Agen AI sudah membayar berbagai kebutuhan untuk menyelesaikan tugas. Itu bisa berupa membeli akses pencarian web atau memeriksa ketersediaan kursi reward maskapai.
Laporan State of AI Agent Payments 2026 dari BeInCrypto mencatat 6,4 juta pembayaran dalam 35 hari menggunakan x402, protokol untuk pembayaran agen, di blockchain Base dan Solana.
Meskipun lebih dari 90% pembayaran bernilai kurang dari satu sen, datanya menunjukkan bahwa bisnis semakin sering memberikan izin kepada agen AI untuk membelanjakan uang.
Di sisi keamanan, kebanyakan agen AI ini beroperasi dalam batas pengeluaran yang ditetapkan manusia. Tapi, apakah itu cukup? Meski ada batasan, mesin tetap bisa membuat kesalahan fatal yang bisa menguras dana besar.
“Seorang agen bisa saja memegang kredensial valid dan melakukan transaksi sah saat menjalankan instruksi jahat, informasi yang dimanipulasi, atau tujuan yang salah paham. Infrastruktur pembayaran bisa berjalan sempurna, tapi uangnya tetap bisa jatuh ke tempat yang salah,” ujar Zoomex, salah satu kolaborator dalam laporan terbaru kami.
Batas Pengeluaran Saja Tidak Cukup untuk Agen AI
Penelitian kami menemukan bahwa 14 dari 19 produk dan workflow yang ditinjau dapat beroperasi sesuai izin yang diberikan manusia.
Bisnis bisa menyetujui anggaran lebih dulu sehingga software dapat membeli barang tanpa perlu meminta izin setiap saat.
Hal ini memberi bisnis titik awal yang praktis. Mereka dapat mendelagasikan tugas dan membatasi jumlah uang yang tersedia untuk menyelesaikan tugas tersebut. Semua ini adalah kontrol yang didokumentasikan, namun bukan bukti bahwa sistem akan selalu menjalankan kontrol tersebut saat mendapat serangan.
Bahkan anggaran yang dijalankan dengan benar masih menyisakan pertanyaan: apakah pemiliknya memang menginginkan pembayaran tersebut dilakukan?
“Kekhawatiran terbesar adalah celah antara apa yang secara teknis diizinkan dilakukan oleh agen dan apa yang sebenarnya diinginkan pemiliknya,” terang Zoomex kepada BeInCrypto.
Bagaimana Pesan Publik Berubah Menjadi Transfer US$175.000
Dua insiden dalam riset kami memperlihatkan instruksi berbahaya bisa masuk ke wallet yang memiliki dana.
Pada Mei 2026, seorang penyerang memposting pesan dalam sandi Morse. Grok menerjemahkannya dan mempublikasikan respons sambil menandai Bankr, sebuah layanan yang mengeksekusi transaksi kripto.
Bankr menganggap respons itu sebagai permintaan pembayaran dan lalu mentransfer token senilai US$175.000. Bankr kemudian melaporkan bahwa 80% dana tersebut sudah dikembalikan.
Pada insiden lain, penyerang mengakses dashboard AIXBT dan mengantrekan instruksi jahat. Akibatnya, transfer senilai US$106.200 dalam ETH terkirim ke penyerang.
Gabungan dua kasus ini melibatkan dana sebesar US$281.200 sebelum ada pemulihan dana.
Adanya anggaran memang bisa mengurangi nilai kerugian. Membatasi pembayaran hanya ke pihak yang disetujui juga membatasi kemana uang pergi. Pembayaran kecil yang berulang pun tetap perlu dipantau karena dapat terkumpul sebelum ada yang menyadarinya.
“Agen yang membeli data seharusnya tidak otomatis diberi izin untuk mengakses dana kas perusahaan,” papar Zoomex
Di Mana Pemilik Punya Kontrol
Kontribusi Zoomex dalam laporan ini menunjukkan contoh konkret pengendalian. Koneksi MCP yang diungkapkan memungkinkan asisten AI menyiapkan order trading. Pelanggan harus mengonfirmasi setiap order sebelum dieksekusi.
Riwayat order tersebut lalu menghubungkan permintaan dengan transaksi yang terjadi. Penelitian kami mendokumentasikan proses ini; namun kami tidak menguji ketahanan sistemnya terhadap serangan.
Persetujuan manusia juga harus benar-benar diperiksa. Tinjauan FCA pada Oktober menggambarkan pengecekan manusia hanya sebatas formalitas dan menegaskan pentingnya kontrol teknis dan pemantauan yang berkelanjutan.
Bisnis dapat memulai dari tugas yang didefinisikan secara sempit lalu menambah otoritas agen seiring bukti bahwa ia berperilaku sesuai harapan.
“Kita harus memberi agen otoritas minimum yang diperlukan di setiap tugas, dan buat agar otoritas itu mudah dicabut,” tutur Zoomex.
Baca Laporan State of AI Agent Payments 2026 secara lengkap.
Pengungkapan: Zoomex mensponsori laporan ini. BeInCrypto tetap memegang kendali editorial.











