Lihat lebih banyak

5 Perbedaan Futures dan Spot dalam Trading Crypto

8 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Dunia trading crypto memungkinkan kesempatan yang sangat luas, dengan hadirnya berbagai jenis pasar. Ada futures trading dan ada juga spot trading, apa bedanya? Jangan bingung, lanjut baca artikel ini untuk memahami tentang futures dan spot market dalam trading crypto.

Exchange Terbaik untuk Trading Crypto

Bonus USDT 3200

Trading, Leverage, Earn
Bonus USDT 3200
Buka KuCoin www.kucoin.com
Aset Crypto 700+
Biaya Trading 0,1%
Benefit Fee Diskon 20% dengan KCS

Beli Crypto Pakai Kartu

Biaya Trading Gratis
Beli Crypto Pakai Kartu
Buka OKX www.okx.com
Aset Crypto 350+
Biaya Trading Gratis (waktu terbatas)
Bonus Ajak Teman hingga $10.000

Beli Crypto Tanpa KYC

Derivatif Crypto Terbaik
Beli Crypto Tanpa KYC
Buka BYDFi www.bydfi.com
Aset Crypto 600+
Biaya Trading 0,05%
Hadiah USDT 2888

Apa itu Futures Trading?

Futures trading crypto adalah bentuk perdagangan kontrak untuk membeli atau menjual suatu jumlah aset kripto pada tanggal kedaluwarsa di masa depan dengan harga yang telah tertentu. Ini melibatkan kontrak berjangka (futures contracts), antara pihak pembeli dan penjual yang menyetujui harga dan tanggal kedaluwarsa di masa depan untuk transaksi aset kripto tertentu. Yang menjadi obyek dalam perdagangan berjangka adalah kontrak, sehingga tidak selalu melibatkan aset. Misalnya, trader bisa saja mengambil posisi jual (short) tanpa harus memiliki aset crypto.

Akan tetapi, tidak semua futures trading memiliki tanggal kedaluwarsa. Dalam hal ini ada yang bernama kontrak perpetual, yaitu kontrak berjangka tanpa tanggal kedaluwarsa atau penyelesaian. Jenis kontrak futures ini berlangsung selamanya hingga trader menutup posisinya di pasar crypto.

Salah satu tujuan utama dari futures trading adalah untuk melakukan lindung nilai (hedging). Trader atau investor dapat menggunakan kontrak berjangka untuk melindungi portofolio dari fluktuasi harga aset kripto dengan mengunci harga di masa depan.

Di sisi lain, banyak trader terlibat dalam futures trading crypto untuk tujuan spekulasi. Mereka berusaha memanfaatkan perubahan harga aset kripto untuk mendapatkan keuntungan. Lantas, untuk memperbesar potensi keuntungan di pasar crypto futures, trader bisa menggunakan leverage untuk mengambil posisi lebih besar dari modal mereka. Leverage dapat meningkatkan potensi keuntungan, tetapi juga meningkatkan risiko kerugian.

Posisi short dan long dalam futures trading crypto

Apa itu Spot Trading?

Spot trading adalah aktivitas pembelian atau penjualan instrumen keuangan, cryptocurrency atau komoditas secara instan pada waktu dan tanggal tertentu. Lalu, istilah spot market adalah tempat terjadinya perdagangan spot, seperti crypto exchange. Maka dari itu, spot market crypto adalah tempat spot trading untuk aset cryptocurrency.

Di pasar crypto, spot trading bisa berlangsung secara real time dan dalam hitungan detik. Selain itu, pasar crypto juga berjalan 24/7 terus menerus, sehingga memberikan fleksibilitas bagi trader untuk trading kapan saja.

Mulai Trading Crypto


Beda Futures dan Spot dalam Trading Crypto

Spot trading dan trading futures adalah dua jenis transaksi yang umum berlaku dalam pasar kripto. Berikut adalah perbedaan utama antara keduanya:

1. Waktu Penyelesaian Perdagangan Spot vs Futures

Dalam spot trading, transaksi terjadi dan selesai secara instan. Artinya, pembelian atau penjualan aset kripto terjadi dan ditetapkan pada saat itu juga. Penyelesaian transaksi umumnya terjadi dalam waktu singkat, seiring dengan waktu untuk memproses transaksi di jaringan blockchain.

Sementara itu, transaksi futures melibatkan kesepakatan untuk membeli atau menjual aset kripto pada tanggal tertentu di masa depan dengan harga yang telah ditentukan. Penyelesaian kontrak futures juga terjadi pada tanggal kedaluwarsa yang ditentukan sebelumnya.

2. Kepemilikan Aset dalam Spot vs Futures Trading

Dalam perdagangan spot, pembeli dan penjual langsung memiliki aset kripto dan bertanggung jawab atas keamanan dan penyimpanannya. Transaksi ini memberikan hak milik langsung atas aset tersebut.

Sementara itu, para pihak yang terlibat dalam kontrak futures tidak memiliki aset kripto secara fisik selama kontrak berlangsung. Mereka memiliki hak atau kewajiban untuk membeli atau menjual aset pada tanggal kedaluwarsa, tetapi tidak memiliki kepemilikan langsung atas aset tersebut.

3. Tujuan Utama Spot vs Futures Trading

Spot trading biasanya dilakukan oleh trader dan investor yang ingin memegang aset kripto untuk jangka waktu yang lebih panjang. Harapannya, nilai aset tersebut akan meningkat seiring waktu.

Di sisi lain, trader melakukan perdagangan berjangka karena tertarik pada spekulasi harga, lindung nilai (hedging), atau keinginan untuk menggunakan leverage. Futures trading memungkinkan untuk mendapatkan keuntungan dari perubahan harga aset tanpa harus memiliki aset tersebut secara fisik.

4. Posisi Short dan Long

Dalam perdagangan futures, trader bisa mengambil keuntungan dari pergerakan pasar baik naik atau turun dengan memilih posisi long (buy) atau short (sell). Dengan posisi long, trader memperkirakan harga di masa depan naik sementara dengan posisi short trader yakin harga akan turun.

Di sisi lain, dalam spot trading, trader membeli aset kripto dengan harga yang berlaku saat itu, dan kemudian dapat menjualnya kembali dengan harga yang lebih tinggi untuk mendapatkan keuntungan. Namun, jika trader tidak memiliki aset crypto untuk dijual, mereka perlu meminjamnya dengan fitur margin.

Futures trading di aplikasi crypto KuCoin
Futures trading di aplikasi crypto KuCoin

5. Leverage dalam Spot vs Futures Trading

Umumnya, spot trading tidak melibatkan penggunaan leverage. Trader hanya bisa membeli aset dengan jumlah uang yang dimilikinya.

Namun dalam futures trading, trader dapat mengontrol sejumlah aset yang lebih besar daripada jumlah uang yang mereka miliki dengan leverage. Namun, penggunaan leverage crypto juga membawa risiko yang lebih tinggi.

Exchange Terbaik Tempat Trading Crypto Futures dan Spot

1. KuCoin

Buat kamu yang tertarik untuk trading crypto, KuCoin memiliki berbagai alat untuk setiap peluang. Mulai dari trading cepat melalui pembelian crypto pakai kartu kredit/debit hingga peer-to-peer trading (P2P). Metode pembayarannya tersedia dengan memakai layanan pihak ketiga untuk deposit fiat, sehingga sangat mendukung perdagangan yang cepat dan mudah.

KuCoin juga memiliki dasbor perdagangan terperinci untuk kemudahan akses. Ini termasuk akses ke perdagangan spot, perdagangan margin – baik cross margin maupun isolated margin – dan bahkan konversi kripto yang cepat.
Selain itu, alat perdagangan KuCoin juga mencakup akses ke derivatif dalam bentuk futures, dengan 219 kontrak untuk trading pada waktu penulisan artikel ini. KuCoin adalah salah satu dari sedikit bursa yang menawarkan akses ke token leverage yang mewakili derivatif tetapi dengan cara sederhana dan mudah kamu pahami.

Kelebihan

  • Pilihan mata uang kripto yang beragam
  • Biaya perdagangan yang kompetitif
  • Antarmuka KuCoin ramah pengguna
  • Kehadiran global
  • Ketersediaan fitur trading tingkat lanjut
  • Pengelolaan akun media sosial yang baik, termasuk akun Twitter (X) yang aktif
  • Pemberitahuan ancaman yang cepat dan proaktif

Kekurangan

  • Belum dapat lisensi pedagang aset kripto dari Bappebti di Indonesia
  • Pernah mengalami peretasan di masa lalu
  • Tidak memiliki banyak ulasan pengguna yang positif di internet
  • Opsi pembelian terbatas dengan mata uang fiat

Lihat juga ulasan lengkap mengenai KuCoin di artikel Review KuCoin 2023: Ulasan Fitur, Kelebihan dan Cara Daftar

2. OKX

OKX adalah sebuah bursa kripto atau cryptocurrency exchange yang berbasis di Seychelles dan berdiri sejak 2014. Exchange ini telah memiliki jutaan pengguna di lebih dari 100 negara. Terbaru, OKX exchange melakukan ekspansi sebagai entitas kripto legal di Bahama dengan mendirikan OKX Bahama. Per November 2023, crypto exchange ini masuk dalam 10 besar volume perdagangan, mencapai US$1,9 miliar (24 jam terakhir), menurut CoinMarketCap.

Kelebihan

  • Informasi untuk edukasi
  • Berbagai kontrak
  • Tersedia secara global

Kekurangan

  • Tidak tersedia di A.S.

Pahami lebih dalam tentang crypto exchange ini dan cara daftarnya di artikel Ulasan OKX Exchange 2023 dan Cara Daftar untuk Trading Crypto hingga Uang Fiat

3. Kraken

Kraken adalah sebuah crypto exchange yang berdiri pada 2011 dan berbasis di California, Amerika Serikat. Bursa kripto (crypto exchange) ini melayani trading aset kripto yang cukup luas, termasuk pertukaran dengan mata uang fiat, spot hingga futures trading.

Kelebihan

  • Fitur perdagangan tingkat lanjut
  • Opsi multi-collateral (10)
  • Leverage hingga 50x

Kekurangan

  • Futures trading tidak tersedia untuk penduduk AS
  • Dukungan mata uang fiat terbatas
  • UI sedikit berantakan

Simak selengkapnya tentang salah satu exchange terbesar global ini dalam Ulasan Kraken Crypto Exchange 2023 dan Panduan Cara Daftar

4. BYDFi

BYDFi (BUIDL Your Dream Finance), sebelumnya bernama Bityard, adalah platform crypto exchange yang relatif baru. Meluncur sejak tahun 2019, BYDFi memiliki produk spot, derivatif, copy trading, dan lite contracts. Sebagai informasi, lite contracts adalah versi demo trading BYDFi.

Untuk trading spot, pengguna bisa menggunakan konversi langsung, classic spot trading hingga advance spot trading. Kemudian, trader bisa melakukan trading derivatif, yaitu kontrak atau perjanjian dengan nilai atau peluang keuntungan terkait dengan kinerja aset cryptocurrency. Sejumlah produk derivatif crypto yang tersedia di BYDFi termasuk futures atau contract perpetual COIN-M dan USDT-M trading.

Kelebihan

  • Jumlah pasangan perdagangan yang tersedia mencapai hingga 600 aset
  • Biaya slippage yang rendah, yakni mulai dari 0,1%
  • Tidak memerlukan verifikasi KYC. Cukup daftar dengan email atau nomor ponsel
  • Leverage hingga 200x untuk perpetual trading tiga crypto utama

Kekurangan

  • Layanan pelanggan yang cukup lambat menurut para pengguna
  • Tidak menawarkan imbal hasil melalui staking
  • Belum terdaftar sebagai pedagang aset kripto resmi di Indonesia

Apabila kamu berminat untuk mencoba trading crypto di BYDFi, kamu bisa membaca panduan lengkapnya di Review BYDFi: Leverage Trading Crypto & Beli Bitcoin tanpa Harus KYC.

5. Bybit

Bybit adalah salah satu aplikasi trading crypto dengan pertumbuhan tercepat dan terbesar. Trader dapat memperdagangkan Bitcoin, Ethereum, dan cryptocurrency lain di berbagai pasar, mulai dari spot, kontrak, termasuk Inverse Perpetual, USDT Perpetual, dan Inverse Futures.

Crypto exchange ini menawarkan berbagai fitur untuk memenuhi kebutuhan trader dari semua tingkatan. Bybit memungkinkan leverage hingga 100x pada margin dan futures trading. Pengguna bisa mendapatkan leverage hingga 100x pada Bitcoin dan leverage hingga 50x hingga 25x pada mata uang lainnya.

Kelebihan

  • Integrasi TradingView
  • Dana asuransi
  • Sumber daya pendidikan
  • Banyak pilihan kontrak

Kekurangan

  • Pilihan terbatas untuk deposit fiat
  • Rumit untuk pemula.

6. Binance

Binance adalah crypto exchange terpusat (CEX) terbesar di dunia. Tidak hanya untuk trading crypto, platform ini memiliki rangkaian produk yang luas. Crypto exchange ini memiliki cabang di Amerika Serikat, Binance US, meski tidak aktif di semua negara bagian dan mendukung hampir 150 mata uang kripto.

Karena Binance adalah bursa yang besar, begitu pula serangkaian fitur dan penawarannya. Singkatnya tersedia trading, termasuk futures trading, penghasilan pasif, pinjaman kripto, DeFi Space, NFT, layanan cloud mining, dan Binance Launchpad.

Kelebihan

  • Grafik perdagangan tingkat lanjut
  • Berbagai kontrak
  • Salin perdagangan
  • Bot perdagangan

Kekurangan

  • Tidak tersedia di A.S.
  • Proses verifikasi yang lama

Lihat panduan lengkap Futures Trading di Binance dalam artikel Cara Pakai Binance Futures buat Trading Crypto dan Bitcoin

Kesimpulan Spot vs Futures Crypto Trading

Pilihan antara spot trading dan futures trading tergantung pada tujuan dan toleransi risiko trader. Jika trader ingin berinvestasi dalam aset kripto dalam jangka panjang dan memiliki toleransi risiko yang rendah, maka spot trading adalah pilihan yang lebih baik. Namun, jika trader ingin memperdagangkan aset kripto dalam jangka pendek dan memiliki toleransi risiko yang tinggi, maka futures trading adalah pilihan yang lebih baik. Selalu riset (DYOR) dan gunakan dana yang kamu rela kalau mengalami kerugian.

Pertanyaan yang sering muncul

Apa itu futures trading?

Apa itu leverage dalam futures trading?

Apakah futures trading menguntungkan?

Apa yang dimaksud dengan istilah spot dalam trading?

Berapa biaya trading futures di Binance?

Platform kripto terbaik di Indonesia | Mei 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Prioritas kami adalah menyediakan informasi berkualitas tinggi. Kami meluangkan waktu untuk mengidentifikasi, meriset, dan membuat konten edukasi yang sekiranya dapat bermanfaat bagi para pembaca. Kami menerima komisi dari para mitra kami untuk penempatan produk atau jasa mereka dalam artikel kami, supaya kami bisa tetap menjaga standar mutu dan terus memproduksi konten yang luar biasa. Meski demikian, pemberian komisi ini tidak akan memengaruhi proses kami dalam membuat konten yang tidak bias, jujur, dan bermanfaat.

foto-profil-hanum.png
Hanum Dewi
Hanum Dewi adalah seorang penulis dengan spesialisasi pada topik bisnis, keuangan, dan investasi. Dengan latar belakang pendidikan di bidang komunikasi dan pengalaman 8+ tahun di pasar modal, Hanum juga melakukan riset untuk membuat konten yang menarik dan informatif di berbagai topik. Melengkapi kemampuan menulisnya, dia juga selalu mengikuti tren dan perkembangan terbaru di industri cryptocurrency, DeFi, dan web3.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori