Lihat lebih banyak

Cara Konversi Bitcoin ke Rupiah dan Withdraw ke Rekening Bank

9 mins
Diperbarui oleh Hanum Dewi
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Bitcoin adalah salah satu aset kripto yang paling populer dan memiliki kapitalisasi pasar terbesar secara global. Baik untuk investasi atau melakukan trading crypto, Bitcoin sering menjadi pilihan. Konversi Bitcoin ke Rupiah dan mata uang lain sangat mungkin terjadi.

Dengan teknologi blockchain yang terdesentralisasi, transaksi Bitcoin bisa terjadi kapan saja tanpa mengenal waktu dan lokasi. Sehingga, aset cryptocurrency ini menjadi satu cara memindahkan dana lintas negara.

Misalnya seorang trader atau investor kripto di Indonesia sudah mendapatkan keuntungan dari hasil trading Bitcoin, ingin mencairkan dananya. Atau, seorang di Indonesia bisa menerima transfer dana dari luar negeri berupa Bitcoin dan ingin mengkonversinya ke Rupiah, tentu ada caranya.

Lantas bagaimana cara melakukan konversi Bitcoin ke rupiah atau mencairkan (withdrawal) cryptocurrency ke rupiah hingga masuk ke rekening bank? Berikut ulasannya.

Beli Bitcoin dan Konversi ke Rupiah

Beli Crypto Pakai Kartu

Biaya Trading Gratis
Beli Crypto Pakai Kartu
Buka OKX www.okx.com
Aset Crypto 350+
Biaya Trading Gratis (waktu terbatas)
Bonus Ajak Teman hingga $10.000

Beli Bitcoin dengan Rupiah

Diawasi oleh Bappebti
Beli Bitcoin dengan Rupiah
Buka Tokocrypto www.tokocrypto.com
Aset Crypto 340+
Biaya Trading 0,1%
Gratis Biaya deposit gratis

Bonus USDT 3200

Trading, Leverage, Earn
Bonus USDT 3200
Buka KuCoin www.kucoin.com
Aset Crypto 700+
Biaya Trading 0,1%
Benefit Fee Diskon 20% dengan KCS

Metodologi dalam memilih exchange terbaik untuk beli Bitcoin (BTC) 2024

Bisakah Konversi Bitcoin ke Rupiah?

Tukar Bitcoin ke rupiah melalui exchange atau P2P
Bitcoin dapat ditukar dengan mata uang fiat termasuk Rupiah

Sejak meluncur pada 2009, Bitcoin kini sudah menjadi aset crypto paling populer dengan kapitalisasi pasar terbesar secara global. Makanya, cryptocurrency ini mencatat volume transaksi yang juga besar akibat banyak orang yang memakainya. Tidak hanya untuk trading dan investasi, di berbagai belahan dunia, Bitcoin sudah menjadi alat pembayaran dan belanja.

Namun, di Indonesia, Bitcoin masih belum mendapat pengakuan sebagai alat pembayaran. Hanya saja, Pemerintah Indonesia sudah mengakui cryptocurrency ini sebagai aset digital atau komoditi yang bisa jadi obyek perdagangan. Karena itu, perlakuan untuk Bitcoin di Indonesia sedikit berbeda dengan di negara-negara lain.

Tentu saja, orang bisa menukarkan Bitcoin ke mata uang fiat manapun termasuk Rupiah. Paling umum, pertukaran atau konversi Bitcoin ke mata uang dolar AS (USD). Akan tetapi, di crypto exchange global, kamu tidak selalu bisa langsung melakukan konversi Bitcoin ke Rupiah. Juga ada batasan untuk pencairan (withdrawal) Bitcoin ke Rupiah atau ke rekening bank. Biasanya, kamu perlu memiliki akun di salah satu crypto exchange atau pedagang aset kripto lokal, seperti TokoCrypto, Indodax atau Pintu untuk melakukan ini.

Belum punya Bitcoin? Kamu bisa membelinya di sejumlah exchange besar. Ikuti panduannya di Cara dan Tempat Terbaik untuk Beli Bitcoin 

Cara Mencairkan Bitcoin ke Rupiah

Secara umum, dalam melakukan trading dan konversi Bitcoin ke Rupiah, istilah yang perlu kamu ketahui adalah deposit dan withdrawal. Deposit adalah menerima Bitcoin dalam dompet atau crypto wallet. Sementara itu, withdrawal adalah menarik atau mengirimkan Bitcoin dari wallet. Berikut cara mencairkan Bitcoin dari wallet.

Konversi Bitcoin ke Rupiah Melalui Exchange atau Bursa Kripto

Sebuah crypto exchange tidak lain adalah sebuah broker pihak ketiga. Ada crypto exchange yang membolehkan deposit menggunakan mata uang fiat seperti rupiah, khususnya bursa lokal seperti Tokocrypto. Tetapi, banyak yang tidak menyediakan deposit dengan uang fiat. Biasanya deposit itu berupa aset kripto seperti stablecoin dari exchange tersebut. Sehingga, kamu perlu menaruh deposit dalam bentuk Bitcoin di exchange tersebut.

Oleh karena itu, untuk mencairkan atau withdraw Bitcoin ke rekening bank, kamu perlu melakukan dua langkah, yaitu penukaran Bitcoin ke Rupiah, dan Penarikan saldo Rupiah dari bursa ke rekening bank. Berikut cara melakukan withdraw Bitcoin ke rekening bank Rupiah melalui bursa lokal Tokocrypto.

Langkah 1: Tukar Bitcoin ke Rupiah

1.Buka Akun Tokocrypto

Daftar atau buka akun di Tokocrypto melalui tautan berikut ini. Isilah form dengan alamat email kamu dan buatlah kata sandi (password). Centang persetujuan dan klik Daftar.

Kemudian, Tokocrypto akan mengirimkan kode verifikasi melalui email. Masukkan kode tersebut, dan lanjutkan verifikasi hingga ke KYC level 1. Siapkan KTP atau kartu identitas kamu untuk melakukan KYC.

2. Buka Dompet > Setoran

Setelah KYC level 1, kamu bisa login ke akun kamu. Lalu, lakukan Setoran atau Deposit melalui menu Dompet > Setoran. Kalau kamu sudah memiliki Bitcoin, kamu bisa melakukan transfer ke alamat Tokocrypto kamu.

Setor Bitcoin ke Tokocrypto

3. Menu Setoran Kripto

Di halaman Setoran, pilih tab Kripto. Lalu Pilih aset Bitcoin dan jaringan yang sesuai. Akan tampil alamat BTC kamu di Tokocrypto. Klik Salin alamat dan gunakan alamat tersebut sebagai tujuan transfer dari wallet asal Bitcoin kamu.

Setor Bitcoin dengan jaringan Bitcoin

4. Jual BTC ke IDR

Masuk ke Menu Instant Trade. Di Tab IDR, pilih crypto yang ingin kamu jual yaitu BTC. Lalu masukkan jumlah BTC yang ingin kamu tukarkan ke rupiah. Centang untuk buat order dan klik Jual BTC.

Jual bitcoin ke rupiah dengan Instant Trade di Tokocrypto

Bila penukaran BTC ke IDR sudah sukses, kamu bisa melihat transaksi tersebut di menu Pesanan > Riwayat Pemesanan. Rupiah akan tampil di Saldo IDR.

Langkah 2: Cairkan Saldo Rupiah ke Bank

Kalau kamu sudah memiliki saldo Rupiah hasil menukarkan Bitcoin milik kamu, sekarang kamu bisa mencairkan (withdraw) ke rekening bank milik kamu.

1.Buka Dompet > Penarikan

Dari menu Dompet, pilih Penarikan.

2. Tambah Rekening

Klik ikon (+) untuk menambah rekening bank kamu.

3. Isi Data Bank

Isilah data nama Bank dan Nomor Rekening sesuai dengan yang kamu miliki. Lalu, klik Selanjutnya. Kamu bisa menambahkan lebih dari satu rekening untuk penarikan di Tokocrypto.

4. Pilih Rekening

Kalau nomor rekening kamu sudah tersimpan, akan muncul di dalam daftar rekening untuk Penarikan. Pilih rekening tersebut. Klik Selanjutnya.

5. Masukkan Nominal

Akan tampil rincian nama bank dan nomor rekening, saldo IDR kamu, serta batas penarikan harian. Masukkan jumlah penarikan. Lihat rincian biaya penarikan: untuk penarikan Rupiah di Tokocrypto terkena biaya tetap Rp10.000 untuk sekali penarikan. Klik Minta Penarikan.

6. Konfirmasi

Setelah itu, kamu akan diminta untuk melakukan verifikasi 2FA melalui email. Masukkan kode yang kamu terima melalui email, dan Konfirmasi. Penarikan dana akan segera masuk ke rekening bank kamu. Cek berkala saldo rekening bank kamu.

Proses withdraw BTC ke Rupiah hingga masuk rekening bank sudah selesai.

Tarik Bitcoin ke Rupiah Melalui Peer-to-Peer (P2P)

Peer-to-peer (P2P) trading adalah proses pertukaran langsung antara penjual atau pemilik Bitcoin dengan pembeli. Ada berbagai platform penyedia layanan peer-to-peer ini. Contoh penyedia layanan P2P yang memungkinkan konversi Bitcoin ke rupiah adalah OKX P2P. Berikut cara withdraw Bitcoin dari OKX P2P.

1. Buat Akun

Untuk menggunakan layanan P2P dari OKX, pertama-tama tentu kamu harus memiliki akun di platform ini. Jika kamu belum punya akun, kamu bisa mendaftar lewat tautan ini dan mendapatkan Welcome Bonus hingga US$10.000 dari OKX. Proses mendaftarnya juga cukup mudah. Kamu dapat memilih mendaftar menggunakan nomor ponsel maupun email, lalu mengatur kata sandi untuk akun OKX baru milikmu.

Catatan

Untuk menggunakan layanan P2P di OKX, pastikan kamu sudah menyelesaikan proses verifikasi KYC level 2.

2. Pilih Trading P2P

Setelah kamu log masuk ke akun, di laman beranda, klik tombol menu di bagian pojok kanan atas. Kemudian, di tab Bursa, kamu akan melihat opsi Beli Kripto. Klik opsi tersebut dan pilih Trading P2P.

3. Atur Metode Pembayaran

Sebelum mulai melakukan transaksi, kamu perlu mengatur metode pembayaran yang diinginkan. Di laman P2P, pada baris menu Trading P2P, klik tombol menu di sebelah kanan dan pilih Profil Saya. Selanjutnya, pada laman profil, kamu akan melihat opsi Kelola Metode Pembayaran. Klik simbol (+), kemudian pilih mata uang IDR dan metode pembayaran yang diinginkan. OKX sejauh ini mendukung metode pembayaran melalui transfer bank dan dompet digital ternama, seperti Dana, GoPay, OVO hingga ShopeePay.

4. Pilih Advertiser

Kalau kamu sudah selesai mengatur metode pembayaran, kembali ke laman P2P. Di laman tersebut, klik tab Jual dan pilih Bitcoin (BTC) sebagai mata uang kripto yang ingin dijual dan pilih IDR sebagai mata uang fiatnya.

Withdraw Bitcoin ke Rupiah dengan fitur P2P OKX

Pilih advertiser (merchant P2P) sesuai dengan jumlah batasan yang ingin kamu jual. Selain itu, lihat juga metode pembayaran yang tersedia. Paling penting, lihat completion rate atau tingkat keberhasilan transaksi. Semakin tinggi tingkat keberhasilan transaksinya, artinya semakin tepercaya juga advertiser tersebut. Lalu, klik tombol Jual pada advertiser yang kamu pilih.

Catatan

Pastikan kamu sudah memindahkan BTC yang ingin dikonversi ke dalam akun pendanaan (funding) OKX milikmu. Untuk mengonversi BTC menjadi rupiah lewat fitur P2P di OKX, BTC harus ditransfer terlebih dulu ke akun pendanaan.

5. Input Jumlah BTC

Masukkan jumlah BTC yang ingin kamu jual, lalu pilih metode pembayaran. Selanjutnya, cek apakah dana sudah masuk. Pihak pembeli dan penjual bisa langsung bertukar pesan melalui fitur chat. Untuk memeriksa dana, kamu bisa melihat notifikasi dari rekening bank atau e-wallet kamu.

6. Konfirmasi Penjualan

Jika dana sudah masuk, konfirmasi penjualan. Selamat! Transaksi withdrawal Bitcoin ke rekening bank melalui fitur P2P OKX pun sudah selesai.

Perhatikan Hal-Hal Ini sebelum Withdraw Bitcoin ke Rupiah

Biaya Transaksi

Dengan menggunakan platform P2P, kamu bisa menukar Bitcoin dan aset kripto lainnya ke dolar, rupiah atau mata uang fiat lain. Nilai transaksi ada batasnya dan biayanya terbilang besar. Contohnya, di kebanyakan platform P2P, maksimal nilai transaksi sebesar US$1000 per hari. Namun, kamu bisa menggunakan P2P di OKX untuk bisa bertransaksi gratis dan tanpa limit transaksi.

Kemudian, untuk bertransaksi di bursa lokal seperti Tokocrypto, pembelian Bitcoin dengan rupiah akan terkena pajak PPN sebesar 0,11% dan penjualan aset kripto terkena PPh 0,1%. Lalu ada biaya penarikan Rp10.000 untuk setiap transaksi penarikan (withdrawal).

Batas Transaksi dan Pencairan

Biasanya ada batas untuk withdrawal Bitcoin dalam jumlah besar. Selain itu, ada juga pemeriksaan yang harus dilalui. Secara umum, limit perdagangan harian bergantung pada metode pembayaran.

Misalnya, di Tokocrypto ada limit transaksi penarikan hingga Rp250 juta per hari untuk yang sudah melakukan KYC level 1. Bila sudah melakukan KYC level 2, limit transaksi bisa mencapai Rp5 miliar per hari.

Pemeriksaan Regulator

Melakukan pencairan dana dari Bitcoin seringkali nilainya tidak sedikit sehingga bisa mendongkrak nilai saldo di rekening bank. Makanya, pencairan Bitcoin ke Rupiah dalam jumlah besar bisa menjadi perhatian bank ketika dilakukan dalam sistem. Jadi, bisa saja akun rekening bank terkena pemblokiran kalau dicurigai terlibat dalam aktivitas pencucian uang.

Volatilitas

Pasar cryptocurrency selalu buka 24/7 dan terkoneksi dengan jaringan blockchain. Sehingga, transaksi bisa berjalan terus menerus dan harga BTC ke IDR pun bisa terus berubah dalam hitungan detik. Nilai Bitcoin dalam Rupiah sangat volatil, maka kamu harus mempertimbangkan lebih dahulu sebelum membeli atau menjual Bitcoin.

Keamanan Transaksi

Setiap bursa kripto menawarkan tingkat keamanan yang beragam. Kamu sebagai pengguna juga perlu selalu memastikan keamanan transaksi, salah satunya dengan menggunakan two-factor authentication.

Two-factor authentication merupakan sistem keamanan tambahan untuk memastikan pengguna yang mengakses sebuah akun merupakan pemilik aslinya. Biasanya sistem ini akan memberikan notifikasi ketika terjadi aktivitas janggal pada akun bagi pengguna. Misalnya, setelah login ke aplikasi, kamu akan mendapatkan email untuk otentikasi bahwa itu adalah kamu yang masuk.

Lama Proses Pencairan

Ketika melakukan pencairan Bitcoin menjadi rupiah atau mata uang fiat lainnya, kamu perlu mempertimbangkan berapa lama waktu yang dibutuhkan. Seperti contoh di artikel ini, platform exchange menggunakan LLG dan RTGS untuk transfer ke rekening bank.

Di beberapa bank, proses pencairan mungkin membutuhkan waktu hingga beberapa hari kerja. Nah, kalau kamu butuh uang tunai dengan cepat, perhatikan kapan waktu yang tepat untuk melakukan pencairan Bitcoin.

Kesimpulan

ETF menawarkan akses BTC bagi investor institusi di pasar keuangan tradisional seperti bursa saham

Pengguna Bitcoin atau cryptocurrency memiliki banyak pilihan untuk melakukan konversi BTC ke IDR atau menarik Bitcoin ke rekening bank dalam rupiah. Untuk melakukan ini, crypto exchange merupakan pilihan yang paling populer, karena kepraktisan dan keandalannya. Sementara itu, platform seperti P2P juga bisa memberikan alternatif dengan variasi biaya. Yang terpenting, selalu pastikan keamanan transaksi baik untuk deposit maupun withdrawal Bitcoin ke rekening bank.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apakah Bitcoin bisa ditarik tunai?

Bagaimana cara mencairkan Bitcoin ke rekening bank?

Berapa lama proses pengiriman Bitcoin?

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Prioritas kami adalah menyediakan informasi berkualitas tinggi. Kami meluangkan waktu untuk mengidentifikasi, meriset, dan membuat konten edukasi yang sekiranya dapat bermanfaat bagi para pembaca. Kami menerima komisi dari para mitra kami untuk penempatan produk atau jasa mereka dalam artikel kami, supaya kami bisa tetap menjaga standar mutu dan terus memproduksi konten yang luar biasa. Meski demikian, pemberian komisi ini tidak akan memengaruhi proses kami dalam membuat konten yang tidak bias, jujur, dan bermanfaat.

foto-profil-hanum.png
Hanum Dewi
Hanum Dewi adalah seorang penulis dengan spesialisasi pada topik bisnis, keuangan, dan investasi. Dengan latar belakang pendidikan di bidang komunikasi dan pengalaman 8+ tahun di pasar modal, Hanum juga melakukan riset untuk membuat konten yang menarik dan informatif di berbagai topik. Melengkapi kemampuan menulisnya, dia juga selalu mengikuti tren dan perkembangan terbaru di industri cryptocurrency, DeFi, dan web3.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori