Lihat lebih banyak

3 Altcoin Incaran Crypto Whale untuk Potensi Profit di Mei 2024

2 mins
Diterjemahkan Zummia Fakhriani
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Pasca Bitcoin halving, laju akumulasi crypto whale terpantau melambat lantaran pasar masih menunggu reli.
  • Namun, mengacu pada lonjakan transaksi besar, alamat crypto whale telah banting setir ke altcoin.
  • Barisan altcoin seperti Toncoin (TON), Cardano (ADA), dan Arbitrum (ARB) telah mengalami kenaikan spektakuler sejak awal tahun 2024.
  • promo

Bitcoin (BTC) hanya mengalami aksi harga moderat meskipun halving telah terlaksana akhir April lalu. Akibatnya, investor institusional mulai banting setir untuk mengakumulasi altcoin sembari menunggu potensi bull run yang mungkin terjadi di pasar kripto begitu harga BTC meroket.

Untuk itu, BeInCrypto telah menganalisis tiga altcoin yang tercatat paling diminati oleh kalangan holder dengan wallet tebal ini.

Whale Cardano (ADA) Gencar Borong ADA

Cardano telah mencatat peningkatan akumulasi di tangan para whale sejak November 2023. Aksi beli yang beruntun ini mencatat kenaikan mendadak dalam beberapa hari terakhir. Fenomena ini terlihat dari kenaikan tajam transaksi di atas US$100.000, yang biasanya dikaitkan dengan aktivitas crypto whale.

Meskipun belum berdampak langsung pada kenaikan harga, lonjakan minat dari whale ini tentunya berpotensi mendongkrak naik harga ADA di masa mendatang. Walaupun holder wallet besar ini menyumbang kurang dari 10% dari pasokan yang beredar, kontribusi mereka terhadap volume harian sangatlah penting.

Oleh karena itu, tingginya minat crypto whale pada ADA bisa menjadi sinyal positif untuk altcoin ini.

Transaksi Paus Cardano.
Transaksi Whale Cardano | Sumber: Santiment

Toncoin (TON) Melantai di Top 10 Aset Kripto

Baru-baru ini, Toncoin berhasil masuk ke dalam 10 besar aset kripto teratas dan melampaui altcoin seperti Shiba Inu dan Cardano. Prestasi ini menjadikannya aset kripto terbesar ke-9 di dunia. Adapun katalis di balik reli ini adalah pengumuman di bulan Maret lalu tentang rencana Telegram untuk melakukan initial public offering (IPO).

Alhasil, para whale pun ikut terjun untuk memanfaatkan potensi reli dengan mengakumulasi TON. Hal ini terlihat dari lonjakan transaksi yang bernilai lebih dari US$100.000 dan transaksi dengan nilai lebih dari US$1 juta.

Dalam dua bulan terakhir, harga Toncoin melesat 238% dari US$2,14 ke puncak US$7,24. Namun, harga altcoin ini kemudian mengukir penurunan dan kini diperdagangkan seharga US$5,35 karena pasar mulai mendingin selepas reli baru-baru ini.

Transaksi Paus Toncoin.
Transaksi Whale Toncoin | Sumber: Santiment

Whale Arbitrum (ARB) Incar Profit

Meskipun harga Arbitrum sudah terkoreksi selama hampir dua bulan, para holder berkantong tebal justru aktif memborong ARB. Kendati langkah ini bisa jadi upaya untuk mencegah penurunan harga lebih lanjut, para crypto whale nampaknya sedang mencari peluang yang tepat untuk menjual aset mereka.

Antisipasi reli pasca BTC halving menjadi salah satu faktor utama yang mendorong akumulasi crypto whale ini. Namun, crypto whale mungkin juga berniat untuk membukukan profit mengingat agenda token unlock yang akan datang pada 16 Mei. Lebih dari 3,5% pasokan beredar senilai sekitar US$100 juta akan masuk ke pasar.

Peristiwa ini kemungkinan akan berdampak negatif pada pasar. Karenanya, para crypto whale mungkin akan berupaya menjual aset sebelum gelaran token unlock guna memaksimalkan profit mereka.

Transaksi Paus Arbitrum.
Transaksi Whale Arbitrum | Sumber: Santiment

Dalam beberapa minggu terakhir, transaksi di atas US$100.000 dan US$1 juta untuk Arbitrum konsisten tinggi. Dengan demikian, aksi akumulasi ini berpotensi mencegah penurunan harga ARB ke bawah US$1,00.

Bagaimana pendapat Anda tentang 3 altcoin incaran whale ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

Zummia.jpg
Zummia Fakhriani
Zummia adalah seorang penulis, penerjemah, dan jurnalis dengan spesialisasi pada topik blockchain dan kripto. Ia mengawali sepak terjang di industri kripto sebagai trader kasual sejak 2015. Kemudian, mulai berkiprah sebagai penerjemah profesional di industri sejak 2018 sembari mengenyam tahun ketiganya di program studi Sastra Inggris kala itu. Menyukai topik terkait DeFi, koin privasi, dan web3.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori