Lihat lebih banyak

a16z Pimpin Pendanaan Voldex yang Kembangkan Game di Platform UGC

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Andreessen Horowitz (a16z) memimpin putaran pendanaan Seri A bagi pengembang game Voldex.
  • Perusahaan ini mengoperasikan dan mengembangkan game di platform UGC seperti Roblox atau Minecraft.
  • Adapun a16z tetap teguh pada pendiriannya bahwa web3 akan capai era kejayaan dalam beberapa waktu ke depan.
  • promo

Andreessen Horowitz (a16z) terus menebar investasi di sektor game berbasis web3. Ketika pasar masih bergerak liar, perusahaan modal ventura (VC) yang didirikan oleh Marc Andreessen dan Ben Horowitz ini memimpin putaran pendanaan Seri A bagi pengembang game Voldex. Meski tidak menyebutkan besaran dana yang dikucurkan, aksi itu dilakukan untuk mempercepat pertumbuhan Voldex dalam mengakusisi game dan memperbesar ukuran tim.

a16z memiliki pandangan tersendiri terhadap industri game. Mereka menilai platfom game berjenis user-generated content (UGC) memiliki potensi sangat besar untuk mendukung bisnis hingga miliaran dolar Amerika Serikat (AS). Adapun posisi Voldex dinilai berada di jalur yang tepat untuk mendorong hal itu bisa lebih cepat terjadi.

Sebagai informasi, bisnis Voldex mengoperasikan dan mengembangkan game di platform UGC, seperti Roblox atau Minecraft. Mereka pun mengakuisisi game baru untuk kemudian dioperasikan dan dimonetisasi lewat platform game UGC.

Terkait hal ini, General Partner a16z, Andrew Chen, mengungkapkan bahwa platform UGC, seperti Roblox, memiliki jumlah pengguna aktif bulanan yang sama dengan Playstation dan Xbox jika digabungkan. Hal ini menarik bagi para pengembang untuk menggunakannya, bukan hanya sebatas permainan, melainkan bisa dimanfaatkan untuk jariangan sosial dan konten.

“Alex Singer, selaku CEO Voldex, telah meningkatkan hasrat untuk pengembangan game UGC. Kemampuan mereka yang sudah terbukti mampu mengindetifikasi, memperoleh, dan meningkatkan game, telah menghasilkan perpustakaan game bagi lebih dari 14 juta pengguna aktif bulanan,” jelas Andrew Chen.

Masuknya a16z sebagai investor Voldex juga diikuti oleh sejumlah investor sebelumnya. Mereka yang berpartisipasi termasuk Dune Ventures, Makers Fund, dan POW Interactive. Selain itu, perusahaan VC seperti Lalotte Ventures pun ikut terlibat sebagai investor dalam putaran pendanaan ini.

CEO Voldex mengungkapkan bahwa pendanaan baru ini akan memungkinkan mereka untuk mengakuisisi game UGC terbaik dalam rangka membuka potensi dan mengembangkan fitur serta pembaruan yang luar biasa.

a16z Masih Optimis Web3 Bakal Bersinar

a16z crypto Kumpulkan Dana Investasi Sebesar US$4,5 miliar | Ledgible

Meskipun pasar kripto pada tahun 2023 ini masih belum jelas arahnya, a16z tetap teguh pada pendiriannya bahwa web3 akan mencapai era kejayaan dalam beberapa waktu ke depan.

Hal tersebut membuat mereka masih getol menebar investasi untuk pengembangan game, metaverse, keuangan terdesentralisasi (DeFi), media sosal terdesentralisasi, konten terdesentralisasi, dan pengembangan yang ada di dunia web3 lainnya.

Bahkan, khusus untuk game, a16z sudah meluncurkan dana khusus yang dinamakan Games Fund One senilai US$600 juta atau sekitar Rp8,9 triliun. Tujuannya adalah untuk membangun masa depan industri game dan industri turunannya.

Sebelumnya, a16z ikut memimpin putaran pendanaan senilai US$32 juta untuk perusahaan rintisan berbasis web3 PLAI Labs. Mereka percaya bahwa PLAI Labs akan memainkan peran penting dalam pemanfaatan platform sosial generasi berikutnya.

Game web3 memiliki kesempatan untuk menciptakan metaverse dengan infrastruktur yang terdistribusi dan fokus pada pemberdayaan pemain lewat kepemilikan aset,” ungkap pihak a16z.

Animoca Brands Ambil Langkah Berbeda

Langkah yang diambil a16z sebenarnya tergolong berani, mengingat salah satu raksasa di industri game Animoca Brands malah memangkas setengah dari target pendanaan untuk pengembangan web3 dan metaverse.

Sebelumnya, Animoca Brands berambisi menggalang dana hingga US$2 miliar untuk mendukung perusahaan rintisan berbasis web3 yang ada di seluruh dunia. Namun, gagalnya crypto exchange FTX membuat mereka berpikir ulang dan mengatur kembali komitmennya. Hal itu berimbas dengan dipangkasnya target dana investasi menjadi US$1 miliar.

Terkait hal itu, co-founder sekaligus Chairman Animoca Brands, Yat Siu, menjelaskan bahwa terlepas dari penurunan pasar, banyak portofolio Animoca Brands yang terpaksa harus menanggung beban imbas kekacauan FTX pada November 2022.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

BIC_userpic_sb-49-profil.jpg
Adalah seorang penulis dan editor yang pernah berkiprah di banyak media ekonomi dan bisnis. Memiliki pengalaman 7 tahun di bidang konten keuangan, bursa dan startup. Percaya bahwa blockchain dan Web3 akan menjadi peta jalan baru bagi semua sektor kehidupan
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori