Lihat lebih banyak

7 Koin untuk Mining Crypto Terbaik 2024, Alternatif Bitcoin dan Ethereum

6 mins
Diperbarui oleh Hanum Dewi
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ketika berbicara tentang mining crypto, kebanyakan orang akan memikirkan Bitcoin dan Ethereum sebagai pilihan utama. Namun, ada beberapa cryptocurrency lain yang layak menjadi pertimbangan sebagai alternatif untuk dua pilihan populer tersebut. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi beberapa opsi koin crypto terbaik untuk penambangan kripto alternatif.

Rekomendasi Situs Cloud Mining

YouHodler

YouHodler
JELAJAHI YOUHODLER
Ketersediaan Uni Eropa dan 100+ negara lainnya
Aplikasi seluler Android dan iOS
Koin yang didukung BTC
Periode pembayaran Per Jam

Binance

Binance
JELAJAHI BINANCE
Ketersediaan Uni Eropa dan 100+ negara lainnya
Aplikasi seluler Android dan iOS
Koin yang didukung BTC, DASH, ZEC, dan 4+ koin lainnya
Periode pembayaran Harian

BitFuFu

BitFuFu
JELAJAHI BITFUFU
Ketersediaan Uni Eropa dan 100+ negara lainnya
Aplikasi seluler Android dan iOS
Koin yang didukung BTC
Periode pembayaran Harian

Apa itu mining crypto?

Mining cryptocurrency (penambangan cryptocurrency) adalah proses memverifikasi transaksi pada jaringan blockchain dengan memecahkan persamaan matematika yang kompleks. Penambang menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak khusus untuk memecahkan persamaan-persamaan ini dan memperoleh kriptokurensi sebagai imbalan. Semakin besar daya komputasi yang penambang miliki, semakin tinggi peluang mereka untuk memperoleh koin crypto.

Sementara itu, Bitcoin dan Ethereum adalah dua cryptocurrency paling populer untuk mining, tetapi ada juga beberapa pilihan lain yang tersedia. Apalagi sekarang Ethereum sudah mengalami upgrade ke Proof of Stake (PoS) sehingga para penambang tidak bisa lagi mendapatkan koin ETH dari menambang, melainkan dari staking. Adapun sebuah hardfork di Ethereum yaitu Ethereum Classic (ETC) masih memungkinkan untuk penambangan crypto.

Perangkat CPU vs GPU dalam Mining Crypto

Untuk memulai mining crypto, kamu akan memerlukan perangkat keras dan perangkat lunak khusus. Jenis perangkat keras yang kamu butuhkan akan tergantung pada kriptokurensi yang ingin kamu tambang, karena aset kripto yang berbeda menggunakan algoritma penambangan yang berbeda.

Selain itu, kamu juga perlu bergabung dengan mining pool atau jaringan untuk meningkatkan peluang dalam memperoleh imbalan mata uang crypto. Akhirnya, penting untuk mempertimbangkan risiko dan biaya potensial yang terlibat dalam penambangan kripto sebelum memulai.

Secara umum, cryptocurrency seperti Bitcoin dan Ethereum, dirancang untuk ditambang terutama dengan perangkat keras khusus yang disebut ASIC (application-specific integrated circuit). Rancangan ASIC ini secara khusus bertujuan untuk proses penambangan dan jauh lebih efisien daripada CPU atau GPU. Oleh karena itu, menambang Bitcoin dan Ethereum dengan CPU atau GPU biasanya tidak menguntungkan.

Dalam mining crypto, CPU dan GPU adalah dua jenis perangkat keras yang berguna untuk memecahkan persamaan matematika yang kompleks agar dapat memverifikasi transaksi. CPU (central processing unit) adalah unit pemrosesan utama dari sebuah komputer dan bertujuan untuk menangani berbagai tugas.

Sementara itu, GPU (graphic processing unit) adalah perangkat keras khusus yang bertujuan untuk merender grafik, tetapi juga cocok untuk tugas pemrosesan paralel seperti penambangan kripto. GPU umumnya lebih kuat dan efisien daripada CPU untuk tujuan penambangan, tetapi juga bisa lebih mahal. Beberapa cryptocurrency, seperti Monero dan Ravencoin, memiliki sifat untuk tahan terhadap ASIC, yang berarti bahwa penambangan dua koin ini efektif dengan CPU dan GPU daripada perangkat keras ASIC.

Potensi Biaya dan Imbalan

Penting untuk mencatat bahwa menambang dengan CPU atau GPU masih bisa menguntungkan untuk beberapa mata uang kripto tertentu, terutama jika kamu memiliki akses ke listrik murah atau gratis. Namun, penting untuk mempertimbangkan dengan hati-hati potensi biaya dan imbalan sebelum berinvestasi dalam perangkat keras penambangan. Selain itu, pasar crypto sangat fluktuatif, dan profitabilitas penambangan dapat berubah dengan cepat tergantung pada berbagai faktor, termasuk harga cryptocurrency, kesulitan penambangan, dan ketersediaan perangkat keras penambangan.

Secara keseluruhan, CPU dan GPU keduanya merupakan opsi yang layak untuk mining crypto, tergantung pada cryptocurrency tertentu yang ingin kamu tambang dan ketersediaan serta biaya perangkat keras. Seperti halnya dengan investasi apa pun, penting untuk melakukan riset dan mempertimbangkan risiko dan imbalan potensial sebelum memulai penambangan kripto.

Koin Terbaik untuk Mining Crypto 2024

1. Monero (XMR)

Monero (XMR) adalah cryptocurrency yang fokus pada privasi dan telah menjadi sangat populer dalam beberapa tahun terakhir. Fitur unggulan dari Monero adalah transaksinya tidak terlacak.

Koin crypto ini menggunakan algoritma mining unik yang bernama CryptoNight, yang sengaja tahan terhadap ASIC. Sehingga, menjadi pilihan yang baik bagi mereka yang ingin menambang dengan CPU atau GPU mereka. Namun, Monero network merekomendasikan penggunaan GPU karena seharusnya lebih efiien.

2. Litecoin (LTC)

Litecoin adalah salah satu mata uang crypto tertua di dunia, dan banyak yang menganggapnya sebagai pilihan sekunder yang layak untuk Bitcoin. Ini adalah mata uang digital P2P open-source. Saat ini, setiap penambang mendapatkan 12,5 Litecoin per blok. Jumlah imbalan Litecoin semakin kecil menjadi setengahnya setiap empat tahun, dan hadiah blok Litecoin akan turun menjadi 6,25 LTC pada tahun 2023.

Menambang LTC adalah ide bagus karena aksesnya lebih mudah bagi miner pemula dan menggunakan protokol Scrypt, menghilangkan kebutuhan untuk berinvestasi dalam chip ASIC. Karena memori-intensif, sebaiknya miner menambang koin ini dengan GPU. Alasan mengapa LTC adalah pilihan yang bagus untuk mining crypto hanyalah karena lebih stabil daripada banyak altcoin lainnya.

Semua bursa utama menerima pertukaran dan trading mata uang crypto ini, dengan biaya transaksi yang relatif rendah. Jadi, meskipun pasar sedang anjlok, modal biaya trading masih bisa terpenuhi. Ini adalah salah satu dari beberapa cryptocurrency dengan biaya transaksi hampir nol.

3. Ethereum Classic (ETC)

Ethereum Classic (ETC) menggunakan konsensus Proof-of-Work dan mengandalkan penambang untuk menjaga keamanan jaringan. Cryptocurrency ini adalah hasil hard fork Ethereum dan juga mendukung kontrak pintar. Namun, proyek ini belum bisa menandingi kesuksesan Ethereum dari segi kapitalisasi pasar dan pemegang token.

Meskipun begitu, dengan Ethereum beralih ke blockchain PoS, sejumlah penambang bisa beralih ke Ethereum Classic sebagai gantinya. Hal ini dapat membantu Ethereum Classic menjadi lebih stabil dan aman. Selain itu, berbeda dengan ETH, ETC memiliki pasokan tetap sekitar 2 miliar token.

Dengan kata lain, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan adopsi jangka panjang Ethereum Classic. Oleh karena itu, banyak yang berpendapat bahwa Ethereum Classic adalah salah satu cryptocurrency terbaik untuk mining crypto saat ini. Namun, sekali lagi, profitabilitas penambangan Ethereum Classic akan sangat tergantung pada performa koin di pasar terbuka.

Ethereum Classic ETC menjadi alternatif mining crypto
Ethereum Classic ETC menjadi alternatif mining crypto

4. Dogecoin (DOGE)

Dogecoin adalah cryptocurrency yang tujuan pembuatan awalnya sebagai lelucon atau meme coin tetapi sejak itu justru memperoleh pengikut yang besar. Meluncur pada Desember 2013, token dengan gambar anjing Shiba Inu sebagai logonya ini mendapat pandangan dari komunitas crypto sebagai altcoin.

DOGE menggunakan algoritma penambangan yang bernama Scrypt, seperti Litecoin. Penambang dengan perangkat hardware yang pas-pasan juga masih bisa melakukan mining crypto ini.

Meskipun kapitalisasi pasar Dogecoin telah berkurang sejak mencapai nilai tertinggi sepanjang masa pada tahun 2021, koin ini masih menjadi salah satu kriptokurensi paling populer. Koin ini semakin banyak diterima sebagai metode pembayaran dan tersedia untuk dibeli melalui kebanyakan bursa kripto.

5. Ravencoin (RVN)

Ravencoin adalah mata uang crypto yang lebih baru yang dibuat pada tahun 2018. Ia menggunakan algoritma penambangan yang disebut X16R, yang dirancang untuk tahan terhadap ASIC. Hal ini membuatnya menjadi pilihan yang baik bagi mereka yang ingin menambang dengan CPU atau GPU mereka.

Selain itu, Ravencoin memiliki biaya gas yang rendah, yang merupakan aspek lain yang menarik bagi para penambang. Setelah menambang Ravencoin, para miner bisa menggunakannya untuk membuat tokenisasi aset dunia nyata seperti emas, saham, atau barang virtual. Ravencoin bahkan dapat mengeluarkan kredit seperti kartu hadiah dan poin hadiah dalam bentuk token.

6. Helium (HNT)

Sebelum berinvestasi, trader berpengalaman cenderung melihat kasus penggunaan dunia nyata dari cryptocurrency. Dalam hal ini, Helium mungkin menjadi mata uang kripto terbaik untuk mining saat ini. Tujuan dari jaringan Helium adalah untuk memfasilitasi masa pakai yang lebih lama untuk Internet of Things dan perangkat yang terhubung dengannya.

Pengguna dapat memasang router Helium di rumah mereka atau di lokasi lain dan memperoleh HNT untuk menyediakan konektivitas. Atau, juga mungkin untuk mengakses token Helium melalui mining crypto. Faktanya, Helium memiliki reputasi sebagai salah satu koin yang paling mudah ditambang.

7. Vertcoin (VTC)

Vertcoin adalah token digital yang bertujuan membuat penambangan kripto untuk semua orang. Maksudnya, penambangan token ini tidak dapat menggunakan peralatan ASIC. Sebaliknya, penambang harus menggunakan opsi perangkat keras lain seperti CPU dan GPU.

Karena itu, Vertcoin menjadi kripto terbaik untuk mining crypto bagi investor yang hemat biaya. Faktanya, miner bisa melakukan penambangan Vertcoin dengan GPU 2GB. Bahkan, saat ini mungkin untuk menambang token VTC melalui smartphone.

Terlepas dari itu, banyak yang menganggap Vertcoin sebagai kripto yang paling menguntungkan untuk ditambang, terutama karena GPU dan CPU lebih murah daripada ASIC.

Kesimpulan

Sementara Bitcoin dan Ethereum mungkin menjadi cryptocurrency yang paling terkenal, ada beberapa opsi koin lain yang layak untuk mining crypto. Monero, Litecoin, Dogecoin, Ravencoin, Vertcoin, Helium hingga Ethereum Classic semuanya merupakan alternatif yang baik dengan hardware berupa CPU atau GPU. Seperti biasa, penting untuk melakukan riset dan mempertimbangkan risiko potensial sebelum berinvestasi dalam kriptokurensi apa pun.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apa itu mining crypto?

Crypto mana yang paling mudah untuk mining?

Perangkat apa yang digunakan untuk menambang Bitcoin?

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Prioritas kami adalah menyediakan informasi berkualitas tinggi. Kami meluangkan waktu untuk mengidentifikasi, meriset, dan membuat konten edukasi yang sekiranya dapat bermanfaat bagi para pembaca. Kami menerima komisi dari para mitra kami untuk penempatan produk atau jasa mereka dalam artikel kami, supaya kami bisa tetap menjaga standar mutu dan terus memproduksi konten yang luar biasa. Meski demikian, pemberian komisi ini tidak akan memengaruhi proses kami dalam membuat konten yang tidak bias, jujur, dan bermanfaat.

foto-profil-hanum.png
Hanum Dewi
Hanum Dewi adalah seorang penulis dengan spesialisasi pada topik bisnis, keuangan, dan investasi. Dengan latar belakang pendidikan di bidang komunikasi dan pengalaman 8+ tahun di pasar modal, Hanum juga melakukan riset untuk membuat konten yang menarik dan informatif di berbagai topik. Melengkapi kemampuan menulisnya, dia juga selalu mengikuti tren dan perkembangan terbaru di industri cryptocurrency, DeFi, dan web3.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori