Hati-hati! ATM Kripto Ternyata Juga Digunakan Jadi Sarana Praktik Penipuan

Diperbarui oleh Lynn Wang
Ringkasan
  • FBI mengungkapkan bahwa penipu di dunia kripto terus memperluas cara untuk melaksanakan aksinya.
  • Kini, salah satu cara terbaru untuk menjerat korban dengan menggunakan ATM Kripto.
  • Praktik ini sebenarnya bisa dicegah, tetapi masih banyak ATM kripto yang mengizinkan transaksi dengan identitas anonim.

Sampai dengan tengah tahun 2022, aksi penipuan di industri kripto terlihat landai. Data dari Chainalysis menyebutkan keuntungan yang diperoleh para penipu menyusut 65% bila dibandingkan dengan Juli pada tahun lalu menjadi US$1,6 miliar. Meskipun menurun, tetap bukan angka yang kecil karena jika dikonversi ke mata uang rupiah mencapai Rp24,33 triliun. Temuan terbaru dari FBI mengungkap bahwa penipu terus memperluas cara untuk mengelabui pemerintah dan investor melalui berbagai cara, termasuk menggunakan ATM kripto.

Sebagai informasi, ATM kripto bekerja layaknya ATM konvensional. Setiap orang dapat menggunakannya untuk membeli ataupun menjual aset kripto yang mereka miliki secara langsung tanpa pihak ketiga. Ternyata, hal tersebut menjadi sebuah peluang bagi penipu untuk melancarkan aksinya.

FBI menyebut skema yang dijalankan oleh penipu sebagai “Pig Butchering“. Julukan ini diberikan lantaran calon korban dibujuk untuk melakukan apa yang diinginkan setelah sebelumnya mereka diberikan kenyamanan dan rasa percaya terlebih dahulu.

Dalam pernyataan resmi FBI, penipu biasanya menyamar menjadi pedagang yang sudah sangat sukses dan piawai dalam mengelola aset kripto. Hal tersebut akan terus dibangun untuk menimbulkan rasa percaya kepada calon korban.

”Setelah itu korban akan dibujuk melakukan investasi di platform resmi untuk kemudian didorong melakukan investasi jenis lain yang fiktif,” jelas pihak FBI.

Sebenarnya, jalan masuk bagi penipu untuk melancarkan aksinya adalah dengan menggunakan skema romantic scam. Pasalnya, aplikasi yang umumnya digunakan oleh para penipu adalah aplikasi media sosial ataupun aplikasi kencan.

Para penipu juga mengarahkan calon korban untuk mengakses aplikasi investasi palsu sembari memberikan imbal hasil yang juga artifisial. Menurut FBI berdasarkan para korban yang melapor, mereka diarahkan untuk melakukan wire transfer ke rekening luar negeri atau memberi kartu prabayar dalam jumlah jumbo.

“Penggunaan ATM kripto juga dijadikan salah satu modus oleh para penipu untuk metode pembayaran investasi palsu,” ungkap pihak FBI.

FTC Sudah Beri Peringatan tentang Penipuan Bermodus ATM Kripto

Karena gerbang masuknya adalah menggunakan metode romantic scam, maka nilai kerugian yang dialami masing-masing individu tergolong cukup besar. FBI menyebutkan kerugian bisa bervariasi, mulai dari puluhan ribu hingga jutaan dolar Amerika Serikat (USD).

Data Federal Trade Commission (FTC) mengungkapkan bahwa nilai kerugian akibat romantic scam pada tahun 2021 mencapai US$547 juta. Jumlah tersebut meningkat lebih dari 6 kali lipat dibandingkan tahun 2017. Dari total nilai kerugian tersebut, sebesar US$139 juta mengalami kerugian dalam aset kripto. Rata-rata individu yang melaporkan penipuan romantic scam berbasis kripto mencapai US$9.770.

Penggunaan ATM kripto yang dimanfaatkan oleh penipu untuk menguras dana investor konon sudah cukup lama terjadi. Menariknya, ada penipu yang menyamar sebagai penegak hukum atau pejabat publik untuk memaksa korban mengirim sejumlah dana dengan dalih menghindari sanksi hukum atas kelalaian yang mereka lakukan.

Pada awal tahun ini, Cristina Miranda dari Divisi Pendidikan Konsumen & Bisnis FTC mengaku sudah memberikan peringatan akan penggunaan ATM kripto sebagai alat penipuan.

“Ini adalah cara baru yang dilakukan oleh scammers yang meminta korban untuk membayar dengan menggunakan aset kripto,” jelas Cristina Miranda.

Regulasi Lemah Buat Penipu Kian Leluasa

Aksi penipu yang mengarahkan korban untuk mengirim sejumlah dana lewat ATM Kripto sebenarnya bisa dicegah bila ada regulasi yang lebih ketat bagi pengguna ATM tersebut. Sejujurnya, sudah terdapat aturan yang menyebutkan bahwa operator ATM Bitcoin, khususnya, diwajibkan mendaftar ke Jaringan Penegakan Kejahatan Keuangan Departemen Keuangan AS.

Namun, sayangnya implementasinya di lapangan masih tergolong lemah. Sehingga, ada banyak mesin ATM kripto yang mengizinkan pembelian Bitcoin dengan identitas anonim, lantaran masih sedikitnya sarana verifikasi data.

Bahkan, beberapa di antaranya juga ada yang tidak memberikan informasi identitas sama sekali dan hanya membutuhkan nomor ponsel. Dengan kondisi seperti ini, ATM kripto dinilai lebih mudah digunakan untuk kegatan kriminal, termasuk di dalamnya penipuan.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.