Lihat lebih banyak

CEO Telegram Berniat Buat Crypto Wallet & Decentralized Exchange di Blockchain TON

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • CEO Telegram, Pavel Durov, menyatakan bahwa pihaknya akan membangun layanan non-custodial wallet dan DEX untuk memperdagangkan dan menyimpan mata uang kripto dengan aman.
  • Adapun fitur crypto wallet dan DEX itu bakal dibangun di atas jaringan TON.
  • Pengumuman dari Pavel Durov di akun Twitter miliknya disambut positif oleh pihak TON Foundation.
  • promo

Founder dan CEO Telegram, Pavel Durov, pada hari Kamis (1/12) menyatakan bahwa pihaknya akan membangun layanan non-custodial wallet dan decentralized exchange (DEX) bagi jutaan orang untuk memperdagangkan dan menyimpan mata uang kripto dengan aman. Adapun fitur crypto wallet dan DEX itu bakal dibangun di atas blockchain TON.

Hal ini datang setelah Durov mengatakan bahwa industri blockchain dibangun di atas janji desentralisasi, tetapi akhirnya terkonsentrasi di tangan segelintir orang yang mulai menyalahgunakan kekuasaan mereka.

Baginya, solusinya jelas. Proyek berbasis blockchain harus kembali ke akarnya, yaitu desentralisasi. Pengguna kripto harus beralih ke transaksi tanpa kepercayaan dan crypto wallet yang mereka hosting sendiri.

Untuk itu, Pavel Durov mengatakan bahwa pihaknya, para developer, harus menjauhkan industri blockchain dari sentralisasi dengan membangun aplikasi terdesentralisasi (dApp) yang cepat dan mudah digunakan untuk banyak orang. Baginya, proyek semacam ini layak untuk hari ini.

Mengembangkan Platform Lelang & Seperangkat Alat Terdesentralisasi

Dia memberi contoh bahwa Fragment adalah platform lelang yang diklaim sepenuhnya terdesentralisasi. Proyek ini dibangun di The Open Network (TON) yang diklaim merupakan platform blockchain yang cepat dan efisien untuk menampung berbagai aplikasi populer.

Pavel Durov menyebut hanya membutuhkan 5 minggu dan 5 orang untuk menyusun proyek ini. Fragment telah sukses melelang sejumlah username senilai US$50 juta yang terjual dalam waktu kurang dari sebulan.

“Fragment sukses luar biasa,” tulis Pavel Durov, sambil mengatakan bahwa minggu ini Fragment akan diperluas melampaui dalam melelang berbagai username.

Langkah Telegram selanjutnya adalah membangun seperangkat alat terdesentralisasi, termasuk non-custodial wallet dan DEX.

“Dengan cara ini, kami dapat memperbaiki kesalahan yang disebabkan oleh sentralisasi yang berlebihan saat ini,” jelas Pavel Durov.

Menurutnya, waktu ketika ketidakefisienan platform lama membenarkan pemusatan harus sudah lama berlalu. Dengan teknologi seperti TON yang mencapai potensinya, bagi Pavel Durov, industri blockchain pada akhirnya harus mampu mewujudkan misi intinya, yaitu mengembalikan kekuatan kepada masyarakat.

Menyambut paparan Pavel Durov, akun Twitter TON Foundation menyatakan, “Sangat senang dengan rencana tim Telegram untuk membuat seperangkat alat terdesentralisasi. Membangun di TON adalah cara yang harus dilakukan mengingat skalabilitas dan visi bersama kami tentang pentingnya desentralisasi.”

TON Foundation Siapkan Dana US$126 Juta

Sementara itu dalam kesempatan berbeda, pengurus jaringan TON pada hari Rabu (30/11) mengaku telah menyiapkan dana penyelamatan dengan komitmen lunak sebesar US$126 juta untuk mendukung sejumlah proyek kripto yang mengalami masalah likuiditas sebagai akibat dari kehancuran FTX.

Tujuan TON Foundation adalah untuk membujuk sejumlah proyek itu agar bermigrasi ke TON, sambi membantu meringankan efek lanjut dari runtuhnya kerajaan Sam Bankman-Fried (SBF).

Dana tersebut, yang didukung oleh DWF Labs, Darley Technologies, Hexa Capital, dan TONcoin Fund Ecosystem Partners, berbeda dari dana pemulihan Binance sekitar US$2 miliar.

“Kami ingin menarik para pembangun secara organik yang yakin dengan fundamental TON,” Jelas Nan Wang, rekanan investasi TON Foundation.

Sebagai informasi, The Open Network (TON) adalah blockchain layer-1 yang mengklaim sepenuhnya terdesentralisasi dan konon menawarkan transaksi ultra-cepat, biaya kecil, aplikasi yang mudah digunakan, dan ramah lingkungan. Toncoin adalah native token dari blockchain TON.

Sebelum memiliki nama seperti sekarang, TON semula merupakan singkatan dari Telegram Open Network yang lantas bertransformasi menjadi The Open Network sejak Agustus 2021Whitepaper TON pertama kali dirilis pada Desember 2017, lalu muncul versi terbaru pada Januari 2018.

Bagaimana pendapat Anda tentang niatan CEO Telegram untuk membangun non-custodial wallet dan DEX di jaringan TON? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Mei 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_14-1.jpg
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di dunia kripto.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori