Lihat lebih banyak

Cara Siapkan Dana Pensiun Mandiri dengan Investasi Crypto

5 mins
Diperbarui oleh Hanum Dewi
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Setiap orang pasti akan menua. Artinya, para pekerja yang kini produktif nanti akan memasuki masa pensiun jika sudah waktunya. Akan tetapi, tidak semua orang sudah mempersiapkan tabungan sebagai jaminan hari tua nantinya. Buat kamu yang masih muda, mulailah menabung dan berinvestasi, termasuk dengan investasi crypto, agar dapat mencapai target dana pensiun demi hari tua yang sejahtera.

Bagaimana caranya? Berikut ulasannya.

Ingin mendapatkan ulasan terkait proyek baru cryptocurrency? Bergabunglah dengan Komunitas Trading BeInCrypto di Telegram: baca ulasan dan analisis teknikal cryptocurrency gratis, tanyakan dan dapatkan jawaban atas semua pertanyaan kamu dari trader PRO. Gabung sekarang!

Apa itu Masa Pensiun?

Masa pensiun adalah waktu ketika seseorang memutuskan untuk meninggalkan pekerjaan rutin secara permanen. Dalam bahasa Inggris, padanan kata untuk istilah ini adalah retirement dan di berbagai negara, terdapat usia pensiun yang berbeda-beda.

Sebagai contoh, usia pensiun di Amerika Serikat dan sejumlah negara maju adalah 65 tahun. Sementara di Indonesia, hal ini mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2015 Pasal 15 tentang Penyelengaraan Program Jaminan Pensiun. Mulai 1 Januari 2019, usia pensiun menjadi 57 tahun. Lalu, batas selanjutnya bertambah 1 tahun untuk setiap 3 tahun berikutnya sampai mencapai batas 65 tahun. Jadi, saat ini usia pensiun di Indonesia adalah 58 tahun dan mulai 2043 akan mencapai 65 tahun.

Berkaitan dengan kesejahteraan saat hari tua, Pemerintah sudah menyiapkan program dana pensiun bagi pekerja. Tidak hanya untuk PNS atau ASN, program dana yang memberikan pendapatan di hari tua juga perlu bagi karyawan swasta. Biasanya, pemberi kerja mendaftarkan karyawan dalam program Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pensiun di BPJS Ketenagakerjaan.

Menurut OJK, dana pensiun dikelola oleh pengelola dana profesional yang mengambil keputusan investasi atas nama peserta. Akan tetapi, model dana pensiun tradisional menghadapi tantangan dalam beberapa tahun terakhir akibat faktor seperti suku bunga rendah dan volatilitas pasar. Bahkan, ada berita yang mengabarkan dana pensiun BUMN rugi hampir Rp10 triliun. Maka dari itu, buat kamu yang makin sadar untuk kesejahteraan di masa tua, bisa melakukan persiapan dana pensiun mandiri dengan peluang di berbagai aset, termasuk investasi cryptocurrency.

Dana Pensiun dengan investasi crypto

Mengelola dana pensiun sendiri tentu berbeda dengan menggunakan program Jaminan Hari Tua atau Jaminan Pensiun dari BPJS Ketenagakerjaan. Buat kamu yang mencoba mengelola dana pensiun sendiri, kamu perlu menghitung bagaimana bila nanti saat waktunya uang yang kamu butuhkan cukup untuk biaya kehidupan sehari-hari. Perhitungan ini tentu saja harus mempertimbangkan inflasi di masa depan. Contoh, perkiraan dana pensiun yang diperlukan untuk kehidupan layak pada 2045 adalah sebesar Rp6,4 miliar.

Perkiraan tersebut bisa kamu jadikan target pencapaian nantinya. Sementara itu, dengan jangka waktu yang cukup panjang, kamu bisa mulai mengatur uang dan porsi investasi kamu, termasuk dalam investasi cryptocurrency.

Berikut langkah yang perlu kamu pertimbangkan untuk memilih crypto sebagai aset investasi mengumpulkan dana pensiun mandiri:

1. Pelajari tentang investasi crypto

Sebelum memulai investasi, pastikan kamu memahami tentang crypto dan bagaimana cara kerjanya. Pelajari tentang berbagai jenis crypto yang ada, platform trading, dan bagaimana memilih crypto yang tepat untuk investasi.

2. Tentukan target dana investasi

Lalu, tentukan target investasi dan berapa banyak dana yang ingin kamu investasikan. Hal ini akan membantu kamu memilih strategi investasi yang tepat dan menghindari risiko kerugian yang besar.

3. Cari platform trading yang terpercaya

Selanjutnya, pilih platform trading crypto yang terpercaya dan aman. Pastikan platform tersebut memiliki lisensi dan regulasi yang sesuai. Selain itu, pastikan platform tersebut menyediakan informasi yang jelas dan transparan tentang biaya dan risiko investasi.

4. Diversifikasi portofolio crypto

Kemudian, lakukan peragaman portofolio crypto dengan memilih beberapa jenis crypto yang berbeda. Hal ini akan membantu mengurangi risiko kerugian yang besar jika salah satu jenis crypto mengalami penurunan harga.

5. Pilih aset crypto bluechip

Ingatlah, investasi crypto memiliki risiko yang tinggi. Makanya, kamu bisa memilih aset kripto yang kapitalisasinya besar (blue chip) seperti Bitcoin dan Ethereum untuk memitigasinya.

6. Investasi rutin dengan strategi DCA

Terakhir, pilih strategi yang cocok untuk investasi dan sesuai profil risiko. Strategi dollar cost averaging bisa menjadi satu cara mengumpulkan uang investasi tanpa harus memikirkan kapan waktu masuk yang tepat. Tujuannya, investor bisa mengefisienkan biaya (cost) dengan mengambil harga rata-rata dan melindungi nilai aset dari volatilitas pasar.

Simulasi Investasi Crypto untuk Dana Pensiun

Sebagai contoh, seorang investor memutuskan untuk menginvestasikan $100 setiap bulan dalam Bitcoin selama 10 tahun terakhir. Investor menggunakan strategi DCA untuk mengumpulkan dana pensiun sejak Juni 2013 hingga Juni 2023 terdapat 120 bulan. Berikut perhitungan untuk investasi Bitcoin bulanan dalam 10 tahun terakhir.

Tahun Jumlah Bitcoin dibeliBitcoin dalam PortoNilai Bitcoin (US$)
20134.064.063273.33
20142.566.622106.55
20154.5311.154794.31
20162.1813.3312844.22
20170.5513.88192267.20
20180.1814.0652172.56
20190.1914.25102583.51
20200.1114.37415956.97
20210.0314.39665328.87
20220.0514.44238867.73
20230.0214.47375240.11
Simulasi investasi Bitcoin dalam USD. Sumber harga: investing, diolah Beincrypto.com

Secara hitungan modal, investor mengeluarkan hanya US$100 X 120 bulan yaitu US$12000. Akan tetapi, karena pertumbuhan nilai bitcoin, nilai investasi crypto yang didapatkan setelah 10 tahun mencapai US$375240, atau saat ini setara Rp5,59 miliar. Ini menampilkan pertumbuhan 3000% atau 31 kali lipat dari modal awalnya. Sehingga, investor bisa mengumpulkan dana pensiun yang cukup dari hasil investasi crypto Bitcoin tersebut.

Risiko Dana Pensiun dengan Crypto

Melihat potensi keuntungan investasi crypto termasuk harga bitcoin jangka panjang, kamu bisa mempertimbangkan aset tersebut. Namun, terdapat beberapa risiko investasi crypto untuk dana pensiun antara lain:

  • Volatilitas harga yang tinggi: Harga crypto sangat fluktuatif dan dapat berubah secara tiba-tiba dalam waktu singkat. Oleh karena itu, nilai investasi crypto dapat terpengaruh secara signifikan dalam waktu singkat.
  • Risiko keamanan: Investasi crypto dapat rentan terhadap serangan keamanan dan hacking, yang dapat mengakibatkan kehilangan dana investasi.
  • Regulasi yang belum jelas: Regulasi di bidang crypto masih belum jelas di beberapa negara, sehingga dapat menimbulkan ketidakpastian dalam hal hukum dan kebijakan. Termasuk di Indonesia belum menerima cryptocurrency sebagai alat pembayaran.
  • Likuiditas yang rendah: Tidak seperti investasi konvensional, crypto belum sepenuhnya diterima oleh pasar keuangan global. Oleh karena itu, likuiditas cryptocurrency masih relatif rendah dibandingkan dengan aset tradisional seperti saham atau obligasi.

Pastikan kamu memahami risiko investasi tersebut dan memperhitungkan kemungkinan kerugian yang dapat terjadi sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam crypto sebagai dana pensiun.

Kesimpulan

Jika ingin mempersiapkan dana pensiun, investasi crypto bisa menjadi pilihan. Sebelum mengambil langkah investasi, investor perlu mempelajari tentang crypto, menentukan tujuan investasi, memilih platform trading yang terpercaya, diversifikasi portofolio crypto, dan memperhatikan faktor risiko.

Dalam jangka panjang, investasi di cryptocurrency seperti Bitcoin dapat memberikan hasil yang menggiurkan. Namun, investasi crypto memiliki risiko tinggi seperti volatilitas harga, risiko keamanan, regulasi yang belum jelas, dan likuiditas yang rendah. Pastikan memahami risiko investasi tersebut dan menyesuaikan dengan profil risiko dan tujuan investasi.

Pertanyaan yang sering muncul

Apa itu pensiun?

Berapa usia pensiun?

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Prioritas kami adalah menyediakan informasi berkualitas tinggi. Kami meluangkan waktu untuk mengidentifikasi, meriset, dan membuat konten edukasi yang sekiranya dapat bermanfaat bagi para pembaca. Kami menerima komisi dari para mitra kami untuk penempatan produk atau jasa mereka dalam artikel kami, supaya kami bisa tetap menjaga standar mutu dan terus memproduksi konten yang luar biasa. Meski demikian, pemberian komisi ini tidak akan memengaruhi proses kami dalam membuat konten yang tidak bias, jujur, dan bermanfaat.

foto-profil-hanum.png
Hanum Dewi
Hanum Dewi adalah seorang penulis dengan spesialisasi pada topik bisnis, keuangan, dan investasi. Dengan latar belakang pendidikan di bidang komunikasi dan pengalaman 8+ tahun di pasar modal, Hanum juga melakukan riset untuk membuat konten yang menarik dan informatif di berbagai topik. Melengkapi kemampuan menulisnya, dia juga selalu mengikuti tren dan perkembangan terbaru di industri cryptocurrency, DeFi, dan web3.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori