Bitwise Asset Management berhasil menarik lebih dari US$1,8 miliar dana baru pada paruh pertama tahun 2026, tutur CEO Hunter Horsley pada hari Minggu. Harga aset kripto sendiri justru turun di sepanjang periode tersebut.
Tom Lee menyebut hasil tersebut luar biasa. Akan tetapi, dana itu tidak mengejar kenaikan harga, sebab tiga dari empat lini produk Bitwise yang menjadi penyumbang terbesar justru memberikan pendapatan kepada investor.
Mengapa Lee Menyebutnya Luar Biasa
Horsley membagikan angka ini pada hari Minggu. Arus bersih mengukur dana baru yang masuk, dikurangi dana yang keluar.
“Di paruh pertama tahun ini, di tengah bear market, investor menaruh lebih dari US$1.800.000.000 ke produk Bitwise (‘arus bersih’),” ujar eksekutif Bitwise tersebut melalui unggahan.
Tom Lee, co-founder sekaligus kepala riset di Fundstrat Global Advisors, ikut berkomentar serta memuji tim Bitwise yang bisa tumbuh signifikan walaupun pasar sedang berada dalam kondisi bear market.
Lee tetap optimistis meski pasar lesu. Ia merangking 17 saham kripto awal pekan ini. Bitcoin (BTC) diperdagangkan di kisaran US$77.403 pada hari Minggu, hampir tidak berubah.
Apa yang Sebenarnya Dibeli dengan Dana Itu
Horsley menyampaikan bahwa empat lini produk perusahaan masing-masing menarik dana lebih dari US$100 juta. Produk-produk tersebut meliputi:
- ETF dan ETP (exchange-traded fund dan produk sejenis)
- Strategi privat
- Staking, dan
- Vault.
Tiga dari lini produk di atas memberikan imbal hasil. Bitwise menyediakan data angka pasti setiap produknya.
Vault-nya, yang diluncurkan pada Januari bersama pemberi pinjaman onchain Morpho, memberikan target sekitar 6% per tahun pada stablecoin. Crypto Carry Fund miliknya yang sudah ditokenisasi tercatat memiliki dana sebesar US$259 juta pada akhir Mei dan menghasilkan imbal hasil 4%.
Carry memang terdengar rumit, tetapi sebenarnya sederhana. Fund tersebut membeli aset kripto, lalu menjual futures atas aset yang sama, serta menyimpan selisih keuntungannya.
Staking menjadi lini yang paling cepat menarik dana. Dana staking Solana dari Bitwise sudah menembus US$500 juta hanya 18 hari setelah listing pada bulan November tahun lalu. Kini, para pesaing juga berlomba-lomba menghadirkan imbal hasil Ethereum ke dalam ETP.
Dana yang Hanya Andalkan Harga Justru Mengecil
Satu produk Bitwise tidak membayar imbal hasil apapun. Bitwise 10 Crypto Index ETF (BITW) hanya memegang keranjang aset kripto besar. Bitcoin dan ether mendominasi sekitar 91% portofolionya.
Arsip resminya memberi gambaran jelas. Aset bersih turun dari US$1,03 miliar pada 31 Desember menjadi US$678 juta pada 31 Maret. Artinya, 34% hilang dalam tiga bulan.
Terdapat dua faktor penyebab. Harga per saham turun 24%. Selain itu, investor juga menarik 2,25 juta saham, yaitu sekitar 13% dari total dana.
Biaya bukan masalah utama. Bitwise baru saja memangkas biaya dari 2,50% jadi 0,75% ketika dana tersebut mulai tercatat di NYSE Arca pada bulan Desember. Dana yang sama sempat tumbuh 94,8% pada 2024.
Karyawan juga merasakan imbasnya. PHK di Bitwise pada 12 Agustus memangkas jumlah staf dari sekitar 180 menjadi 155 orang.
Arus bersih hanya menghitung dana yang masuk, bukan keuntungan harga. Di Bitwise, investor memilih imbal hasil dan meninggalkan perburuan harga.









