Anggota Parlemen Korea Selatan Minta Do Kwon Jelaskan Penyebab ‘Kehancuran’ Spektakuler Terra (LUNA) & TerraUSD (UST)

Bagikan Artikel
Ringkasan
  • Yoon Chang-hyeon, perwakilan dari Partai Kekuatan Rakyat yang berkuasa di Korea Selatan, ingin Do Kwon dan perwakilan dari sejumlah crypto exchange setempat bertemu untuk membahas keruntuhan ekosistem Terra.

  • Yoon juga ingin agar para crypto exchange memperhitungkan perilaku mereka selama keruntuhan spektakuler proyek Terra-LUNA-UST.

  • Regulator keuangan Korsel telah meluncurkan ‘inspeksi darurat’ ke para operator bursa kripto lokal untuk meningkatkan perlindungan para investor setelah harga UST dan LUNA runtuh.

Trust Project adalah konsorsium organisasi berita internasional berdasarkan standar transparansi.

Seorang politisi dari partai berkuasa di Korea Selatan pada Selasa (17/5) dikabarkan ingin parlemen di negara itu mengadakan dengar pendapat tentang keruntuhan spektakuler stablecoin TerraUSD (UST) diikuti native token Terra (LUNA) yang terjadi selama pekan kedua Mei 2022.

Yoon Chang-hyeon, perwakilan dari Partai Kekuatan Rakyat yang berkuasa di Korea Selatan (Korsel), ingin Do Kwon selaku CEO Terraform Labs, yang merupakan entitas di balik blockchain Terra, serta perwakilan dari sejumlah crypto exchange di Korsel menghadiri agenda tersebut.

“Kita harus membawa para perwakilan dari crypto exchange terkait, termasuk CEO Do Kwon dari Terra, yang telah menjadi masalah baru-baru ini, ke Majelis Nasional [parlemen Korsel] untuk mengadakan dengar pendapat tentang penyebab situasi ini dan langkah-langkah untuk melindungi para investor,” kata Yoon Chang-hyeon dalam rapat pleno Komite Urusan Politik Majelis Nasional.

Krisis Terra dimulai pada 7 Mei ketika UST, stablecoin algoritmik terdesentralisasi dari blockchain Terra mulai kehilangan pasaknya terhadap dolar Amerika Serikat (AS). UST seharusnya memiliki rasio 1:1 yang artinya 1 UST sama dengan US$1. 

Selama hari-hari berikutnya setelah pekan kedua Mei 2022, UST runtuh hingga terpuruk di level sekitar 10 sen dan masih diperdagangkan pada kisaran harga tersebut. Sementara native token Terra (LUNA) juga merosot dan saat ini diperdagangkan dengan harga sepersekian sen, kehilangan hampir semua nilainya.

Crypto Exchange Korea Ikut ‘Terseret’ Tragedi Terra

Yoon Chang-hyeon juga ingin para crypto exchange memperhitungkan perilaku mereka selama keruntuhan spektakuler proyek Terra-LUNA-UST.

“Coinone, Korbit, dan Gopax menghentikan perdagangan pada 10 Mei, Bithumb pada 11 Mei, tetapi Upbit tidak menghentikan perdagangan hingga 13 Mei,” katanya. 

“Upbit, merupakan perusahaan terakhir yang menghentikan perdagangan [cryptocurrency yang terkait LUNA dan UST] bahkan setelah melihat kehancuran, adalah perusahaan nomor 1 dengan pangsa 80% [di Korea Selatan]. Hanya dalam 3 hari itu, memperoleh pendapatan komisi hampir 10 miliar won [US$7,8 juta],” tambah Yoon Chang-hyeon.

Otoritas Keuangan Korsel Luncurkan Inspeksi Darurat

Kantor berita Korsel lainnya, Yonhap News Agency, melaporkan pada Selasa (17/5) bahwa regulator keuangan Korsel telah meluncurkan ‘inspeksi darurat’ ke para operator bursa kripto lokal untuk meningkatkan perlindungan para investor setelah harga UST dan LUNA runtuh.

Komisi Layanan Keuangan (FSC) dan Layanan Pengawas Keuangan (FSS) Korea Selatan dilaporkan telah meminta para crypto exchange untuk berbagi informasi tentang transaksi yang terkait dengan UST dan Luna, termasuk volume perdagangan mereka dan jumlah investor yang relevan. 

Kedua lembaga tersebut juga dilaporkan telah meminta para crypto exchange memberikan tindakan penanggulangan terhadap kecelakaan proyek Terra-LUNA-UST serta analisis mereka tentang apa yang menyebabkannya.

“Minggu lalu, otoritas keuangan meminta data tentang jumlah transaksi dan investor, dan mengukur tindakan crypto exchange yang relevan. Saya pikir mereka melakukannya untuk menyusun langkah-langkah dalam meminimalkan kerusakan pada investor di masa depan,” kata seorang pejabat anonim dari sebuah crypto exchange lokal kepada Yonhap. 

Do Kwon Harus Bertanggung Jawab

Meskipun telah mengalami krisis parah, Terraform Labs berharap untuk mendapatkan kembali kepercayaan publik setelah keruntuhan. Do Kwon pada Selasa (17/5) mengusulkan forking jaringan Terra menjadi rantai baru karena ‘Terra lebih dari UST’. Usulan itu akan diajukan untuk governance vote pada 18 Mei mendatang.

Sementara itu, orang asing yang sebelumnya dituduh masuk tanpa izin ke apartemen Do Kwon kini menjalani penyelidikan polisi di Seoul pada Senin (16/5). Sosok yang identitasnya dirahasiakan itu diduga memasuki kompleks apartemen di Seoul timur dan kemudian membunyikan bel pintu, mencari Do Kwon, sementara istrinya ada di rumah. 

“Saya telah kehilangan sekitar 2 hingga 3 miliar won [US$2,3 juta],” kata pria tersebut kepada awak wartawan setelah menjalani penyelidikan di kantor polisi Seongdong sambil mendesak agar Do Kwon bertanggung jawab atas kehancuran UST dan LUNA. 

Dia mengklaim bahwa ada orang yang telah bunuh diri karena keruntuhan Terra-LUNA-UST, serta mendesak agar Do Kwon meminta maaf kepada lebih dari 200.000 investor yang telah kehilangan tabungan mereka.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.
Share Article

Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di dunia kripto.

Ikuti Penulis