BlockFi Jual Utang yang Dijamin Bitcoin Miner Machine US$160 Juta sebagai Upaya Restrukturisasi

24 Januari 2023, 18:29 WIB
Diperbarui oleh Lynn Wang
24 Januari 2023, 22:50 WIB
Ringkasan
  • BlockFi berencana menjual aset berupa utang senilai US$160 juta berupa utang yang dijamin dengan 68 ribu Bitcoin miner machine.
  • Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya restrukturisasi utang pada para kreditur BlockFi yang mencapai 100 ribu kreditur.
  • Di samping itu, demi mencegah hengkangnya karyawan secara besar-besaran, BlockFi mengajukan izin pada pengadilan agar bisa memberikan bonus retensi sebesar 10% sampai 50% pada karyawan tertentu.

Sebagai bagian dalam proses kebangkrutan Bab 11 yang diajukan pada November tahun lalu, perusahaan penyedia pinjaman dalam bentuk kripto BlockFi mulai melego asetnya. Menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut, BlockFi berencana untuk menjual aset berupa utang senilai US$160 juta atau sekitar Rp2,39 triliun. Utang yang dimaksud merupakan utang yang dijamin dengan 68 ribu Bitcoin miner machine.

Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya restrukturisasi utang pada para kreditur BlockFi yang mencapai 100 ribu kreditur. Perusahaan yang berbasis di New Jersey, Amerika Serikat (AS) itu terpaksa melepas aset produktif yang bernilai lantaran beberapa pinjaman telah mengalami gagal bayar serta tidak dijamin.

Saat harga Bitcoin (BTC) dan altcoin lainnya sekarat, banyak penyedia pinjaman tradisional yang mengurungkan langkahnya untuk menyediakan dana bagi perusahaan Bitcoin mining. Alasannya sederhana, yakni karena volatilitas harga BTC dan juga berbagai sentimen yang mewarnai; mulai dari tingginya tarif listrik hingga beberapa pembatasan yang dilakukan oleh banyak negara membuat sektor bisnis yang berisiko tersebut menjadi jauh lebih berisiko.

Namun, bagi perusahaan, seperti BlockFi dan penyedia pinjaman berbasis kripto lainnya, menganggap bahwa kondisi tersebut malah merupakan momentum yang bisa dimanfaatkan untuk mendorong industri tersebut kembali bergairah. Setidaknya, hampir US$4 miliar atau lebih dari Rp59 triliun berhasil dikumpulkan dari pinjaman yang didukung oleh Bitcoin miner machine.

Untuk dipahami, saat pengajuan kebangkrutan Bab 11 dilakukan, BlockFi mengaku memiliki jumlah liabilitas sekitar US$10 miliar atau lebih dari Rp149 triliun. Sementara itu, posisi aset perusahaan dalam petisi kebangkrutan hanya berkisar di level US$1 miliar atau sekitar Rp1,4 triliun.

Beberapa kreditur utama perusahaan adalah Ankura Trust Company LLC, yang memiliki klaim tanpa jaminan sebesar US$729 juta, dan FTX US, yang juga memiliki klaim tanpa jaminan sebesar US$275 juta. Sedangkan, posisi uang tunai yang dimiliki perusahaan hanya mencapai US$256,9 juta. Rencananya, uang tunai tersebut akan digunakan untuk mendukung operasi tertentu selama restrukturisasi berlangsung.

BlockFi Ajukan Izin untuk Tawarkan Bonus Karyawan

Di samping itu, demi mencegah hengkangnya karyawan secara besar-besaran, BlockFi mengajukan izin pada pengadilan agar bisa memberikan bonus retensi sebesar 10% sampai 50% pada karyawan tertentu. Dalam proses kebangkrutan, perusahaan harus tetap bisa mempertahankan jumlah karyawannya, sehingga tetap dapat menunjang operasionalisasi yang diperlukan.

Chief People Officer BlockFi, Megan Cromwell, menuturkan bahwa mereka berpotensi kehilangan lebih banyak tenaga kerja, kecuali pengadilan memberikan lampu hijau atas petisi retensi yang sudah diajukan pada 28 November kemarin.

“Kami telah mengalami kehilangan personel tambahan dan kekhawatiran yang meningkat mengenari penerimaan dan pembayaran retensi,” jelasnya.

Untuk dipahami, sejak perusahaan mengajukan kebangkrutan di November kemarin, 11 karyawan telah pergi meninggalkan BlockFi. Pengajuan retensi tersebut juga dimaksudkan untuk memberikan kompensasi pada karyawan sebelumnya yang telah menerima ekuitas perusahaan sebagai bagian dari gaji.

Celsius Network Juga Lakukan Hal yang Sama

Celsius Dituduh Gunakan Dana Pelanggan untuk Manipulasi Market Kripto & Jalankan Skema Ponzi

Langka yang dilakukan BlockFi juga dilakukan oleh Celsius Network. Perusahaan penyedia pinjaman kripto yang mengajukan kebangkrutan pada pertengahan tahun lalu itu berhasil mendapatkan izin untuk membayar tenaga kerja yang membantu proses kebangkrutan perusahaan.

Celsius menargetkan pembayaran retensi dengan gaji antara US$25 ribu dan US$425 ribu. Namun, nasib BlockFi masih lebih baik. Pasalnya, mereka hanya kehilangan karyawan dengan jumlah yang tergolong mini, dibanding Celsius yang pada awal Desember tahun lalu sudah harus kehilangan sekitar 200 karyawan.

Bagaimana pendapat Anda tentang langkah BlockFi untuk menjual utang yang dijamin ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.