Lihat lebih banyak

Tertarik Investasi Token Shiba Inu? Ini Panduannya untuk Pemula

6 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Fenomena dan kontroversi Dogecoin ternyata menginspirasi lahirnya meme coin lain yang ikut menggunakan maskot anjing Shiba Inu. Di antara sekian banyaknya token yang berusaha meniru kesuksesan Dogecoin, ada satu proyek token crypto yang cukup berhasil, yakni Shiba Inu. Tak tanggung-tanggung, bahkan proyek ini mengklaim dirinya sebagai “Dogecoin killer.

Proyek Shiba Inu memiliki token utama bernama SHIB. Token ini berada di jaringan blockchain Ethereum. Jumlah suplai maksimal token SHIB sebesar 1 kuadriliun token. Kemunculan proyek Shiba Inu tergolong cukup baru. Shiba Inu didirikan oleh seorang sosok anonim yang dikenal dengan nama samaran Ryoshi, pada bulan Agustus 2020 lalu.

Dari sejak pembuatannya, proyek Shiba Inu memang bertujuan untuk menjadi sebuah ekosistem terdesentralisasi. Kehadirannya mendapat sambutan yang cukup hangat di kalangan penggemar crypto. Shiba Inu pun memiliki komunitas yang tak kalah solid dibanding Dogecoin. Mereka menyebut dirinya dengan sebutan Shiba Army.

Proyek ShibaSwap dan Komunitas Shiba Army

Berdasarkan informasi pada situs resminya, ada 2 fokus utama dalam proyek crypto Shiba Inu, antara lain:

  1. Membangun sebuah decentralized exchange (DEX) bernama ShibaSwap, yang sudah diluncurkan pada 6 Juli 2021. Para pengguna bisa saling memperjualbelikan token mereka dengan mata uang crypto lainnya. Selain itu, mereka juga dapat “menyembunyikan” tokennya sementara (buried), melakukan burning, dan rediscovery.
  2. Menciptakan minat publik secara luas, melalui pembuatan fanbase ShibaArmy.

Ragam Token dalam Ekosistem Shiba Inu

Jenis Token dalam Ekosistem Shiba Inu
Tiga jenis token dalam ekosistem crypto Shiba Inu | Sumber: situs resmi Shiba Inu

Ekosistem crypto Shiba Inu memiliki 3 token unggulan, dengan karakteristik uniknya masing-masing, antara lain:

$SHIB

$SHIB adalah satu-satunya token dalam ekosistem Shiba Inu yang beredar secara luas dan terdaftar pada sejumlah crypto exchange ternama, seperti Binance, Huobi Global, OKEx, FTX, dan Hotcoin Global.

Menurut whitepaper yang dirilis di bulan April 2021, pendiri Shiba Inu mencetak 1 kuadriliun token SHIB, lalu menaruh setengah dari suplai maksimal SHIB ke Uniswap dan sisanya dikirimkan ke alamat dompet milik Vitalik Buterin, founder Ethereum. Walau token yang dikirimkan kepada Buterin saat itu bernilai sekitar US$7 miliar, namun ia segera menyingkirkan token SHIB yang dikirimkan padanya.

Kapitalisasi pasar token SHIB kini berada di kisaran US$14,1 miliar dan menempati posisi sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ke-15. SHIB sempat mencapai rekor harga tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH) di tanggal 28 Oktober 2021, dengan harga US$0,00008845. Sayangnya, sampai saat artikel ini ditulis, harga SHIB sudah turun hampir 71% dari rekor ATH tersebut.

$LEASH (alias Doge Killer)

Token kedua dalam ekosistem crypto Shiba Inu adalah $LEASH. Awalnya, token ini dirancang sebagai rebase token, yaitu token yang sirkulasi dan suplainya berfluktuasi mengikuti harga token. Tidak seperti SHIB, suplai $LEASH lebih terbatas. Hanya 107.647 token $LEASH yang tercetak.

Niatan awal pendiri Shiba Inu adalah menjadikan $LEASH sebagai “barang mewah”. Maka dari itu, suplainya sengaja dibuat terbatas, sehingga akan menghasilkan permintaan dan harga yang tinggi (secara artifisial).

Ketika mencapai level tertingginya, harga $LEASH pernah berada di atas US$8.500. Namun, hingga saat ini, belum ada data pasti mengenai nilai kapitalisasi pasar $LEASH sebenarnya. Biasanya $LEASH memang diperdagangkan di kisaran harga ribuan dolar AS, berbeda dengan SHIB yang harganya masih betah bertengger di bawah US$1.

$LEASH tersedia di beberapa crypto exchange, seperti Uniswap, Bilaxy, LATOKENi, dan 1Inch Exchange.

$BONE

Token lainnya dalam ekosistem crypto Shiba Inu adalah $BONE. Jumlah suplai maksimal $BONE sebesar 250 juta token.

Pendiri Shiba Inu pernah mengatakan bahwa $BONE akan beperan sebagai governance token bagi fans setia mereka yang tergabung dalam Shiba Army. $BONE bekerja seperti “saham” dalam ekosistem crypto Shiba Inu, sehingga pemiliknya mendapatkan kepemilikan dan hak suara atas kegiatan Shiba Inu yang akan datang.

Meski demikian, sampai saat ini belum ada kejelasan informasi mengenai cara tim Shiba Inu mengelola distribusi token dan “penggemar setia” mana yang berhak menerima $BONE.

Popularitas Shiba Inu

Ada beberapa alasan yang membuat SHIB begitu cepat menjadi salah satu aset kripto populer di pasaran, antara lain:

  • Harganya terjangkau;
  • Mudah diperdagangkan, karena tersedia di crypto exchange yang banyak digunakan;
  • Meme menghasilkan uang

Nama proyek crypto Shiba Inu pertama kali menjadi viral, setelah penciptanya mengumumkan telah mengirimkan separuh dari suplai total token SHIB kepada Vitalik Buterin. Pada kirimannya di media sosial, tim Shiba Inu mencantumkan sebuah tautan transaksi pengiriman token SHIB ke alamat dompet Buterin. Mereka bahkan mengunggah potret Buterin yang diduga berada di Jepang.

Kiriman tersebut akhirnya membuat publik beranggapan bahwa proyek ini terafiliasi kuat dengan Buterin—yang akhirnya disanggah oleh Buterin. Nampaknya mereka sengaja melakukan mekanisme burning dengan mengirimkan tokennya ke dompet Buterin agar menjadi sorotan dan ternyata berhasil.

Ryoshi pernah menyampaikan bahwa ada risiko yang mungkin muncul dengan mengirimkan suplai token SHIB sebanyak itu ke dompet Buterin. Ia bisa saja melakukan rug terhadap token SHIB. Beruntungnya kekhawatiran itu tidak terjadi, sebab Buterin tak lama kemudian memusnahkan token SHIB dalam jumlah besar di dompetnya, meski sebelumnya sempat menukarkan token itu menjadi Ethereum dalam beberapa transaksi.

Selain itu, Buterin juga memutuskan untuk mendonasikan token SHIB di dompetnya kepada gerakan amal COVID-19 Relief Fund di India. Tak tanggung-tanggung, Buterin menyumbangkan token SHIB senilai US$1 miliar. Donasi itu menjadi salah satu donasi terbesar dalam sejarah kripto. Kendati harga SHIB anjlok 35% setelahnya, namun Shiba Inu sukses menjadi sorotan media dan menarik perhatian masyarakat terhadap komunitas mereka.

Listing di Banyak Crypto Exchange Ternama dan Ditandai Para Figur Publik

Grafik Harga Token Shiba Inu 2021
Harga Shiba Inu | Sumber: CoinMarketCap

$SHIB sempat menikmati momen bullish di bulan Mei 2021 lalu, dengan kenaikan lebih dari 1.500% dalam waktu 1 minggu, setelah listing di sejumlah crypto exchange ternama, seperti Binance dan CoinCDX.

Pendiri Shiba Inu mengumumkan bahwa jumlah holder SHIB telah meningkat pesat. Saat itu, jumlah holder SHIB lebih dari 310.000. Menurut hasil sebuah survei daring, token SHIB menandingi Dogecoin dan Safemoon sebagai koin pilihan.

Kenaikan harga dan popularitas SHIB juga berasal dari shilling Shiba Army, yang kemudian melahirkan sejumlah besar akun Twitter khusus SHIB. Mereka mendapatkan dukungan dari kalangan figur publik, seperti binaragawan Kai Greene, serta pemain American football Preston Williams dan Rashard Higgins.

Selain itu, Shiba Inu juga diuntungkan akibat pernyataan Elon Musk yang menyebut Dogecoin sebagai “hustle pada sebuah acara televisi dan berimbas pada merosotnya harga DOGE, sehingga meme coin alternatif seperti SHIB pun terlihat lebih menarik.

Walaupun underlying value SHIB masih rendah, berbagai perkembangan yang sudah dijabarkan di atas menunjukkan bahwa proyek crypto Shiba Inu lebih bersifat sebagai eksperiman sosial dalam membangun komunitas dan memahami perilaku trader dengan toleransi risiko tinggi terhadap aset meme coin—seperti yang sudah disampaikan sendiri oleh pendirinya—alih-alih hanya menjadi instrumen investasi semata.

Kendati perjalanan Shiba Inu masih jauh untuk menggeser kedudukan Dogecoin dari segi kapitalisasi pasar, proyek crypto ini merupakan salah satu contoh sukses meme coin dengan utilitas rendah, namun berhasil mendapatkan banyak perhatian dan interaksi dan mampu mempertahankan publisitasnya.

Risiko Berinvestasi pada Proyek Shiba Inu

Barangkali risiko terbesar dari aset kripto seperti SHIB dan LEASH adalah adanya potensi tim pendirinya untuk menipu komunitas atau ditutup paksa karena bertentangan dengan regulasi pemerintah. Guna mengevaluasi risiko-risiko ini, kita perlu memahami sistem kepemilikan dan kontrol dalam ekosistem crypto Shiba Inu, meskipun proyek ini digolongkan sebagai token terdesentralisasi sekalipun.

Ada sejumlah bukti yang menunjukkan bahwa orang-orang di balik Shiba Inu kemungkinan mempunyai hubungan dengan institusi keuangan Iran yang terkena sanksi dari pemerintah Amerika Serikat.

Versi terdahulu situs resmi proyek Shiba Inu dan salah satu kiriman Ryoshi pernah menyebutkan situs bernama leashdoge.com. Jika ditelusuri, nama domain leashdoge.com dibuat oleh perusahaan Iran bernama Haytech. Perusahaan tersebut berfokus pada pembangunan perangkat lunak untuk perbankan, gerbang pembayaran, dan e-commerce. Sejumlah klien Haytech, seperti Hekmat Iran Bank, Tose’e Ta’avon Bank, Enbank, dan Tosan, merupakan nama-nama yang terkait dengan militer Iran dan tercantum dalam daftar pengenaan sanksi oleh Amerika Serikat. Menariknya, alamat IP Haytech (5.144.130.32) juga termasuk ke dalam daftar alamat IP yang diblokir karena kejahatan siber. Setidaknya, ada 2 orang staf Haytech yang eksis di dunia digital dan mereka adalah teknisi blockchain. Oleh karena itu, mungkin saja mereka pernah terlibat dalam perancangan awal $LEASH maupun $SHIB.

Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa Shiba Inu masih tergolong sebagai investasi berisiko tinggi, terlepas dari popularitasnya.

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Prioritas kami adalah menyediakan informasi berkualitas tinggi. Kami meluangkan waktu untuk mengidentifikasi, meriset, dan membuat konten edukasi yang sekiranya dapat bermanfaat bagi para pembaca. Kami menerima komisi dari para mitra kami untuk penempatan produk atau jasa mereka dalam artikel kami, supaya kami bisa tetap menjaga standar mutu dan terus memproduksi konten yang luar biasa. Meski demikian, pemberian komisi ini tidak akan memengaruhi proses kami dalam membuat konten yang tidak bias, jujur, dan bermanfaat.

jimmy-aki.jpg
Jimmy Aki
Berbasis di Inggris, Jimmy adalah seorang peneliti ekonomi dengan pengalaman langsung yang luar biasa dalam analisis, peramalan, dan perencanaan keuangan makroekonomi. Dia telah mengasah keterampilannya, setelah bekerja lintas benua sebagai analis keuangan, yang memberinya pengalaman antar budaya. Dia saat ini memiliki minat yang kuat terhadap regulasi blockchain dan tren makroekonomi karena hal tersebut memungkinkan dia mengintip ke dalam dunia global untuk melihat bagaimana dunia bekerja.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori