Lihat lebih banyak

Pendiri Polygon (MATIC): Para Miliarder Crypto Pertama Asal India

6 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Polygon (MATIC) adalah salah satu platform blockchain layer 2 yang menawarkan solusi skalabilitas untuk Ethereum. Berawal dari India, startup unicorn yang awalnya bernama Matic Network ini kini masuk dalam 10 cryptocurrency terbesar di dunia. Pendiri Polygon adalah Jaynti Kanani, Sandeep Nailwal dan Anurag Arjun.

Salah satu pendiri unicorn crypto India ini adalah anak pekerja tambang berlian yang hidup kesusahan. Bagaimana kisah para pendiri Polygon hingga mereka bisa menjadi miliarder crypto asal India pertama? Cari tahu dalam artikel ini.

Ingin mendapatkan tips menarik terkait proyek cryptocurrency terbaru? Bergabunglah dengan Komunitas Trading BeInCrypto di Telegram: baca ulasan dan tips trading crypto, tanyakan dan dapatkan jawaban atas semua pertanyaan kamu dari trader PRO. Gabung sekarang!

Biografi Pendiri Polygon

Pendiri Polygon #1: Jaynti Kanani

Jaynti Kanani adalah anak seorang pekerja di pabrik berlian yang tinggal di rumah sederhana di pinggiran Ahmedabad, Gujarat. Dulu, Kanani kesulitan untuk membayar uang sekolahnya sehingga dia berambisi untuk bekerja dan bisa membayar utang ayahnya.

Dia mengambil jurusan ilmu komputer dan mendapat gelar sarjana teknik teknologi informasi dari Dharmsinh Desai University di Gujarat India. Setelah lulus pada 2011, dia bekerja menjadi software engineer selama empat tahun. Lalu, Kanani bekerja di Housing.com sebagai ilmuwan data sampai pada 2014-2017. Dia lalu berupaya membuat beberapa apps seperti prediksi pasar untuk Game of Thrones di mana dia menginginkan metode pembayaran global. Makanya, ini membawa dia masuk ke dunia blockchain dan membangun Polygon Technology sejak 2017.

Jaynti Kanani, Co-founder dan CEO Polygon

Jaynti adalah seorang pengusaha dengan fokus pada produk, pengguna, pasar, desain, dan pemasaran. Seorang teknolog dan investor berpengalaman dengan keahlian dalam berinvestasi di perusahaan blockchain usia dini. Pendekatan langsungnya terhadap blockchain berasal dari pengalamannya sendiri sebagai seorang teknolog. Dia telah memimpin penelitian skalabilitas di ruang blockchain, membantu startup blockchain membangun produk yang lebih baik, dan memberikan kontribusi yang efektif untuk Web3, Plasma, dan Wallet-Connect. Jaynti Kanani kini menjabat CEO Polygon Technology.

Pendiri Polygon #2: Sandeep Nailwal

Sandeep Nailwal adalah co-founder dan COO Polygon. Berasal dari Delhi, Nailwal kuliah di jurusan teknik dan ilmu komputer. Setelah itu, dia bekerja selama dua tahun sebagai software engineer. Selanjutnya, dia melanjutkan kuliah dan pada 2014 mendapat gelar MBA dalam jurusan teknologi informasi dari National Institute of Industrial Engineering (NITIE) di Mumbai, Maharashtra.

Kemudian, dia bekerja di Deloitte dengan berawal sebagai pegawai magang selama 2 bulan, dan menjadi konsultan selama 10 bulan hingga 2015. Lalu, dia pindah ke Wellspun E-commerce untuk menjadi CTO.

Tak lama kemudian, pada 2016, Nailwal meluncurkan sebuah situs web e-commerce untuk profesional bernama ScopeWeaver.com. Situs ini menawarkan ekosistem bagi vendor dengan berbagai layanan jasa, mulai dari pengembangan aplikasi mobile, website, digital marketing hingga konsultasi bisnis.

Sandeep Nailwal adalah co-founder dan COO Polygon
Sandeep Nailwal adalah co-founder dan COO Polygon

Namun, bisnisnya tidak tumbuh seperti yang dia inginkan. Makanya, dia mulai membaca mengenai kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan teknologi blockchain. Dia pun mulai kembali melakukan pemrograman, hingga bertemu dengan co-founder Polygon lainnya.

Pendiri Polygon #3: Anurag Arjun

Sementara itu, Anurag Arjun adalah seorang serial entrepreneur. Latar belakang pendidikannya adalah teknik komputer dan dia mendapat gelar sarjana (Bachelors in Engineering) dari Nirma Institute of Technology. Setelah lulus kuliah, dia menjadi programmer analyst di Cognizant Technology Solutions hingga 2008.

Anurag Arjun adalah co-founder Polygon yang sudah memisahkan diri untuk fokus pada The Avail Project
Anurag Arjun adalah co-founder Polygon yang sudah memisahkan diri untuk fokus pada The Avail Project

Arjun lalu menjadi product manager di perusahaan konsultan Dexter Consultancy selama 4 tahun. Tak lama, dia mengerjakan proyek untuk SBN Financial. Selanjutnya, pada 2014-2017 Dia bekerja dengan IRIS, sebuah software yang digunakan institusi seperti bank sentral. Arjun meluncurkan startup terkait GST sebelum bertemu dengan co-founder lainnya.

Mengerjakan product roadmap untuk Polygon Technology, Arjun berada dalam tim selama periode 2017-2023. Sejak Maret 2023, Anurag Arjun meninggalkan Polygon karena dia berupaya membangun proyeknya sendiri bernama The Avail Project. Proyek ini sebuah blockchain yang teroptimisasi untuk ketersediaan data. Dulunya, Avail berada dalam Polygon Labs dan Polygon Foundation, tetapi kini sudah berpisah, dan Arjun menjadi pendirinya.

Pendiri Polygon #4: Mihailo Bjelic

Terakhir, Mihailo Bjelic, co-founder keempat, yang berasal dari Serbia, bekerja di area yang menawarkan solusi serupa seperti Matic. Dia bergabung dengan perusahaan yang sedang mengganti brand dari Matic ke Polygon pada 2020. Latar belakang pendidikan Mihailo adalah teknik sistem informasi dari University of Belgrade.

Kisah Pendirian Polygon (Matic)

Ketika mendapat ide untuk memulai Matic pada akhir tahun 2017, Jaynti Kanani masih bekerja di Housing.com. Saat itu, dia melihat beban besar yang blockchain Ethereum hadapi, karena orang banyak menggunakan CryptoKitties. Menurutnya, implementasi apapun di Ethereum memerlukan skalabilitas, bila tidak, akan ada kompensasi biaya besar dan waktu yang lama untuk konfirmasi transaksi.

Jadi pada saat itu, Kanani memulai ide tentang Matic dan mengenal Sandeep dari komunitas kripto. Dia juga kenal Anurag karena dia bekerja di co-working space yang sama. Lalu, Kanani mulai memperkenalkan ide terkait Matic kepada Sandeep dan Anurag. Akhirnya, mereka setuju untuk bergabung sebagai rekan pendiri untuk membuat Proof of Concept pada tahun 2017.

Pada April 2018, mereka mendirikan perusahaan dan mengumpulkan dana kecil dari teman dan keluarga untuk memulai membangun produk. Putaran itu bernilai hanya sekitar $150.000. Setelah itu, mereka melakukan putaran kecil lain sekitar $500.000.

Tak lama, dengan mengusung token MATIC, mereka melakukan penawaran awal di bursa crypto Binance, dan mengumpulkan $5 juta. Pada beberapa tahun awal, mereka mulai membangun ekosistem di India. Saat itu, seluruh lingkungan seputar mata uang kripto tidak menguntungkan. Sebab, pengembang takut dengan masalah hukum.

Meski tidak membangun aplikasi sendiri, Polygon menawarkan layer 2 agar para developer dapat membangun aplikasi di atasnya. Polygon segera menjadi populer di kalangan penggemar kripto dan pengembang blockchain. Platform ini menawarkan solusi scaling yang efektif untuk Ethereum, yang mengalami masalah keterbatasan kapasitas transaksi dan biaya tinggi. Dalam beberapa tahun terakhir, Polygon telah bekerja sama dengan proyek-proyek besar dalam industri kripto dan blockchain, termasuk Mark Cuban pendiri Shark Tank, Polkadot, dan Aave.

Perkembangan Polygon (Matic)

Mainnet Matic Network meluncur pada Juni 2020 dengan protokol POS Chain dan Plasma Chain. Pada Februari 2021, Matic melakukan rebranding menjadi Polygon Technology, dengan deskripsi sebagai perusahaan Web 3.0 dan metaverse. Lalu, pada Agustus 2021, Polygon melakukan merger dengan platform zk-rollup bernama Hermez Network.

Selanjutnya, pada 2022, Polygon mencatat sebuah hal bersejarah dengan mendapat pendanaan dari VC baru senilai US$450 juta. Investor pada putaran pendanaan ini termasuk Sequoia Capital India, termasuk Tiger Global dan Softbank Vision Fund. Pada April 2022, perusahaan ini pun mengambil langkah untuk lebih ramah lingkungan. Programnya bernama Polygon goes carbon neutral.

Ke depan, Polygon berfokus pada pengembangan zkEVM, yang berupaya untuk berkontribusi pada skalabilitas Ethereum. Pada Oktober 2022, Polygon meluncurkan zkEVm testnet. Ini merupakan solusi skalabilitas ZK yang setara dengan EVM meluncur pada testnet publik.

Sejak Januari 2023, Polygon Labs meluncur sebagai perusahaan yang berpartisipasi dalam pengembangan protokol Polygon. Lalu, Polygon Foundation juga berdiri sebagai pencipta dan pendukung blockchain ini dengan menyediakan riset, pengembangan dan edukasi.

Saat ini, Polygon (MATIC) dengan nilai US$8 miliar (sekitar Rp120 triliun) masuk dalam top 10 kapitalisasi pasar terbesar untuk cryptocurrency. Ini membawa para co-founder Polygon menjadi orang terkaya, bahkan miliarder pertama asal India untuk dunia crypto.

Dukungan Developer Blockchain: Nailwal Fellowship

Para pendiri Polygon memiliki cara masing-masing untuk mendukung perkembangan blockchain. Salah satunya dengan memberikan dukungan pendanaan dari kantongnya sendiri.

Sandeep Nailwal, co-founder Polygon, baru-baru ini meluncurkan program fellowship Web3 bersama dengan Symbolic Capital. Program ini bertujuan memberikan dukungan bagi pengembang blockchain agar dapat memfasilitasi inovasi dan perkembangan dalam ekosistem Web3.

Sandeep Nailwal akan menginvestasikan total $500.000 dari dana pribadinya pada 10 pengusaha/proyek Web3 yang berbeda. Investasi ini merupakan bagian dari program Nailwal Fellowship yang baru saja meluncur, yang memberikan modal dan sumber daya bagi pikiran cerdas di ruang Web3.

Kesimpulan

Jaynti Kanani, Sandeep Nailwal dan Anurag Arjun adalah co-founder dari Polygon yang dulu bernama Matic Network. Tim ini bekerja keras untuk meningkatkan platform mereka dan memperluas jangkauannya di seluruh dunia. Mereka percaya bahwa teknologi blockchain dapat membawa perubahan besar dalam berbagai industri dan memperbaiki sistem yang sudah ada.

Dengan kisahnya yang berasal dari keluarga yang sulit hingga memiliki perusahaan bernilai miliaran dolar, Kanani telah menjadi inspirasi bagi banyak pengusaha dan pengembang di seluruh dunia. Tak hanya itu, para pendiri Polygon berupaya memberi solusi bagi masalah skalabilitas di Ethereum dan mengusung konsep crypto yang ramah lingkungan bagi bumi.

Bahkan, salah satu co-founder yaitu Sandeep Nailwal memberikan dukungan pada ruang blockchain dengan meluncurkan program fellowship dengan uang pribadinya. Secara umum, mereka membawa ide-ide inovatif ke dunia kripto dan menunjukkan bahwa kripto bukan hanya tentang spekulasi, tetapi juga tentang solusi teknologi yang dapat membawa manfaat nyata bagi banyak orang.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Siapa pendiri Polygon crypto?

Siapa developer dari Polygon matic?

Siapakah CEO Polygon matic?

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024
Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024
Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Prioritas kami adalah menyediakan informasi berkualitas tinggi. Kami meluangkan waktu untuk mengidentifikasi, meriset, dan membuat konten edukasi yang sekiranya dapat bermanfaat bagi para pembaca. Kami menerima komisi dari para mitra kami untuk penempatan produk atau jasa mereka dalam artikel kami, supaya kami bisa tetap menjaga standar mutu dan terus memproduksi konten yang luar biasa. Meski demikian, pemberian komisi ini tidak akan memengaruhi proses kami dalam membuat konten yang tidak bias, jujur, dan bermanfaat.

foto-profil-hanum.png
Hanum Dewi
Hanum Dewi adalah seorang penulis dengan spesialisasi pada topik bisnis, keuangan, dan investasi. Dengan latar belakang pendidikan di bidang komunikasi dan pengalaman 8+ tahun di pasar modal, Hanum juga melakukan riset untuk membuat konten yang menarik dan informatif di berbagai topik. Melengkapi kemampuan menulisnya, dia juga selalu mengikuti tren dan perkembangan terbaru di industri cryptocurrency, DeFi, dan web3.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori