Bertemu Investor & Mencoba Tambah Modal, Benarkah FTX Sedang Bersiap Akuisisi Robinhood?

Diperbarui oleh Lynn Wang
Ringkasan
  • Dengan kondisi kinerja keuangannya yang dikabarkan mencengangkan, namun masih terus menambah modal; akhirnya menimbulkan rumor bahwa FTX sedang merencanakan akuisisi.
  • Menariknya, nilai akuisisi kali ini dikatakan akan lebih besar dari aksi akuisisi yang sudah pernah FTX lakukan.
  • Ada sebuah rumor yang menyebutkan bahwa FTX bakal mengakuisisi Robinhood secara langsung, tapi kabar itu dibantah oleh juru bicara FTX.

Ketika market kripto masih terguncang, crypto exchange FTX yang dipimpin oleh Sam Bankman-Fried (SBF) kembali mencuri perhatian dengan rumor akan mempersiapkan sebuah akuisisi.

Laporan keuangan yang bocor ke publik, dengan pertumbuhan perusahaan yang mencengangkan dan memiliki sekitar US$2 miliar uang tunai, memunculkan pertanyaan. Mengapa FTX bertemu dengan para investornya serta mencoba menambah modal, jika bisnisnya menghasilkan keuntungan dan telah dibanjiri uang tunai?

Kemungkinan yang paling masuk akal adalah FTX sedang mempersiapkan sebuah akuisisi. Demikian penjelasan dari sejumlah pihak yang akrab dengan bisnis FTX kepada Forbes. Menariknya, akuisisi ini mungkin jauh lebih besar daripada puluhan investasi yang dilakukan oleh FTX dan lengan investasinya dalam 18 bulan terakhir.

Ekspansi Pengguna di AS Jadi Prioritas

Salah satu prioritas utama SBF adalah ekspansi di Amerika Serikat (AS), dengan menarik lebih banyak pelanggan ritel. Menurut laporan keuangan yang bocor dan diterbitkan di CNBC, FTX US diketahui hanya menghasilkan kurang dari 5% dalam US$1 miliar pendapatan FTX pada tahun 2021.

“Kami hampir tidak sekuat beberapa pemain lain, termasuk Coinbase, Robinhood, dan Binance, dalam hal pengenalan brand, jumlah basis pengguna, dan adopsi konsumen,” jelas SBF kepada Forbes.

Namun, status publik SBF dan FTX telah meningkat sedikit lebih banyak daripada sebagian besar pemain kripto lainnya selama tahun lalu dan hingga saat ini.

SBF tercatat telah menghiasi sampul Majalah Forbes pada Oktober 2021. Bahkan, Majalah Fortune pada 1 Agustus lalu menyamakan SBF dengan Warren Buffett. Pada Februari lalu, FTX menjalankan iklan Super Bowl, dan arena bola basket Miami Heat sejak Juni 2021 disebut sebagai FTX Arena.

Manuver SBF bersama FTX telah secara cerdik berkontribusi untuk membangun kepercayaan pada brand mereka. Namun, mengingat FTX hanya memiliki 212.000 pelanggan aktif bulanan, mengejar Coinbase yang memiliki 9 juta pengguna aktif bisa memakan waktu lama.

FTX Bakal Akuisisi Robinhood?

Dalam layanan keuangan, secara umum selalu sulit membuat konsumen untuk mengganti rekening bank dan broker mereka. Salah satu cara FTX untuk bisa melompat ke garis depan di antara broker terpercaya adalah dengan membeli Robinhood yang memiliki 14 juta akun trading.

Nilai pasar (market value) Robinhood telah turun 80% selama setahun terakhir menjadi US$8 miliar baru-baru ini. Pada Mei lalu, SBF mengungkapkan kepemilikan 7,6% saham di Robinhood melalui perusahaan yang dia kendalikan bernama Emergent Fidelity Technologies.

Kemudian muncul rumor yang beredar pada akhir Juni lalu bahwa FTX sedang menjajaki apakah mungkin mereka dapat mengakuisisi Robinhood secara langsung.

Namun, juru bicara FTX mengatakan bahwa pihaknya, “Tidak memiliki diskusi aktif untuk membeli Robinhood.” Dia menambahkan bahwa SBF membeli saham Robinhood karena equity market tertekan dan memandang Robinhood sebagai aset yang dinilai terlalu murah.

Bersaing dengan Coinbase & Ingin Tawarkan Perdagangan Derivatif

Selain tumpukan uang tunai, strukturnya yang ramping menempatkan FTX pada posisi yang baik untuk berkembang di AS dan mengambil pangsa pasar dari Coinbase. FTX diketahui memiliki sekitar 350 karyawan dibandingkan dengan sekitar 5.000 karyawan Coinbase.

Di sisi lain, biaya perdagangan FTX rata-rata kurang dari 0,05% dibandingkan dengan Coinbase yang berada di posisi 0,35% (dan terkadang hingga 3%). Ini berarti, bahkan jika FTX melipatgandakan biayanya untuk klien ritel, itu masih dapat mengurangi harga Coinbase secara signifikan.

Di luar pelanggan ritel, trader profesional yang menggunakan produk keuangan yang lebih canggih, seperti derivatif kripto yang bertaruh pada harga aset digital di masa depan, adalah fokus lain dari FTX.

Sebagian besar dari lebih dari US$100 miliar volume perdagangan kripto harian secara global adalah pada derivatif. Namun, hampir tidak ada perdagangan derivatif kripto yang terjadi di AS karena persyaratan peraturan.

SBF mengatakan, bila peraturan berubah dan crypto exchange seperti FTX diizinkan untuk menjual produk derivatif kripto kepada investor AS, volume perdagangan derivatif kripto di AS akan meningkat secara drastis. Sebagai informasi, FTX telah mengajukan izin ini kepada Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC).

“Saya tidak akan terkejut jika fraksi (fraction) AS dalam volume perdagangan kripto global naik dari 5% menjadi 25%,” tegas SBF.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram Be[In]Crypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.