Bursa Kripto Korea Selatan Beri Peringatan terhadap Stablecoin TRON dan Waves

Bagikan Artikel
Ringkasan
  • Bursa kripto domestik terbesar Korea Selatan telah meningkatkan kekhawatirannya terhadap de-pegging terkait stablecoin USDD dan USDN.

  • Pengumuman yang berisi peringatan dari Upbit diikuti dengan nasihat terhadap proyek algorithmic stablecoin menyusul terjadinya tragedi yang dialami LUNA.

  • Segenap bursa kripto secara kolektif telah berkomitmen untuk mencegah terulangnya insiden seperti yang sempat melanda proyek Terra.

Trust Project adalah konsorsium organisasi berita internasional berdasarkan standar transparansi.

Bursa kripto domestik terbesar Korea Selatan telah memberikan peringatan atas de-pegging algorithmic stablecoin USDD milik TRON dan Neutrino USDN Waves.

Bursa Upbit mengatakan, “Saat ini, ada sebuah kondisi yang memunculkan kekhawatiran bahwa pasak atas USDN dan USDD tidak mendapatkan pemeliharaan secara normal. Akibatnya, kondisi ini dapat meningkatkan potensi terbentuknya fluktuasi harga WAVES dan TRX yang berasosiasi dengan masing-masing stablecoin di atas. Untuk itu, para anggota komunitasnya harus terus waspada dengan resiko berinvestasi di WAVES dan TRX.”

Kedua stablecoin tersebut masih tetap dalam keadaan tidak stabil dan keduanya diperdagangkan di bawah harga satu dolar. Menurut data dari CoinGecko, USDD telah mengalami penurunan lebih dari 1,5% dalam 24 jam terakhir. Sedangkan, USDN juga turun mendekati angka 1%. 

Sumber: CoinGecko

TRON Overcollateralized

TRON telah mengalami penurunan sejak bulan lalu. Kondisi itu kemungkinan menjadi sinyal kuat bahwa penurunan TRON adalah akibat dari de-pegging stablecoin USDD. Pasalnya, aset tersebut telah diumumkan sebagai stablecoin yang overcollateralized.

Platform analitik blockchain Nansen baru-baru ini menguak fakta bahwa terdapat transaksi dana yang mengirimkan USDD dan stablecoin lainnya dalam jumlah besar.

Korea Selatan Bentuk Komite Aset Digital

Awal bulan ini, pemerintah Korea Selatan mengatakan bahwa mereka akan meluncurkan Komite Aset Digital, setelah terjadinya keruntuhan yang menimpa Terra.

Baru-baru ini, bursa domestik terkemuka negara tersebut juga mengumumkan delisting Litecoin (LTC). Langkah itu sebagai upaya untuk tetap memprioritaskan perlindungan investor dan kekhawatiran terkait masalah pencucian uang. Pernyataan itu disampaikan dalam pengumuman langsung dari token tersebut.

Tindakan ini menunjukkan bahwa pemerintah Korea Selatan ingin meregulasi sektor ini secara ketat.

Dengan adanya pengetatan regulasi kripto, Lee Bok-hyun, Direktur Dewan Pengawas Keuangan setempat, mengatakan, “Otoritas yang terkait dengan perumusan atau interpretasi undang-undang dan regulasi ada di bidang keuangan, dan kami sekarang tengah memperhatikan inti kebijakannya dengan seksama.”

Kekacauan Pasar Masih Terus Berlanjut

Di tengah keadaan pasar yang melemah saat ini, sentimen bearish membuat bitcoin bertengger di bawah level harga US$22.000. Penurunan harga yang terjadi sangat tajam, sampai-sampai CoinGecko menghitung bahwa kapitalisasi pasar cryptocurrency global telah turun menjadi US$975 miliar, dengan harga sebelumnya ada di angka lebih dari US$3 triliun pada November.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.
Share Article

Shraddha adalah seorang jurnalis di India yang telah bekerja di berita bisnis dan finansial sebelum menyelami dunia kripto. Sebagai seorang penggemar investasi, dia juga memiliki ketertarikan dalam memahami kripto dari pendirian finansial pribadi.

Ikuti Penulis