Perbedaan Blockchain vs Distributed Ledger Technology (DLT)

21 Januari 2023, 01:10 WIB
Diperbarui oleh Hanum Dewi
21 Januari 2023, 01:10 WIB

Pemula yang baru mengenal dunia kripto pasti sering mendengar istilah blockchain dan distributed ledger technology. Kedua istilah ini secara umum mirip dan maknanya sering tertukar. Makanya, perlu ada penjelasan lebih lanjut mengenai blockchain vs distributed ledger technology.

Ketika orang berbicara tentang teknologi terkait cryptocurrency, muncul juga kata blockchain dan distributed ledger technology atau DLT. Kemudian, blockchain vs DLT menjadi topik perbincangan bagi mereka yang tertarik dengan masa depan teknologi ini. Sebab, blockchain dan DLT sama-sama berkutat di seputar desentralisasi.

Namun, benarkah teknologi blockchain sama dengan distributed ledger? Artikel ini akan membahas lebih lengkap mengenai perbedaan blockchain vs distributed ledger.

Apa Itu Distributed Ledger?

Distributed ledger adalah sebuah buku besar atau database yang terdesentralisasi, yaitu tersebar di banyak komputer atau node. Dalam teknologi ini, setiap node akan menjaga ledger dan bila ada perubahan data, ledger pun ikut mengalami pembaruan. Pembaruan data juga terjadi secara independen di setiap node.

Lalu, setiap node memiliki status yang setara berkaitan dengan otoritas. Tidak ada otoritas sentral atau server yang mengelola database, sehingga teknologi ini menjadi transparan. Setiap node bisa memperbarui ledger, dan node lainnya akan melakukan verifikasi keberadaan data baru tersebut. DLT menggunakan kriptografi untuk secara aman menyimpan data, tanda tangan dan kunci.

Pemahaman mengenai hal ini menjadi dasar pengertian teknologi blockchain dan distributed ledger. Blockchain adalah contoh populer dari penggunaan teknologi distributed ledger.

Secara umum, distributed ledger memungkinkan transparansi dalam teknologi ini. Selain itu, keamanan juga sangat terjaga karena tidak ada otoritas sentral. Tidak mungkin ada korupsi dalam teknologi ini.

Makanya, teknologi distributed ledger sangat cocok untuk industri keuangan dan industri yang membutuhkan transparasi, serta tidak memerlukan otoritas terpusat lagi.

Apa Itu Blockchain?

Blockchain adalah satu jenis dari distributed ledger. Anggap saja DLT adalah teknologi induk dari blockchain. Namun, seiring waktu berjalan, blockchain menjadi lebih populer ketimbang konsep distributed ledger technology.

Akan tetapi, kini banyak pengembang yang mencoba untuk keluar dari bayang-bayang blockchain. Makanya, orang sudah mulai paham bagaimana perbedaan antara blockchain vs distributed ledger.

Blockchain adalah satu jenis teknologi distributed ledger yang memungkinkan setiap node mendapatkan salinan sendiri dari ledger. Setiap seseorang menambahkan transaksi baru, maka semua salinan dari ledger ikut mengalami pembaruan. Semua transaksi ini terenkripsi sebelum masuk ke dalam ledger.

Serupa dengan DLT, blockchain tidak membutuhkan otoritas terpusat untuk mengelola operasi. Bahkan, blockchain sudah terdesentralisasi secara penuh. Sebab, ada protokol keamanan yang ketat yang memerlukan kepastian komputasi. Sesuai dengan namanya, blockchain mengelola data-data dalam bentuk blok. Blok-blok ini saling terkait satu sama lain dan terenkripsi untuk keamanannya.

Ilustrasi Blockchain | BeInCrypto

Blockchain hanya mengizinkan operasi penambahan, sehingga seseorang bisa menambahkan data, tetapi tidak bisa mengubah atau menghapus data yang sudah ada. Nah, aspek inilah yang membedakan blockchain dengan database tradisional. Orang tidak bisa mengubah atau menghapus satu blok data, sehingga tiap transaksi terlihat dalam riwayat.

Karena itu, blockchain menjadi teknologi yang paling transparan, apalagi bagi industri keuangan. Sebab, industri finansial memiliki nilai yang sangat besar. Bahkan, menurut prediksi, industri blockchain memiliki nilai sekitar US$16 miliar pada 2024.

Perbedaan Blockchain vs Distributed Ledger Technology

Meskipun kedua teknologi ini terlihat sama, ada perbedaan antara blockchain dan distributed ledger. Distributed ledger adalah induk dari teknologi blokchain. Sementara itu, blockchain adalah versi lebih maju dari distributed ledger.

Jadi, sebenarnya, blockchain adalah satu jenis distributed ledger. Orang bisa bilang bahwa blockchain adalah sebuah distributed ledger, tetapi distributed ledger belum tentu sebuah blockchain.

Perbedaan blockchain vs distributed ledger juga terlihat dari cara kerja teknologi ini. Contohnya, dalam DLT, sebuah konsensus sangatlah penting. Namun, dalam blockchain, developer bisa menggunakan berbagai metode untuk mencapai konsensus, termasuk Proof of Stake (PoS) dan Proof of Work (PoW).

Berikut sejumlah aspek yang hanya ada dalam blockchain tetapi tidak harus ada dalam distributed ledger.

Struktur Blok

Perbedaan pertama antara blockchain vs distributed ledger adalah strukturnya. Blockchain terdiri dari blok-blok data. Struktur ini tidak harus ada dalam distributed ledger. Sebab, distributed ledger hanyalah sebuah database yang tersebar di node-node yang berbeda. Namun, data ini bisa terwakili secara berbeda di setiap ledger.

Sequence

Dalam teknologi blockchain, semua blok hadir dalam sebuah urutan atau sequence tertentu. Sedangkan dalam distributed ledger, tidak mengharuskan adanya urutan spesifik dari data. Urutan blok inilah yang membedakan blockchain dengan distributed ledger secara umum.

Konsensus

Perbedaan lain antara blockhain dan DLT adalah algoritma konsensi yang sangat menghabiskan daya. Dalam kebanyakan kasus, ada penggunaan mekanisme Proof of Work (PoW). Namun, ada juga mekanisme lainnya, yang juga membutuhkan daya besar.

Mekanisme konsensus proof of work menghabiskan banyak daya
Mekanisme konsensus proof of work membutuhkan banyak daya

Di sisi lain, distributed ledger tidak membutuhkan konsensus seperti ini. Makanya, teknologi DLT secara gampangnya lebih mudah mengalami peningkatan skala (scalable).

Kemudian, blockchain memiliki fungsi yang lebih daripada DLT tradisional. Contohnya, ada instantiation dari digital value dan interoperabilitas. Sehingga, kita bisa bilang bahwa blockchain adalah DLT yang lebih canggih.

Implementasi di dunia nyata

Implementasi adalah faktor besar ketika berkaitan dengan blockchain vs distributed ledger. Blockchain tentu saja lebih banyak terpakai karena sudah mendapat perhatian sejak awal pengembangannya.

Di samping itu, banyak perusahaan yang menyukai sifat blockchain dan mula mengintegrasikannya dalam sistem mereka. Contoh perusahaan yang sudah menggunakan blockchain sebagai solusi layanan termasuk IBM, Amazon, Oracle dan Alibaba.

Oleh karena itu, blockchain lebih populer dibandingkan DLT untuk saat ini. Akan tetapi, pasar secara perlahan-lahan mengarah pada konsep keseluruhan dari distributed ledger technology.

Token crypto

Perbedaan kunci antara dua teknologi ini adalah token. Dalam DLT, tidak harus ada token atau mata uang tertentu di dalam jaringan. Token hanya diperlukan ketika kita ingin memblokir spam, dan dibutuhkan sebuah pendeteksi untuk anti-spam.

Adapun di dalam blockchain, siapa saja bisa menjalankan node. Namun, untuk menggerakkan satu node penuh membutuhkan jaringan yang besar sehingga sulit untuk mengelolanya. Makanya ini menjadi sebuah kebutuhan ekonomi bagi token.

Token memainkan peran fundamental dalam teknologi blockchain. Kamu bisa menjalankan node penuh, tetapi tidak bisa memecahkan satu blok baru. Namun, kamu masih bisa menjadi bagian dari sistem dengan melakukan verifikasi transaksi dan blok baru.

Dari perspektif arsitektur, blockchain sangatlah berbeda. Contohnya kehadiran smart contract yang merupakan blok-blok kode individu. Setiap sebuah transaksi muncul dalam jaringan blockchain, itu menciptakan smart contract dalam ekosistem platform. Inilah pembeda lainnya dalam teknologi blockchain vs distributed ledger.

Aplikasi Blockchain dan Distributed Ledger Technology

Banyak aplikasi dan sistem yang menggunakan DLT dan blockchain. Ketika berbicara mengenai blockchain vs distributed ledger, penting untuk melihat sistem di dunia yang bergantung pada teknologi ini. Sehingga, kita bisa makin paham perbedaan blockchain dan distributed ledger lainnya.

Penting untuk mengetahui bahwa DLT bukanlah konsep baru, meskipun baru saja populer belakangan ini. Pembicaraan mengenai database yang tidak terpusat sudah berlangsung cukup lama.

Contohnya pada Bitcoin, yang merupakan cryptocurrency pertama di dunia dan menjadikan blockchain sebuah istilah populer. Bitcoin ada di atas dasar platform blockchain. Selanjutnya, blockchain semakin terkenal di pasar karena adanya cryptocurrency.

Kini, blockchain sudah berdiri sendiri di industri lainnya, tidak hanya pada industri keuangan dan crypto saja. Bahkan kejatuhan di pasar crypto saat ini memiliki dampak yang kecil pada pertumbuhan blockchain.

Keuntungan Blockchain dan Distributed Ledger Technology

Dalam DLT, keuntungan yang paling utama adalah desentralisasi. Teknologi ini menyingkirkan kebutuhan akan otoritas terpusat. Sehingga, DLT memberikan kendali informasi dan alirannya pada semua penggunanya.

Di samping itu, transparansi adalah kunci yang terpenting dalam berbagai industri, terutama perbankan dan keuangan. Distributed ledger menawarkan hal ini dan bisa menangani miliaran transaksi lebih cepat daripada sistem database tradisional.

Ketika masalah operasional teratasi, biaya untuk operasional ini pun secara otomatis bisa berkurang.
Kemudian, blockchain memungkinkan transparansi dalam kasus cryptocurrency. Setiap transaksi bisa terlihat publik. Orang sangat menyukai sistem yang tanpa kompromi dan transaksi juga aman.

Kemananan inilah yang menjadi manfaat selanjutnya bagi desentralisasi. Semua catatan aktivitas dan data baru telah melewati pemeriksaan kemanan yang ketat. Baik itu transfer keuangan atau pembuatan catatan asuransi, algoritma pintar dengan dukungan enkripsi tingkat tinggi menjadikan ekosistem yang tak bisa dimanipulasi.

Keuntungan lainnya berkaitan dengan distributed ledger yang tidak bergantung pada campur tangan manusia, semua proses menjadi lebih cepat dan lebih andal. Data juga tidak bisa dikompomikan karena tidak ada lokasi atau entitas pusat yang mengendalikannya. Blockchain secara lebih lanjut bisa menjadi alat untuk mengatasi berbagai masalah.

Kesimpulan

Jadi, terdapat perbedaan mendasar antara blockhain dan distributed ledger (DLT). Dalam hal ini, distributed ledger technology adalah induk dari blockchain. Dan blockchain adalah distributed ledger yang menjadi teknologi di balik cryptocurrency.

Meskipun terdapat perbedaan, idenya adalah sama, yaitu desentralisasi. Teknologi ini bisa memecahkan berbagai masalah yang kini hadir dalam industri keuangan. Makanya, blockchain sebagai bagian dari cryptocurrency bisa memiliki potensi di industri keuangan. Selanjutnya, teknologi ini juga bisa menjadi revolusi bagi industri lainnya di masa depan.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apakah DLT lebih baik daripada blockchain?

Meskipun DLT lahir lebih dahulu, kedua teknologi ini secara umum memiliki persamaan sifat, termasuk validasi transaksi dengan sistem terdesentralisasi. Namun, blockchain lebih canggih daripada DLT. Sebab, blockchain memiliki urutan sekuens dan hanya memungkinkan penambahan data tetapi tidak penghapusan. Sehingga semua riwayat transaksi bisa tercatat.

Apa perbedaan distributed ledger dan traditional ledger?

Distributed ledger artinya tidak memerlukan otoritas terpusat untuk bisa berfungsi. Keseluruhan sistem berjalan otomatis, sehingga tidak ada kemungkinan terjadi korupsi. Sebaliknya, dalam ledger tradisional, database masih terpusat.

Apakah Bitcoin termasuk DLT?

Bitcoin adalah contoh awal penggunaan blockchain. Cryptocurrency pertama di dunia ini berjalan di atas jaringan blockchain. Blockchain sendiri merupakan pengembangan dari DLT yang lebih canggih

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Prioritas kami adalah menyediakan informasi berkualitas tinggi. Kami meluangkan waktu untuk mengidentifikasi, meriset, dan membuat konten edukasi yang sekiranya dapat bermanfaat bagi para pembaca. Kami menerima komisi dari para mitra kami untuk penempatan produk atau jasa mereka dalam artikel kami, supaya kami bisa tetap menjaga standar mutu dan terus memproduksi konten yang luar biasa. Meski demikian, pemberian komisi ini tidak akan memengaruhi proses kami dalam membuat konten yang tidak bias, jujur, dan bermanfaat.