Orang Tak Dikenal Datangi Rumah CEO Terraform Labs, “Apakah Do Kwon Ada di Rumah?”

Bagikan Artikel
Ringkasan
  • Kepolisian Korea Selatan menerima laporan dari Do Kwon, CEO Terraform Labs, perihal kunjungan dari orang asing ke kediamannya.

  • Diduga aksi tersebut merupakan imbas dari harga koin LUNA dan UST garapan Kwon yang tengah mengalami penurunan harga secara dramatis.

  • Hingga saat ini, pihak kepolisian setempat belum berhasil mengidentifikasi siapakah sosok misterius yang mendatangi rumah Kwon tersebut.

Trust Project adalah konsorsium organisasi berita internasional berdasarkan standar transparansi.

Kepolisian Korea Selatan (Korsel) sedang menyelidiki laporan bahwa orang tidak dikenal telah mengunjungi rumah Do Kwon yang merupakan sosok kunci di balik proyek Terra, serta koin LUNA dan UST yang baru-baru ini mengalami crash secara mengerikan.

Sang CEO Terraform Labs (TFL), perusahaan di balik blockchain Terra, bersama pasangannya meminta polisi Korsel untuk menunjuk pihak berwajib dalam rangka melakukan perlindungan pribadi yang bersifat darurat.

Menurut keterangan pada 13 Mei 2022, Kantor Polisi Seongdong di Seoul menerima laporan bahwa orang tidak dikenal masuk ke sebuah apartemen di Seongsu-dong, Seongdong-gu, dan membunyikan bel pintu sekitar pukul 18:23 waktu setempat sehari sebelumnya.

Sosok yang mengusik rasa aman Do Kwon bersama pasangannya di dunia nyata sampai saat ini belum dapat diidentifikasi. Oknum tersebut diketahui tiba di depan tempat tinggal Do Kwon menggunakan lift dan tangga setelah masuk melalui celah antara penghuni dari pintu masuk umum apartemen sekitar pukul 6 sore pada 12 Mei 2022.

Apakah Do Kwon Ada di Rumah?

Mirisnya, ‘sosok pengganggu’ tersebut mengetuk pintu dan membunyikan bel pintu yang bahkan sempat bertanya kepada istri Do Kwon, “Apakah suamimu ada di rumah?” sebelum kemudian melarikan diri.

Setelah kejadian ini, istri Do Kwon meminta perlindungan diri darurat dan ditetapkan sebagai korban yang memerlukan perlindungan pribadi karena telah menghadapi ancaman secara nyata dengan tingkat kefatalan yang tidak bisa dibayangkan.

Media massa Korsel melaporkan bahwa lokasi rumah Do Kwon dibongkar ke para investor secara luas ketika harga native token Terra (LUNA) dan stablecoin TerraUSD (UST) ‘hancur sehancur-hancurnya’.

Saat ini pihak kepolisian dikabarkan sedang mengejar sosok yang sempat menyambangi kediaman Do Kwon dan pasangannya itu.

Sejauh ini, belum dapat dipastikan apakah sosok misterius yang memicu kepanikan keluarga Do Kwon secara nyata turut berinvestasi dalam token LUNA maupun stablecoin UST.

“Kami berencana untuk meninjau tindakan tambahan apa yang diperlukan melalui penyelidikan [terkait kasus ini],” ungkap seorang pejabat kepolisian Korsel.

Nasib Malang Harga LUNA & UST

Harga TerraUSD (UST) saat ini hanya bernilai US$0,16 (Rp5.992,71), jauh dari kodratnya sebagai stablecoin yang seharusnya memiliki rasio 1:1 dengan dolar Amerika Serikat (AS). 

Market cap atau kapitalisasi pasar stablecoin UST yang sempat mencapai US$18 miliar itu menguap dengan cepat dalam tempo 4 hari yang hingga kini hanya bernilai sekitar US$4,5 miliar.

Di sisi lain, token LUNA cuma bernilai US$0,00003365 atau sekitar Rp0,4945. Adapun market cap LUNA yang sempat menyentuh US$34 miliar hampir terkuras habis dan kini hanya tersisa sekitar US$200 juta saja.

Dalam sebuah interview yang terjadi antara 8 atau 9 hari yang lalu, Do Kwon mengatakan bahwa 95% cryptocurrency akan mati, tetapi juga ada hiburan dalam menonton perusahaan-perusahaan semacam ini mati.

Sebuah komunitas Terra di platform Kakaotalk, yang telah beroperasi sejak tahun 2019 dan terdiri dari ribuan investor, dikabarkan saat ini telah ditutup.

Kata-kata terakhir yang diucapkan oleh admin komunitas online itu adalah, “Ini benar-benar berakhir …. validator juga pergi …. dia akan menjual rumah dan lari.”

Akun Twitter @DooWanNam yang membagikan informasi tersebut pada 13 Mei 2022 mengatakan hal ini sangat menyedihkan karena banyak investor Korea Selatan membeli token LUNA di bawah US$1 beberapa tahun yang lalu dan telah mempertaruhkan sebagian besar modal yang mereka miliki.

“Mereka ini dianggap sebagai investor kripto yang sukses, yang membuat semua trader di Korsel merasa iri,” pungkasnya.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.
Share Article

Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di sektor crypto, terutama di negara berkembang seperti Indonesia.

Ikuti Penulis