CEO MicroStrategy, Phong Le, menyebut Bitcoin (BTC) sebagai “Amerika Serikat-nya uang”. Pelacak on-chain Arkham mengungkapkan bahwa taruhan senilai US$1 juta yang dia lakukan pada saham preferen perusahaan kini kembali ke titik impas.
Pembelian itu, menurut dokumen efek, sekaligus menjadi taruhan pribadi Le terhadap perusahaan yang ia pimpin. Strategy, sebelumnya MicroStrategy, berjuang untuk mempertahankan saham preferen Stretch (STRC) miliknya tetap dekat dengan nilai nominal setelah harga Bitcoin turun.
Taruhan US$1 Juta Kembali ke Titik Impas
Dokumen pada 22 Juni menunjukkan Le membeli 11.000 saham STRC melalui trust keluarganya. Ia membayar rata-rata tertimbang US$90,80 per saham, atau sekitar US$998.756. Ia menegaskan pembelian ini sebagai investasi jangka panjang, bukan untuk trading.
Harga tersebut lebih rendah dari nilai STRC yang ditetapkan di angka US$100. Strategy merancang saham ini agar diperdagangkan mendekati nilai nominal US$100, dengan cara menyesuaikan dividen tiap bulannya agar harga tetap seimbang.
Perusahaan kemudian menaikkan dividen tahunan STRC menjadi 12%, dari 9% saat peluncuran di Juli 2025. Kenaikan ini membuat harga saham kembali mendekati nilai nominal. Arkham sekarang menilai posisi Le sudah kembali ke titik impas.
Pemulihan ini penting, karena saat ini STRC menjadi penopang struktur saham preferen yang nilainya sudah melebihi US$13 miliar. Baru-baru ini, MicroStrategy pun memaparkan kebijakan penjualan Bitcoin yang baru, yang bisa mendanai dividen dengan menjual sebagian kepemilikan Bitcoin-nya.
“Saya membeli US$1 juta STRC hari ini. Akan saya tahan sampai nilainya tembus nominal, bahkan mungkin lebih lama,” terang Le ketika menggambarkan pembelian ini pada postingannya di bulan Juni.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru langsung saat peristiwa terjadi
Mengapa Le Menyebut Bitcoin Sebagai Amerika Serikat-nya Uang
Le memaparkan alasannya mendukung Bitcoin, dan menggambarkannya sebagai uang yang berlandas aturan transparan dengan suplai tetap, tanpa pemerintah mana pun yang bisa mencetak seenaknya. Menurutnya, aset ini melindungi kekayaan dari inflasi, penyensoran, serta tekanan politik.
“Bitcoin adalah Amerika Serikat-nya uang. Bitcoin ingin melakukan untuk uang, apa yang Konstitusi Amerika coba lakukan untuk pemerintahan: menciptakan sistem yang diatur oleh aturan transparan, bukan kehendak individu…Tapi lebih dari itu, Bitcoin adalah harapan,” papar dia dalam pernyataannya.
Ia mengaitkan pandangan ini dengan masa lalunya. Ia menghubungkan perjalanan keluarganya sebagai pengungsi dari Vietnam dengan keyakinan bahwa setiap orang harus bisa mengontrol uang sendiri. Le bahkan memprediksi bahwa Bitcoin bisa menjadi aset cadangan global dalam satu dekade ke depan.
Keyakinannya ini jadi penting, karena Le memimpin Strategy, perusahaan yang kini menjadi holder Bitcoin korporasi terbesar, dengan 818.334 BTC.
Pendiri Michael Saylor yang mengenalkan model treasury Bitcoin ini di tahun 2020. Le menyoroti bank-bank seperti Goldman Sachs dan Citi yang kini menambah layanan Bitcoin sebagai bukti bahwa perubahan ini nyata terjadi.
Tidak semua pihak sejalan dengan optimisme ini. Bitwise menilai Strategy bukan lagi pembeli utama Bitcoin. Selain itu, perusahaan juga membukukan kerugian kuartalan sebesar US$12,5 miliar setelah harga Bitcoin jatuh. Perusahaan treasury Bitcoin lainnya tetap terus mengakumulasi Bitcoin di tengah penurunan harga ini.
Apakah titik impas ini akan bertahan, akan sangat tergantung pada pergerakan harga STRC dan bagaimana bear market Bitcoin berjalan ke depan. Untuk saat ini, laporan keuangan Le dan akun pribadinya masih bergerak searah.









