Lihat lebih banyak

Profil Gary Gensler : 2 Tahun Memimpin SEC dan Kebijakannya Tentang Crypto

8 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Dunia finansial kini tertuju pada regulator Amerika Serikat, yaitu Securities and Exchange Commission (SEC). Tidak hanya berkaitan dengan saham dan produk pasar modal, kini SEC juga menaungi industri cryptocurrency. Gary Gensler, Ketua SEC saat ini, adalah regulator finansial terkemuka. Dia mendukung agenda Presiden AS Joe Biden untuk mengawasi industri keuangan secara agresif.

Sebagai mantan profesor di MIT, Gensler mendapatkan perspektif tangan pertama mengenai fungsi mata uang kripto dan blockchain. Makanya, dengan latar belakangnya tersebut, dia cocok untuk mengawasi industri cryptocurrency.

Bagaimana profil dan sepak terjang ahli keuangan yang pernah bekerja di Goldman Sachs ini? Berikut artikel mengenai Gary Gensler dan kebijakannya terkait crypto setelah 2 tahun menjabat SEC Chairperson.

Siapakah Gary Gensler?

Gary Gensler adalah pejabat pemerintah Amerika Serikat dan mantan investment banker yang kini menjabat sebagai Ketua US Securities and Exchange Commission (SEC). Dia sebelumnya memimpin tim peninjau lembaga bank sentral, perbankan, dan regulator sekuritas untuk transisi kepemimpinan Biden-Harris. Sebelum pengangkatannya sebagai pejabat pemerintah, dia adalah dosen Praktik Ekonomi Global dan Manajemen di MIT Sloan School of Management.

Jabatan pemerintahan yang pernah Gensler pegang termasuk Ketua Commodity Futures Trading Commission (CFTC), Under Secretary untuk Kementerian Keuangan AS dan Assistant Secretary untuk Kementerian Keuangan.
Sebelum masuk ke pemerintahan, Gensler bekerja di Goldman Sachs. Dia juga menjadi CFO untuk kampanye presiden Hillary Clinton pada 2016.

Latar Belakang Pendidikan

Gary Gensler lahir pada 18 Oktober 1957 dengan latar belakang keluarga Yahudi di Baltimore Maryland. Dia salah satu dari lima bersaudara anak dari Jane dan Sam Gensler. Ayahnya adalah vendor rokok dan mesin pinball di sejumlah bar lokal. Makanya, Gary mendapatkan pengalaman terkait keuangan pertama kali ketika ayahnya mengajak ke bar-bar untuk menghitung recehan dari mesin penjual rokok.

Gensler lulus dari SMA Pikesville High School pada 1975, dan dia kemudian mendapatkan penghargaan Alumnus Terhormat dari sekolahnya. Dia meraih gelar sarjana ekonomi pada 1978 dengan nilai summa cum laude, setelah tiga tahun belajar di Wharton School di University of Pennsylvania. Kemudian, dari kampus yang sama, dia juga menerima gelar MBA pada 1979.

Karir Bisnis Gary Gensler

Pada 1979, setelah lulus kuliah, Gensler bergabung dengan Goldman Sachs. Di usianya yang ke-30, Gensler menjadi mitra termuda di firma tersebut saat itu. Sepanjang 1980-an, dia bekerja sebagai pemimpin untuk merger dan akuisisi. Kemudian, dia membuat transisi untuk trading dan keuangan di Tokyo. Di sana, dia memimpin untuk divisi fixed income (pendapatan tetap) dan perdagangan mata uang.

Saat bekerja di Goldman Sachs, Gensler memimpin tim yang menjadi advisor untuk National Football League untuk meraih kontrak paling menggiurkan dalam sejarah televisi. Saat itu, NFL mengamankan kontrak senilai US$3,6 miliar dalam penjualan hak siar olahraga di televisi.

Jabatan terakhir Gensler di Goldman Sachs adalah salah satu kepala keuangan, yang bertanggung jawab untuk treasury di seluruh dunia. Gensler akhirnya meninggalkan Goldman setelah 18 tahun mengabdi. Sebab, dia menerima nominasi dari Presiden Bill Clinton dan mendapat persetujuan Senat AS sebagai Asisten Menteri Keuangan AS.

Gensler juga pernah menjadi salah satu anggota dewan universitas swasta Strayer Education, Inc pada 2001-2009.

Jabatan Publik Gensler

Gary Gensler telah menduduki sejumlah jabatan pemerintahan sejak tahun 1990-an.

Kementerian Keuangan

Gensler masuk dalam Kementerian Keuangan AS (Department of Treasury) sebagai Assistant Secretary for Financial Markets sejak 1997-1999. Jabatan ini adalah asisten Menteri Keuangan AS yang mengawasi Pasar Keuangan. Selanjutnya, dia menjadi Undersecretary untuk Keuangan Domestik sejak 1999-2001. Untuk informasi, Undersecretary adalah posisi teratas di Kementerian Keuangan yang melapor langsung ke Menteri dan Wakil Menteri Keuangan.

Sebagai Assistant Secretary, Gensler menjadi penasihat senior untuk Menteria Keuangan dalam mengembangkan dan menerapkan kebijakan federal pemerintah untuk pengelolaan keuangan dan obligasi negara. Pada 1999-2000, di bawah Menteri Keuangan Lawrence Summers pada saat itu, dia memperjuangkan paragraf dalam Undang-Undang Modernisasi Komoditas Berjangka, yang mengecualikan produk turunan di luar bursa dari regulasi.

Lalu, sebagai Undersecretary Menteri Keuangan untuk Keuangan Domestik, Gensler mendampingi Menteri Robert Rubin dan Lawrence Summers terkait aspek keuangan domestik. Termasuk menyusun kebijakan dan aturan di bidang lembaga keuangan, pengelolaan utang, pasar modal, layanan pengelolaan keuangan negara. Selain itu, dia juga berkontribusi dalam pinjaman federal, urusan fiskal, badan usaha milik negara dan pengembangan komunitas.

Sarbanes-Oxley

Pada 2001, Gensler bergabung dengan staf dari Senator AS Paul Sarbanes, dan menjadi ketua Komiten Perbankan Senat. Dia juga menjabat sebagai penasihat senior yang membantu menyusun Rancangan Undang-Undang Sarbanes-Oxley. Regulasi tersebut memperketat standar akuntansi setelah kasus skandal Enron dan WorldCom.

Commodity Futures Trading Commission (CFTC)

Presiden Terpilih Barack Obama mengumumkan rencananya untuk menominasikan Gensler sebagai Ketua CFTC. Ini adalah sebuah lembaga yang mengawasi perdagangan di pasar komoditas dan berjangka. Setelah sejumlah pertentangan terhadap penunjukkan Gensler, akhirnya voting Senat AS mendukung dia untuk menjabat Ketua CFTC.

Pada pelantikan sebagai Ketua CFTC pada 26 Mei 2009, Gensler berjanji untuk menutup kesenjangan hukum dalam rangka mendorong transparansi dan regulasi terhadap pasar derivatif over the counter untuk menurunkan risiko, memperkuat integritas pasar dan melindungi investor. Gensler merupakan salah satu pendukung reformasi setelah krisis keuangan 2008.

Selama masa jabatannya, sejumlah upaya untuk mendukung pasar derivatif termasuk dalam Undang-Undang Dodd-Frank Wall Street Reform and Consumer Protection pada Juli 2010. Selanjutnya dia juga memimpin penyusunan aturan untuk mengatur pasar swap.

Langkah penting lain dalam masa jabatannya adalah terkait penguatan divisi penegakan hukun. Hal ini terjadi setelah kasus manipulasi Libor (London interbank offered rate).

Maryland Financial Consumer Protection Commission

Badan ini mengawasi potensi dampak dari perubahan hukum, regulasi, anggaran dan kebijakan industri keuangan federal terhadap Negara Bagian Maryland. Di bawah kepemimpinan Gensler, Komisi ini menyarankan perubahan undang-undang untuk mendukung perlindungan keuangan konsumen.

Securities and Exchange Commission (SEC)

Pada November 2020, Gensler menjadi anggota Tim Peninjau transisi Presiden Joe Biden. Tugasnya adalah mendukung transisi terkait Bank Sentral, CFTC, Dana Asuransi Federal, Administrasi Persatuan Kredit Nasional dan Komisi Pengawas Sekuritas dan Bursa (SEC). Pada April 2021, Senat AS menetapkan Gensler untuk menjabat Ketua SEC periode 5 tahun hingga 2026.

Securities and Exchange Commission (SEC)
Securities and Exchange Commission (SEC) adalah lembaga independen pemerintah AS pengawas pasar keuangan dan crypto

Kebijakan Crypto

Pada 14 September 2021, Gensler bersaksi di depan Senat AS bahwa SEC butuh sumber daya manusia yang banyak untuk mengurus regulasi terkait cryptocurrency dan aset digital lainnya. Menurutnya, pasar cryptocurrency sangat liar seperti Wild West.

Lalu, pada 21 September, Gensler mengungkapkan bahwa sebagian besar proyek crypto yang berkaitan dengan sekuritas harus berada di bawah regulasi SEC. Sementara itu, sebagian proyek kripto lainnya lebih cocok dengan CFTC, tempat dulu dia menjabat sebagai Ketua.

Pada 5 Oktober, Gensler bersaksi di depan Komite Jasa Keuangan bahwa SEC tidak memiliki rencana untuk melarang cryptocurrency. Pada 15 Oktober, SEC menyetujui produk berjangka exchange-traded fund (ETF) berisikan bitcoin pertama di AS. Gensler menentang bitcoin ETF murni, karena aset kripto itu masih menjadi subyek penggelapan dan manipulasi pasar.

Pada April 2022, Gensler mengumumkan SEC akan mulai mendaftarkan dan meregulasi bursa kripto. Pada 11 Mei, dia menyatakan bahwa sejumlah bursa kripto melakukan aksi market making, yang tidak menguntungkan bagi nasabah mereka. Lalu, pada 18 Mei, dia memberikan peringatan bahwa banyak aset kripto yang akan jatuh. Sehingga, dia khawatir hal ini bisa menurunkan kepercayaan pada pasar keuangan tradisional.

Selanjutnya, pada 7 Juni, Senator Kirsten Gillibrand dan Cynthia Lummis memperkenalkan draft aturan untuk menjadi kerangka regulasi cryptocurrency. Dalam draft tersebut sebagian besar aset digital masuk dalam kategori komoditas sehingga harus mendapat pengawasan CFTC. Di samping itu, aset kripto bukan dalam pengawasan SEC kecuali pemegang crypto tersebut memiliki hak yang sama seperti investor korporasi.

Namun, pada 14 Juni, Gensler mengungkapkan kekhawatiran bahwa draft aturan dari Lummis-Gillibrand itu dapat memberikan dampak buruk bagi pasar saham dan reksa dana. Sebab, perusahaan kripto sudah menunjukkan perilaku yang masuk dalam pengawasan SEC. Selain itu, dia berargumen bahwa sejumlah aset digital adalah efek sekuritas yang harus mendapat pengawasan SEC, bukan komoditas.

Pandangan Gensler Terkait Cryptocurrency

Sebagai Ketua SEC, dia menjadi pusat perhatian terkait diskusi mengenai pasar kripto. Dia tidak terlalu kritis tetapi juga tidak mendukung berlebihan pada kelas aset ini. Bahkan, dia menyatakan sikapnya akan seimbang pada pasar cryptocurrency.

Gary Gensler sebagai Ketua SEC memandang industri kripto perlu pengawasan dan regulasi, yang sama seperti pada perusahaan sekuritas dan pasar modal. Menurutnya, bursa kripto dan platform yang ada saat ini sangat tersentralisasi. Makanya, SEC berencana mengawasi token yang terdaftar di bursa dan mengambil tindakan bagi aset yang tidak terdaftar.

Mengenai berbagai kasus di dunia cryptocurrency, Gary Gensler memberikan peringatan pada industri kripto dengan mengatakan bahwa ingin melindungi investor. Pernyatan Gensler tersebut datang di tengah investigasi berjalan terkait kejatuhan FTX. Dia mengatakan insiden itu adalah sebuah pola yang terus diikuti oleh perusahaan kripto lainnya. Menurutnya, perusahaan cryptocurrency mengambil uang nasabah, dan menggunakannya untuk investasi ke depan, tanpa membuat pengungkapan layak. “Ketika Anda mencampur sejumlah uang nasabah, dan menggunakannya sebagai pinjaman, investor mendapat kerugian” ujarnya.

