Bitcoin btc
$ usd

Cara Konversi Bitcoin ke Rupiah dan Withdraw ke Rekening Bank

5 mins
20 Januari 2023, 02:01 WIB
Diperbarui oleh Hanum Dewi
8 Maret 2023, 20:06 WIB

Bitcoin adalah salah satu aset kripto yang paling populer dan memiliki kapitalisasi pasar terbesar secara global. Baik untuk investasi atau melakukan trading crypto, Bitcoin sering menjadi pilihan. Konversi Bitcoin ke Rupiah dan mata uang lain sangat mungkin terjadi.

Dengan teknologi blockchain yang terdesentralisasi, transaksi Bitcoin bisa terjadi kapan saja tanpa mengenal waktu dan lokasi. Sehingga, aset cryptocurrency ini menjadi satu cara memindahkan dana lintas negara.

Misalnya seorang trader atau investor kripto di Indonesia sudah mendapatkan keuntungan dari hasil trading Bitcoin, ingin mencairkan dananya. Atau, seorang di Indonesia bisa menerima transfer dana dari luar negeri berupa Bitcoin dan ingin mengkonversinya ke Rupiah, tentu ada caranya.

Lantas bagaimana cara melakukan konversi Bitcoin ke rupiah atau mencairkan (withdrawal) cryptocurrency ke rupiah hingga masuk ke rekening bank? Berikut ulasannya.

Ingin mendapatkan tutorial terkait trading di pasar cryptocurrency? Bergabunglah dengan Komunitas Trading BeInCrypto di Telegram: baca ulasan dan analisis teknikal cryptocurrency gratis, tanyakan dan dapatkan jawaban atas semua pertanyaan kamu dari trader PRO. Gabung sekarang!

Bisakah Konversi Bitcoin ke Rupiah?

Sejak meluncur pada 2009, Bitcoin kini sudah menjadi aset crypto paling populer dengan kapitalisasi pasar terbesar secara global. Makanya, cryptocurrency ini mencatat volume transaksi yang juga besar akibat banyak orang yang memakainya. Tidak hanya untuk trading dan investasi, di berbagai belahan dunia, Bitcoin sudah menjadi alat pembayaran dan belanja.

Namun, di Indonesia, Bitcoin masih belum mendapat pengakuan sebagai alat pembayaran. Hanya saja, Pemerintah Indonesia sudah mengakui cryptocurrency ini sebagai aset digital atau komoditi yang bisa jadi obyek perdagangan. Karena itu, perlakuan untuk Bitcoin di Indonesia sedikit berbeda dengan di negara-negara lain.

Tentu saja, orang bisa menukarkan Bitcoin ke mata uang fiat manapun termasuk Rupiah. Paling umum, pertukaran atau konversi Bitcoin ke mata uang dolar AS (USD). Akan tetapi, di crypto exchange global, kamu tidak selalu bisa langsung melakukan konversi Bitcoin ke Rupiah. Juga ada batasan untuk pencairan (withdrawal) Bitcoin ke Rupiah atau ke rekening bank. Biasanya, kamu perlu memiliki akun di salah satu crypto exchange atau pedagang aset kripto lokal, seperti TokoCrypto, Indodax atau Pintu untuk melakukan ini.

Cara Mencairkan Bitcoin ke Rupiah

Secara umum, dalam melakukan trading dan konversi Bitcoin ke Rupiah, istilah yang perlu kamu ketahui adalah deposit dan withdrawal. Deposit adalah menerima Bitcoin dalam dompet atau wallet. Sementara itu, withdrawal adalah menarik atau mengirimkan Bitcoin dari wallet. Berikut cara mencairkan Bitcoin dari wallet.

Buka Akun di Crypto Exchange Berikut

Melalui Exchange atau Bursa Kripto

Sebuah crypto exchange tidak lain adalah sebuah broker pihak ketiga. Ada crypto exchange yang membolehkan deposit menggunakan mata uang fiat seperti rupiah. Tetapi, banyak yang tidak menyediakan deposit dengan uang fiat. Biasanya deposit itu berupa aset kripto seperti stablecoin dari exchange tersebut. Makanya, kamu perlu menaruh deposit dalam bentuk Bitcoin di exchange tersebut. Berikut cara mencairkan atau withdraw Bitcoin ke Rupiah melalui exchange.

  • Kalau BTC masih ada di wallet pribadi, transfer dulu ke wallet exchange tersebut.
  • Setelah exchange menerima Bitcoin, kamu bisa menjual Bitcoin tersebut agar bisa dicairkan ke rekening bank dalam Rupiah. Selanjutnya, masukkan jumlah Bitcoin yang ingin dijual dan setelah berhasil akan masuk ke dalam saldo.
  • Withdraw Rupiah. Segera konversi Bitcoin ke Rupiah dengan mengajukan penarikan atau withdraw mata uang fiat. Pilih bank atau e-money (Gopay, Dana, LinkAja) untuk tujuan penarikan.
  • Konfirmasi. Biasanya konfirmasi melalui email, makanya cek inbox.
  • Cek saldo bank atau e-money. Proses ke e-money biasanya cepat dalam hitungan menit, demikian juga transfer bank. Namun, proses transfer ke rekening bank menggunakan jaringan LLG atau RTGS ada batas waktu dan bisa masuk di hari kerja berikutnya. Makanya, cek berkala rekening bank atau e-money.

Proses withdraw BTC ke Rupiah hingga masuk rekening bank sudah selesai.

Tarik Bitcoin ke Rupiah Melalui Peer-to-Peer (P2P)

Peer-to-peer (P2P) trading adalah proses pertukaran langsung antara penjual atau pemilik Bitcoin dengan pembeli. Ada berbagai platform penyedia layanan peer-to-peer ini. Contoh penyedia layanan P2P yang memungkinkan konversi Bitcoin ke rupiah adalah Binance P2P. Berikut cara withdraw Bitcoin dari Binance P2P.

  • Untuk menggunakan platform ini, pertama-tama tentu kamu harus masuk ke website ada aplikasi menggunakan nama dan password.
  • Pilih P2P Trading Option. Lalu, pilih Jual dan pilih Bitcoin atau BTC. Selanjutnya, pilih mata uang fiat yang dituju, misalnya untuk konversi BTC ke IDR untuk Rupiah. Kemudian, pilih metode pembayaran misalnya rekening bank atau e-wallet.
  • Pilih advertiser (pembeli) sesuai dengan jumlah batasan yang ingin kamu jual. Selain itu, lihat juga metode pembayaran yang tersedia. Paling penting, lihat completion rate atau tingkat keberhasilan transaksi, paling tinggi palik baik. Lalu klik Jual.
  • Cek dana sudah masuk. Pihak pembeli dan penjual bisa langsung bertukar pesan melalui fitur chat. Periksa apakah dana sudah masuk dengan melihat notifikasi dari rekening bank atau e-wallet kamu.
  • Konfirmasi penjualan. Pastikan dana sudah masuk sebelum melakukan konfirmasi penjualan.

Transaksi withdrawal Bitcoin ke rekening bank pun sudah selesai.

Bitcoin dapat ditukar dengan mata uang fiat termasuk Rupiah
Bitcoin dapat ditukar dengan mata uang fiat termasuk Rupiah

Perhatikan Sebelum Withdraw Bitcoin ke Rupiah

Biaya Transaksi

Dengan menggunakan platform P2P, kamu bisa menukar Bitcoin dan aset kripto lainnya ke dolar, rupiah atau mata uang fiat lain. Nilai transaksi ada batasnya dan biayanya terbilang besar. Contohnya, di kebanyakan paltform P2P, maksimal nilai transaksi sebesar US$1000 per hari. Namun, kamu bisa menggunakan Binance P2P untuk bisa bertransaksi gratis dan tanpa limit transaksi.

Batas Transaksi dan Pencairan

Biasanya ada batas untuk withdrawal Bitcoin dalam jumlah besar. Selain itu, ada juga pemeriksaan yang harus dilalui.
Seca umum, limit perdagangan harian bergantung pada metode pembayaran.

Misalnya, ada limit transaksi di LocalBitcoins hingga maksimum 200.000 euro per tahun bila pengguna melakukan KYC level 2. Namun, untuk pengguna yang sudah menyelesaikan KYC level 3 tidak terkena batasan transaksi.

Pemeriksaan Regulator

Melakukan pencairan dana dari Bitcoin seringkali nilainya tidak sedikit sehingga bisa mendongkrak nilai saldo di rekening bank. Makanya, pencairan Bitcoin ke Rupiah dalam jumlah besar bisa menjadi perhatian bank ketika dilakukan dalam sistem. Jadi, bisa saja akun rekening bank terkena pemblokiran kalau dicurigai terlibat dalam aktivitas pencucian uang.

Volatilitas

Pasar cryptocurrency selalu buka 24/7 dan terkoneksi dengan jaringan blockchain. Sehingga transaksi bisa berjalan terus menerus dan harga BTC ke IDR pun bisa terus berubah dalam hitungan detik. Nilai Bitcoin dalam Rupiah sangat volatil, maka kamu harus mempertimbangkan lebih dahulu sebelum membeli atau menjual Bitcoin.

Keamanan Transaksi

Setiap bursa kripto menawarkan tingkat keamanan yang beragam. Kamu sebagai pengguna juga perlu selalu memastikan keamanan transaksi, salah satunya dengan menggunakan two-factor authentication.

Two-factor authentication merupakan sistem keamanan tambahan untuk memastikan pengguna yang mengakses sebuah akun merupakan pemilik aslinya. Biasanya sistem ini akan memberikan notifikasi ketika terjadi aktivitas janggal pada akun bagi pengguna. Misalnya, setelah login ke aplikasi, kamu akan mendapatkan email untuk otentikasi bahwa itu adalah kamu yang masuk.

Lama Proses Pencairan

Ketika melakukan pencairan Bitcoin menjadi rupiah atau mata uang fiat lainnya, kamu perlu mempertimbangkan berapa lama waktu yang dibutuhkan. Seperti contoh di artikel ini, platform exchange menggunakan LLG dan RTGS untuk transfer ke rekening bank.

Di beberapa bank, proses pencairan mungkin membutuhkan waktu hingga beberapa hari kerja. Nah, kalau kamu butuh uang tunai dengan cepat, perhatikan kapan waktu yang tepat untuk melakukan pencairan Bitcoin.

Kesimpulan

Pengguna Bitcoin atau cryptocurrency memiliki banyak pilihan untuk melakukan konversi BTC ke IDR atau menarik Bitcoin ke rekening bank dalam rupiah. Untuk melakukan ini, crypto exchange merupakan pilihan yang paling populer. Sebab, bursa kripto sudah terkenal dan andal. Sementara itu, platform seperti P2P juga bisa memberikan alternatif dengan variasi biaya. Yang terpenting, selalu pastikan keamanan transaksi baik untuk deposit maupun withdrawal Bitcoin ke rekening bank.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apakah Bitcoin bisa ditarik tunai?

Meski bukan alat tukar yang sah di Indonesia, Bitcoin sebagai aset crypto bisa dicairkan menjadi uang tunai agar bisa dibelanjakan.

Bagaimana cara mencairkan bitcoin ke rekening bank?

Kamu bisa menggunakan crypto exchange atau P2P platform untuk mencairkan Bitcoin. Kemudian, pilih menu withdraw atau penarikan ke rekening bank.

Berapa lama proses pengiriman Bitcoin?

Ini mungkin memerlukan waktu mulai dari lima menit hingga satu jam, tergantung jaringan Bitcoin. Sementara proses pencairan ke rekening bank mungkin butuh waktu tergantung proses dan sistem bank tersebut.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Prioritas kami adalah menyediakan informasi berkualitas tinggi. Kami meluangkan waktu untuk mengidentifikasi, meriset, dan membuat konten edukasi yang sekiranya dapat bermanfaat bagi para pembaca. Kami menerima komisi dari para mitra kami untuk penempatan produk atau jasa mereka dalam artikel kami, supaya kami bisa tetap menjaga standar mutu dan terus memproduksi konten yang luar biasa. Meski demikian, pemberian komisi ini tidak akan memengaruhi proses kami dalam membuat konten yang tidak bias, jujur, dan bermanfaat.

Disponsori
Disponsori