Block.one Pengembang Blockchain EOS Jadi Pemegang Saham Terbesar Silvergate Capital

Diperbarui oleh Ahmad Rifai
Ringkasan
  • Block.one dan sang CEO yaitu Brendan Blumer mengakuisisi saham Silvergate Capital.
  • Keduanya mengaku telah membeli 7,46% dan 9,27% saham salah satu bank kripto terbesar itu.
  • Dengan teknologi blockchain EOS, ini akan menambah lengkap kolaborasi kedua belah pihak.

Block.one dan sang CEO yaitu Brendan Blumer baru saja menuntaskan akuisisi saham Silvergate Capital. Keduanya mengaku telah membeli 7,46% dan 9,27% saham salah satu bank kripto terbesar itu.

Sehingga bila digabungkan, Block.one dan sang CEO memiliki total saham sebesar 16,73% saham. Hal ini menjadikan pihak Block.one sebagai pemegang saham terbesar Silvergate mengalahkan Vanguard Group yang menggenggam 8,91% saham.

Masuknya Block.one akan memperkuat posisi Silvergate yang selama ini didukung oleh raksasa keuangan seperti BlackRock Fund Advisors, SSGA Funds Management, Morgan Stanley Smith Barney dan 6 raksasa lainnya.

Meskipun tidak menjelaskan secara detail nilai pembelian saham Silvergate, manajemen Block.one mengungkapkan salah satu alasan masuknya mereka ke bank kripto yang berbasis di California, Amerika Serikat (AS) itu. Salah satu alasannya karena Silvergate dinilai mampu secara konsisten melakukan inovasi dalam aset digital, yang jauh melebihi perusahaan perbankan lain.

Ditambah lagi, Silvergate juga merupakan bank kripto pertama yang teregulasi oleh Federal Deposit Insurance Corp, The Federal Reserve, dan California Department of Financial Protection and Innovation.

Hal tersebut menambah kepercayaan diri Block.one untuk masuk dan ikut mengembangkan ekosistem SIlvergate. Dengan teknologi blockchain EOS yang dimiliki Block.one, ini akan menambah lengkap sinergisitas yang terjalin di antara kedua belah pihak.

“Silvergate sukses membangun Silvergate Exchange Network (SEN) yang menjadi jembatan pasar keuangan tradisional (TradFi) dengan kripto selama 24 jam dalam 7 hari,” jelas pihak Block.one pada hari Kamis (24/11).

Lebih lanjut, Block.one percaya bahwa harga saham Silvergate saat ini tidak mencerminkan kondisi fundamentalnya secara keseluruhan. Dengan begitu, hal ini ditangkap sebagai peluang investasi yang unik.

Kinerja saham Silvergate | Sumber: Google Finance

Sejak krisis keuangan yang dialami FTX mencuat, saham Silvergate terkena imbasnya. Mereka mengaku memiliki eksposur terhadap FTX kurang dari 10% atas total portofolio perusahaan yang mencapai US$11,9 miliar.

Tercatat dalam kurun waktu 1 bulan, saham Silvergate yang diperdagangkan di New York Stock Exchange rontok hingga 48,71% ke level US$28,15 dari posisi sebelumnya US$54,88.

Laba Bersih Tetap Mengkilap

Dalam kondisi yang berat sekalipun, SIlvergate tetap berhasil meningkatkan laba bersihnya pada kuartal III/2022 ke level US$43,3 juta.

Jumlah tersebut didapatkan dari adanya pertumbuhan dari 1.585 pelanggan pada Juni tahun ini menjadi 1.677 pelanggan per September 2022. Jumlah rata-rata simpanan aset digital juga berada di level yang cukup tebal, yakni sebesar US$12 miliar.

Terkait hal ini, Chief Executive Officer (CEO) Silvergate, Alan Lane, mengatakan mereka akan terus melakukan investasi dengan menyeimbangkan budaya inovasi dan pendekatan berbasis risiko yang hati-hati.

“Perusahaan terus melihat permintaan untuk produk Silvergate Exchange Network dan pertumbuhan dalam pelanggan. Hal tersebut membuktikan bahwa platform kami sangat kuat di tengah kondisi yang menantang,” ungkap Alan Lane.

Menilik Eksposur Silvergate pada FTX

Meskipun sahamnya melorot lantaran memiliki eksposur pada krisis FTX, tetapi kabar masuknya Block.one menghembuskan sentimen positif. Pada perdagangan hari Rabu (23/11) kemarin, saham Silvergate berhasil menanjak 11,49% ke level US$28,15.

Beberapa analis percaya bahwa Silvergate tidak akan terpengaruh atas sentimen FTX. Meskipun dalam pembaruan informasi pada 16 November lalu terlihat jumlah rata-rata simpanan menyusut menjadi US$9,8 miliar (tidak termasuk simpanan dari FTX dan entitas lainnya), tetapi mereka tetap berhasil menjaga operasionalnya tetap lancar.

“Semua pinjaman dengan jaminan Bitcoin berjalan seperti yang diharapkan tanpa kerugian dan tidak ada likuidasi paksa,” jelas CEO Silvergate.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.