Breaking News Crypto Lending Platform BlockFi Resmi Ajukan Perlindungan Kebangkrutan

28 November 2022, 23:00 WIB
Diperbarui oleh Lynn Wang
28 November 2022, 23:30 WIB
Ringkasan
  • BlockFi Inc. pada hari Senin (28/11) mengumumkan bahwa mereka mengajukan petisi sukarela untuk perlindungan kebangkrutan Bab 11.
  • Langkah ini diambil untuk menstabilkan bisnis mereka dan memberi perusahaan kesempatan untuk menyelesaikan transaksi restrukturisasi komprehensif yang memaksimalkan nilai bagi semua klien dan pemangku kepentingan lainya.
  • Sebagai bagian dari upaya restrukturisasi, BlockFi akan fokus untuk memulihkan semua kewajiban kepada BlockFi oleh rekanannya, termasuk FTX dan entitas korporasi yang terkait dengan FTX.

BlockFi Inc., sebuah crypto lending platform, pada hari Senin (28/11) mengumumkan bahwa mereka mengajukan petisi sukarela untuk perlindungan kebangkrutan Bab 11.

Bersama dengan 8 afiliasinya, BlockFi mengajukan kasus sukarela berdasarkan Bab 11 dari Kode Kebangkrutan Amerika Serikat (AS) di Pengadilan Kepailitan untuk Distrik New Jersey.

Langkah ini diambil untuk menstabilkan bisnis mereka dan memberi perusahaan kesempatan untuk menyelesaikan transaksi restrukturisasi komprehensif yang memaksimalkan nilai bagi semua klien dan pemangku kepentingan lainya.

Sebagai bagian dari upaya restrukturisasi, BlockFi akan fokus untuk memulihkan semua kewajiban kepada BlockFi oleh rekanannya, termasuk FTX dan entitas korporasi yang terkait dengan FTX.

Karena keruntuhan FTX baru-baru ini dan proses kebangkrutan berikutnya yang masih berlangsung, BlockFi memperkirakan bahwa pemilihan dari FTX akan tertunda.

Mark Renzi dari Berkeley Research Group, selaku penasihat keuangan BlockFi, mengatakan bahwa dengan runtuhnya FTX, tim manajemen dan dewan direksi BlockFi segera mengambil tindakan untuk melindungi para klien dan perusahaan.

“Sejak awal, BlockFi telah bekerja untuk membentuk industri kripto secara positif dan memajukan sektor ini. BlockFi menantikan proses transparan yang mencapai hasil terbaik untuk semua klien dan pemangku kepentingan lainnya,” jelas Mark Renzi.

Beberapa Kreditur Utama BlockFi

Menurut petisi kebangkrutan perusahaan, BlockFi mengklaim memiliki lebih dari 100.000 kreditur serta memiliki kisaran aset dan liabilitas antara US$1 miliar dan US$10 miliar.

Petisi tersebut mengungkapkan beberapa kreditur utama. Pihak yang terbesar adalah Ankura Trust Company LLC, yang memiliki klaim tanpa jaminan senilai sekitar US$729 juta. Kreditur berikutnya adalah FTX US dan Komisi Sekuritas & Bursa (SEC) AS, yang memiliki klaim tanpa jaminan masing-masing sebesar $275 juta dan $30 juta.

Miliki Uang Tunai US$256,9 Juta

Aktivitas platform BlockFi terus dijeda saat ini. Perusahaan yang didirikan pada tahun 2017 ini memiliki uang tunai sebesar US$256,9 juta, yang diharapkan dapat menyediakan likuiditas yang cukup untuk mendukung operasi tertentu selama proses restrukturisasi.

Sejalan dengan kasus-kasus perlindungan Bab 11 ini, BlockFi International Ltd., sebuah perusahaan berbadan hukum Bermuda, mengajukan petisi ke Mahkamah Agung Bermuda untuk penunjukan ‘likuidator sementara bersama’ yang sesuai dengan pasal 16(e) Undang-Undang (UU) Perusahaan Bermuda dalam waktu dekat. 

BlockFi saat ini mengantisipasi bahwa klaim klien akan ditangani melalui proses kebangkrutan Bab 11.

Haynes and Boone LLP, Kirkland & Ellis LLP, and Cole Schotz PC berperan sebagai penasihat hukum BlockFi. Kemudian, Moelis & Company berperan sebagai bankir investasi, Berkeley Research Group berperan sebagai penasihat keuangan, dan C Street Advisory Group LLC melayani sebagai penasihat restrukturisasi dan komunikasi strategis perusahaan.

BlockFi Berniat Kurangi Biaya secara Signifikan

Untuk memastikan kelancaran transisi perlindungan kebangkrutan Bab 11, BlockFi mengajukan serangkaian mosi biasa kepada pengadilan agar perusahaan dapat terus menjalankan bisnisnya.

Mosi hari pertama mencakup permintaan untuk membayar gaji karyawan dan melanjutkan tunjangan karyawan tanpa gangguan, yang mana BlockFi mengharapkan untuk menerima persetujuan pengadilan, serta menetapkan Rencana Retensi Karyawan Utama untuk memastikan perusahaan mempertahankan sumber daya internal yang terlatih untuk bisnis, yang dinilai merupakan fungsi kritis selama proses kebangkrutan Bab 11.

Selain itu, BlockFi juga memulai rencana internal untuk mengurangi biaya secara signifikan, termasuk biaya tenaga kerja.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.