Akademik

Gensler adalah Dosen untuk Praktik Ekonomi Global dan Manajemen di MIT Sloan School of Management. Dia juga menjadi salah satu direktur MIT Fintech@CSAIL dan penasihat senior untuk MIT Media Lab Digital Currency Initiative. Dia berfokus pada jurusan keuangan dan teknologi. Riset dan pengajarannya berkaitan dengan teknologi blockchain, mata uang digital, teknologi keuangan dan kebijakan publik.

Dia adalah anggota New York Fed Fintech Advisory Group, sebuah kelompok ahli teknologi keuangan yang secara rutin memberikan pandangan dan perspektif kepada Ketua The Fed New York.

Gensler menerima penghargaan MIT Sloan Outstanding Teacher Award, berdasarkan nominasi mahasiswa untuk tahun akademik 2018-2019.

Penulis Buku

Di luar karir bisnis dan jabatan publik, Gary Gensler juga sempat menjadi salah satu penulis buku. Bersama dengan Greg Baer, kolega dari masa pemerintahan Clinton, dia menulis buku berjudul The Great Mutual Fund Trap. Buku ini menggunakan data empiris untuk menunjukkan bahwa rata-rata reksa dana secara konsisten punya kinerja di bawah pasar.

Buku itu memberikan argumen bahwa reksa dana yang bersifat aktif dalam perdagangan harus menanggung biaya besar. Sehingga, imbal hasil (return) reksa dana tersebut menjadi lebih kecil daripada pasar saham. Makanya, investor sebaiknya lebih memilih reksa dana indeks yang biayanya kecil, daripada berupaya meraih imbal hasil besar dengan mengalahkan pasar.

Penghargaan

Menimbang prestasi yang dicapainya, Gensler menerima sejumlah penghargaan.

  • Alexander Hamilton Award. Saat menjabat di Kementerian Keuangan, Gensler mendapat penghargaan Alexander Hamilton Award. Ini merupakan penghargaan tertinggi dari Kementerian Keuangan AS (US Treasury).
  • Frankel Fiduciary Prize 2014. Menimbang hasil kerjanya untuk mereformasi sistem regulasi keuangan saat di CFTC, The Institute for the Fiduciary Standard memberikan Gensler penghargaan Tamar Frankel Fiduciary Prize 2014.

Kesimpulan

Gary Gensler adalah seorang ahli keuangan sekaligus pembuat kebijakan yang kini menjabat sebagai Ketua SEC. Dalam jabatan saat ini, dia mengawasi sekuritas dan bursa pasar modal AS, termasuk industri cryptocurrency. Sejauh ini, pandangannya tidak berlebihan dalam mendukung atau menolak aset kripto. Namun, dia lebih mengutamakan perlindungan nasabah atau investor secara umum.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apa pernyataan Gary Gensler mengenai kripto?

Apa jabatan Gary Gensler di Goldman Sachs?

Siapa Ketua SEC saat ini?

Kapan Gary Gensler bekerja di Goldman Sachs?

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024
Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024
Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Prioritas kami adalah menyediakan informasi berkualitas tinggi. Kami meluangkan waktu untuk mengidentifikasi, meriset, dan membuat konten edukasi yang sekiranya dapat bermanfaat bagi para pembaca. Kami menerima komisi dari para mitra kami untuk penempatan produk atau jasa mereka dalam artikel kami, supaya kami bisa tetap menjaga standar mutu dan terus memproduksi konten yang luar biasa. Meski demikian, pemberian komisi ini tidak akan memengaruhi proses kami dalam membuat konten yang tidak bias, jujur, dan bermanfaat.

foto-profil-hanum.png
Hanum Dewi
Hanum Dewi adalah seorang penulis dengan spesialisasi pada topik bisnis, keuangan, dan investasi. Dengan latar belakang pendidikan di bidang komunikasi dan pengalaman 8+ tahun di pasar modal, Hanum juga melakukan riset untuk membuat konten yang menarik dan informatif di berbagai topik. Melengkapi kemampuan menulisnya, dia juga selalu mengikuti tren dan perkembangan terbaru di industri cryptocurrency, DeFi, dan web3.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori