Lihat lebih banyak

Pengguna Telegram Kini Dapat Mengirim dan Menerima Toncoin (TON)

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Telegram menyediakan fitur baru bagi pengguna yang memungkinkan mengirim dan menerima Toncoin (TON) secara langsung menggunakan chat.
  • Untuk menggunakan fitur tersebut, pengguna Telegram tidak perlu membayar biaya transaksi.
  • Pengguna hanya perlu menambahkan bot Wallet resmi Telegram agar dapat menikmati fitur terbaru ini.
  • promo

Pengguna Telegram kini dapat mengirim dan menerima Toncoin (TON) secara langsung layaknya attachment atau lampiran dari lawan bicara mereka. 

Akun Twitter TON Blockchain pada 26 April 2022 menjelaskan bahwa hal ini merupakan cara baru untuk mengirim Toncoin tanpa biaya transaksi ke pengguna Telegram lainnya. Untuk mengakses fitur ini, pengguna harus terlebih dahulu mengaktivasi bot Wallet resmi di Telegram.

Dengan layanan ini, para pengguna tidak perlu lagi memasukkan alamat crypto wallet yang panjang dalam platform yang dikembangkan oleh Pavel Durov tersebut.

Hal ini memungkinkan sekitar 550 juta pengguna aktif bulanan Telegram dapat mengirim dan menerima Toncoin dalam aplikasi perpesanan yang tidak hanya populer di Rusia dan negara-negara pecahan Uni Soviet, tetapi juga di seluruh dunia.

Meskipun hanya Toncoin (TON) yang dapat dikirim dan diterima dalam aplikasi, pengguna Telegram juga dapat membeli Bitcoin (BTC) dan Toncoin melalui bot Wallet yang konon sudah digunakan oleh 800.000 akun Telegram.

TON Blockchain menjelaskan bahwa fungsi ini akan meluas ke pembayaran bagi konsumen ke berbagai bisnis, sehingga para pengguna dapat dengan mudah memperoleh barang atau jasa dengan mengirim Toncoin lewat Telegram.

Platform seperti Twitter sebenarnya juga telah menawarkan fasilitas seperti ini setelah menambahkan pembayaran Bitcoin melalui Lightning Network untuk fitur Tips sejak bulan September 2021. Fitur ini mengandalkan layanan pembayaran pihak ketiga dari aplikasi Strike yang dipimpin Jack Mallers. Kemudian pada 23 April lalu, Stripe dan Polygon berkolaborasi menguji pembayaran USDC di Twitter.

Hubungan Toncoin & Telegram

Perbandingan TON dengan Ethereum dan Solana | The Open Network

The Open Network (TON) adalah blockchain layer-1 yang sepenuhnya terdesentralisasi dan konon menawarkan transaksi ultra-cepat, biaya kecil, aplikasi yang mudah digunakan, dan ramah lingkungan. Toincoin adalah native token dari blockchain TON.

TON Foundation baru-baru ini mengumpulkan dana senilai US$1 miliar dari para penggunannya untuk memajukan ekosistem tersebut. TON mengklaim bahwa saat ini telah memiliki lebih dari 52 juta transaksi, kurang lebih 480.000 crypto wallet, dan 163 validator.

Menariknya, TON semula merupakan singkatan dari Telegram Open Network yang lantas bertransformasi menjadi The Open Network sejak Agustus 2021. Whitepaper TON pertama kali dirilis pada Desember 2017, lalu muncul versi terbaru pada Januari 2018

Adapun proyek Kripto blockchain TON dengan native token yang sebelumnya disebut Grams, awalnya dirintis oleh Telegram tapi kemudian ditinggalkan pada Agustus 2020 menyusul gugatan dari Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) Amerika Serikat (AS). 

SEC pada Oktober 2019 menuduh Telegram menjalankan penawaran token tidak sah yang meraup US$1,7 miliar. Telegram pada Juli 2020 lantas mulai menghentikan dukungan terhadap test network dari TON Blockchain.

Memicu Perseteruan Dua Kubu

Setelah itu, proyek kripto ini terus dikembangkan oleh komunitas yang ada. Adapun penerus utama proyek ini adalah The Open Network. Namun, sebenarnya ada beberapa kelompok pengembang lainnya yang setidaknya memunculkan dua komunitas besar. 

Keduanya adalah Free TON yang mencakup para investor dalam proyek TON yang semula dikembangkan Telegram, serta The Open Network yang diisi oleh para mantan peserta dalam kontes kripto yang diselenggarakan Telegram. 

Lantas, konflik hak untuk memiliki merek dagang TON pecah di antara mereka. Singkat cerita, Pavel Durov pada Agustus 2021 memilih untuk mewariskan repositori Github asli dan alamat domain TON kepada para pengembang The Open Network.

Secara resmi, Telegram telah meninggalkan proyek ini dan tidak boleh mengambil bagian di dalamnya, bahkan melalui perantara. Namun, Pavel Durov pada Desember 2021 menegaskan dukungannya terhadap pengembangan Toncoin.

Menariknya lagi, whitepaper yang digunakan oleh TON Foundation ditulis oleh Nikolai Durov yang merupakan kakak Pavel Durov dan salah satu orang penting di Telegram. 

Berdasarkan roadmap, proyek blockchain ini akan merilis TON DNS dan TON Payments pada kuartal II/2022. Selanjutnya, TON Proxy dan TON Sites diperkirakan akan hadir pada kuartal III/2022 serta TON Storage pada kuartal IV/2022, sebelumnya akhirnya meluncurkan Bitcoin & EVM Workchains pada 2023.

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_14-1.jpg
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di dunia kripto.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori