Lihat lebih banyak

Alex Mashinsky Mengambil Alih Strategi Trading Celsius Beberapa Bulan sebelum Alami Kebangkrutan

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Pada awal tahun ini, Alex Mashinsky dikabarkan sempat mengumpulkan tim investasinya untuk memberi tahu bahwa dia akan mengendalikan strategi perdagangan Celsius.
  • Pengacara Celsius mengatakan kepada pengadilan di New York bahwa Celsius terjerumus ke dalam kebangkrutan bukan karena salah urus, tetapi karena kehancuran pasar kripto yang lebih luas.
  • Dalam laporan berbeda berdasarkan dokumen kebangkrutan Bab 11 terbaru yang diajukan, Celsius diperkirakan akan kehabisan uang pada Oktober mendatang.
  • promo

Alex Mashinsky, founder & CEO Celsius Network, dikabarkan pada bulan Januari lalu mengumpulkan tim investasinya untuk memberi tahu bahwa dia akan mengendalikan strategi perdagangan crypto lending platform itu menjelang pertemuan bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), yang akan datang.

Harga kripto populer seperti Bitcoin (BTC) dan Ether (ETH) telah turun lebih dari harga tertinggi sepanjang masa (all time high / ATH) mereka memasuki tahun 2022. Alex Mashinsky menilai bahwa dia perlu melindungi Celsius dari penurunan lebih lanjut.

Hasil hawkish, dia yakin, dapat membuat harga kripto jatuh. Sebagai catatan, hawkish adalah istilah yang menggambarkan kebijakan moneter yang cenderung kontraktif seperti menaikkan suku bunga atau mengurangi neraca bank sentral.

Pada hari-hari sebelum pertemuan The Fed, Alex Mashinsky secara pribadi mengarahkan perdagangan individu dan mengesampingkan eksekutif dengan pengalaman keuangan puluhan tahun. Informasi ini disampaikan oleh beberapa orang yang mengetahui kepada Financial Times pada hari Selasa (16/8).

CEO Celsius Membuat Keputusan Trading yang Buruk?

Dalam suatu kasus, sang CEO Celsius itu memerintahkan penjualan Bitcoin senilai ratusan juta dolar AS. Ia menolak menunggu untuk memeriksa ulang informasi Celsius yang sering tidak dapat diandalkan tentang kepemilikannya sendiri.

Celsius, yang pada saat itu memegang US$22 miliar aset kripto pelanggan, membeli kembali Bitcoin sehari kemudian dengan kerugian.

“Dia memerintahkan para trader untuk secara besar-besaran menukar buku itu dari informasi yang buruk. Dia menghabiskan sebagian besar Bitcoin,” kata salah satu sumber.

Sumber lain yang mengetahui peristiwa itu mengatakan bahwa sementara Alex Mashinsky mungkin telah membuat pandangannya diketahui berdasarkan pengetahuannya tentang market kripto, mereka bersikeras bahwa, “Dia tidak menjalankan trading desk.”

Harga Bitcoin sempat naik setelah pertemuan The Fed | Financial Times

Ternyata, ketakutan Alex Mashinsky tidak terbukti dalam jangka pendek. The Fed mengonfirmasi rencana untuk menaikkan suku bunga dan market kripto pun terkena imbasnya. Alhasil, Celsius membuat kerugian trading US$50 juta pada Januari lalu, kata beberapa orang, meskipun tidak jelas beberapa banyak yang disebabkan oleh sang CEO Celsius.

Kehancuran Celsius karena Salah Urus?

Peristiwa semacam ini, yang sebelumnya tidak dilaporkan, menyoroti dinamika internal ‘yang berbahaya’ di Celsius dalam bulan-bulan menjelang krisis yang mereka alami.

Hal itu termasuk sistem yang lemah untuk melacak aset, ketakutan Alex Mashinsky tentang penurunan market kripto pada momentum yang tidak tepat, serta kesediaannya untuk secara langsung melibatkan dirinya dalam keputusan trading; yang mana tidak seperti kepala eksekutif khas lembaga keuangan besar.

Sebagai pengingat, Celsius membangun bisnisnya dengan menerima kripto dari pelanggan dan menjanjikan mereka return yang ‘luar biasa’. Ratusan ribu klien Celsius sekarang menghadapi kerugian signifikan dalam kripto yang mereka percayakan kepada Celsius.

Pengacara Celsius, Kirkland & Ellis, mengatakan kepada pengadilan di New York bahwa Celsius terjerumus ke dalam kebangkrutan bukan karena salah urus, tetapi karena kehancuran market kripto yang lebih luas.

Namun, pengacara yang mewakili kreditur tanpa jaminan Celsius, yang sebagian besar adalah pelanggannya, telah bersumpah untuk menyelidiki perilaku Alex Mashinsky.

Dalam pengajuan kebangkrutan pada pertengahan Juli lalu, Alex Mashinsky mengatakan bahwa aset Celsius telah tumbuh lebih cepat daripada kemampuannya untuk menginvestasikannya, dan mengakui itu membuat terbukti menjadi keputusan penyebaran aset yang buruk.

Lubang dalam Neraca Keuangan Celsius Bukan US$1,2 Miliar, tapi US$2,8 Miliar!

Dalam laporan berbeda berdasarkan dokumen kebangkrutan Bab 11 (Chapter 11 bankruptcy) terbaru yang diajukan pada hari Minggu (14/8), Celsius diperkirakan akan kehabisan uang pada Oktober mendatang.

Celsius diperkirakan akan mencapai likuiditas negatif pada Oktober 2022 menjadi hampir US$34 juta. Selama 3 bulan ke depan, Celsius diperkirakan akan mengakumulasi arus kas bersih negatif sebesar US$137,2 juta.

Pada awal Agustus ini, Celsius masih memiliki saldo kas hampir mendekati US$130 juta. Perusahaan ini diperkirakan akan mengalami penurunan likuiditas sekitar 80% dari Agustus hingga September 2022.

Celsius dilaporkan berutang kepada para deposan senilai US$2,8 miliar lebih banyak dalam kripto daripada yang dipegang saat ini. Dalam dokumen awal, Celsius menunjukkan ‘lubang’ US$1,2 miliar dalam neraca keuangannya, dengan aset US$4,3 miliar dan liabilitas US$5,5 miliar. 

Laporan kripto yang dikelola Celsius

Dalam laporan per 29 Juli 2022, tampak posisi keuangan Celsius semakin buruk dengan liabilitas dalam kripto kepada pelanggan melampaui US$6,6 miliar sementara mereka hanya memiliki US$3,8 miliar.

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024
Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024
Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_14-1.jpg
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di dunia kripto.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori