Lihat lebih banyak

Coinbase Telan Kerugian Rp39,85 Triliun di 2022, Apa Sebabnya?

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Anjloknya pendapatan sepanjang tahun 2022 mendorong Coinbase ke jurang kerugian sebesar US$2,62 miliar atau sekitar Rp39,85 triliun.
  • Meskipun pendapatan perusahaan melemah, namun basis pengguna Coinbase secara keseluruhan meningkat.
  • Di samping itu, pihak Coinbase juga mengaku bahwa jumlah pendapatan bersih mereka juga mengalami kenaikan.
  • promo

Crypto winter datang tanpa pandang bulu. Coinbase, salah satu crypto exchange yang bermarkas di Amerika Serikat, juga harus rela menghadapi tekanan berat dalam kinerja keuangannya. Sepanjang tahun lalu, pendapatan transaksi Coinbase hanya mencapai US$2,35 miliar. Jumlah tersebut ambruk 65,54% dari periode yang sama di tahun 2021, yakni sebesar US$6,83 miliar. Dengan kata lain, di tahun 2022 kemarin, Coinbase menelan kerugian sebesar US$2,62 miliar atau sekitar Rp39,85 triliun.

Kondisi keuangan Coinbase memerah di 2022. Padahal, pada tahun 2021, perusahaan yang dipimpin oleh Brian Armstrong itu masih sanggup meraup keuntungan sebesar US$3,62 miliar. Hal tersebut merupakan akibat dari amblasnya pos pendapatan transaksi. Pasalnya, pendapatan transaksi perusahaan selama ini menyumbang lebih dari 90% total pemasukan Coinbase.

Saat musim dingin kripto, investor retail banyak mengatur ulang portofolio investasinya atau bahkan memindahkan dananya ke aset yang memiliki risiko lebih mini. Kondisi ini tercermin dari pendapatan bersih Coinbase yang berasal dari transaksi investor retail luntur 65,55% dari US$6,49 miliar di 2021 menjadi US$2,23 miliar di 2022.

Sementara itu, untuk pendapatan yang berasal dari transaksi institusi juga turun menjadi US$119,3 juta dari capaian tahun 2021 yang berjumlah US$346 juta.

Manajemen Coinbase, dalam Surat pada Pemegang Saham, mengungkapkan tahun 2022 merupakan tahun yang menantang bagi crypto market dan pendapatan transaksi perusahaan. Tingginya angka inflasi yang dibarengi dengan kenaikan suku bunga membuat tekanan pada pasar ekuitas yang lebih luas.

Jika dilihat lebih jauh, turunnya pendapatan Coinbase di 2022 dipicu oleh rendahnya volume perdagangan yang hanya mencapai US$830 miliar. Angka ini kontras dengan volume perdagangan Coinbase ketika tahun 2021, yang masih sanggup berada di kisaran US$1,67 triliun.

Basis Pengguna Coinbase Meningkat, walau Alami Kerugian di 2022

Meskipun pendapatan perusahaan melemah, namun basis pengguna Coinbase secara keseluruhan meningkat. Sepanjang tahun 2022, basis pengguna Coinbase yang terekam dalam monthly transaction users (MTU) berada di angka 8,8 juta. Sebagai informasi, pada akhir tahun 2021, MTU Coinbase hanya mencapai 8,4 juta.

Capaian tersebut mendorong pendapatan yang berasal dari pos subscription and services melonjak ke level US$793 juta, dibandingkan dengan posisi 2021 yang hanya mencapai US$517,5 juta.

Di samping itu, pihak Coinbase juga mengaku bahwa jumlah pendapatan bersih mereka juga mengalami kenaikan.

“Namun, jika dilihat secara kuartalan, pendapatan bersih perusahaan masih sanggup naik 4,86% menjadi US$604,9 juta dari kuartal 3 yang sebesar US$576,4 juta,” jelas pihak Coinbase.

Menyoal strategi di tahun 2023, Coinbase tampak lebih percaya diri. Pada Januari tahun ini saja, perusahaan sudah berhasil meraup pendapatan transaksi sebesar US$120 juta.

Naiknya harga sebagian besar aset kripto yang terlihat dalam total kapitalisasi pasar kripto global menjadi salah satu indikator positif. Sejak Januari sampai dengan hari ini (22/2), kapitalisasi pasar aset kripto sudah merangkak 49,31% ke level US$1,15 triliun.

Coinbase juga optimistis dapat merengkuh pendapatan yang berasal dari segmen subscription and service sebesar US$300 juta sampai dengan US$325 juta di kuartal pertama tahun ini.

Chief Financial Officer (CFO) Coinbase, Alesia Jeanne Haas, mengatakan pada kuartal awal tahun ini pasar mulai pulih dan berkembang di banding kuartal sebelumnya.

“[Investor] Retail telah kembali ke pasar,” tambah Haas.

Tak Berencana Tambah Karyawan

Ilustrasi Coinbase | BeInCrypto

Manajemen Coinbase sepakat bahwa tahun ini adalah tahun efisiensi. Untuk itu, perusahaan sudah berniat untuk menjaga jumlah karyawannya tetap seperti di kuartal 1 tahun ini yang sebanyak 3.650 orang sampai akhir tahun.

Sejak pertengahan tahun lalu, Coinbase sudah melakukan perampingan karyawan dalam rangka efisiensi. Di awal tahun, mereka mengungkapkan akan kembali melakukan penyusutan jumlah pegawai sebanyak 20% dari jumlah seluruh staf.

Bagaimana pendapat Anda tentang kerugian yang Coinbase alami di tahun 2022 kemarin? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

BIC_userpic_sb-49-profil.jpg
Adalah seorang penulis dan editor yang pernah berkiprah di banyak media ekonomi dan bisnis. Memiliki pengalaman 7 tahun di bidang konten keuangan, bursa dan startup. Percaya bahwa blockchain dan Web3 akan menjadi peta jalan baru bagi semua sektor kehidupan
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori