran, sehingga membuat harga token tersebut ambruk.

Di sisi lain, data dari DappRadar menunjukkan bahwa interaksi dengan game Axie Infinity juga menurun. Selain itu, di saat yang sama, pembelian AXS yang para whale lakukan berpotensi menambah ketakutan adanya dump pada waktu mendatang.

Menurut WhaleStats, AXS “kini merupakan 10 token teratas yang dibeli oleh 500 whale #ETH terbesar selama 24 jam terakhir”.

Axie Infinity Berhasil Pulihkan Sebagian Kecil Dana Hasil Retasan

Meski di bulan ini Axie Infinity mendapat sentimen yang kurang mengenakkan, namun di bulan lalu, game P2E ini sempat membagikan kabar baik. Sky Mavis, selaku developer Axie Infinity, berhasil memulihkan aset kripto senilai US$30 juta yang dicuri dalam insiden peretasan Ronin Network. Kendati demikian, angka tersebut hanyalah sebagian kecil dari total kerugian yang mencapai US$620 juta.

Terlepas dari berbagai masalah yang tengah mereka hadapi, Aleksander Larsen mengatakan kepada BeInCrypto bahwa perusahaannya masih optimis untuk membawa industri crypto gaming kembali berjaya.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.