Lihat lebih banyak

Cina Disebut Bakal Menerapkan Kontrol Sosial di Dalam Metaverse

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • China Mobile, salah satu raksasa telekomunikasi di Cina mengajukan proposal ke PBB untuk terapkan sistem ID digital bagi pengguna dunia maya, termasuk metaverse.
  • Usulan itu akan membuat kewenangan penegak hukum di dunia nyata akan bisa masuk ke ranah virtual.
  • Meskipun aturan baku terkait metaverse belum diterapkan di Cina, namun beberapa provinsi di sana secara aktif terus mengembangkan teknologi anyar itu.
  • promo

Langkah Cina yang secara agresif menggarap dunia virtual digadang akan diikuti dengan pengetatan aturan yang selama ini berjalan di dunia nyata. Laporan dari Politico mengungkapkan bahwa salah satu raksasa telekomunikasi asal Negeri Tirai Bambu, yakni China Mobile, sudah mengajukan proposal ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menerapkan sistem identitas digital (ID digital) bagi seluruh pengguna dunia maya, termasuk metaverse.

Dalam laporan tersebut, dijelaskan bahwa usulan itu akan membuat kewenangan penegak hukum di dunia nyata akan bisa masuk ke ranah virtual.

Sistem ID digital akan mencakup gambaran seluruh data pribadi seseorang, termasuk pekerjaan dan atribut lainnya. Data itu nantinya bisa disimpan oleh otoritas terkait, lalu dibagikan ke otoritas penegak hukum demi menjaga ketertiban dan keamanan dunia maya.

“Jadi siapa pun yang menggunakan teknologi tersebut untuk menyebarkan rumor dan membuat kekacauan di metaverse akan langsung dengan mudah dilacak dan diidentifikasi oleh pihak kepolisian. Hukuman yang akan diberikan juga diterima di dunia nyata oleh para pelaku,” jelas laporan tersebut.

Pihak Cina sendiri juga secara tegas mengakui bahwa pemerintah setempat menaruh perhatian khusus pada keamanan metaverse. Awal tahun ini, Otoritas Pasar Cina menyebut bahwa terdapat banyak aktivitas ilegal berkedok metaverse, seperti penipuan dan kegiatan kriminal lainnya yang berpotensi merugikan negara.

Proposal yang diajukan oleh China Mobile tersebut merupakan bagian dari diskusi di dalam International Telecommunication Union (ITU), yaitu badan telekomunikasi PBB yang bertugas menetapkan aturan global terkait cara kerja teknologi.

Peneliti Senior di Friends of Europe, Chris Kremidas-Courtney, mengatakan langkah Cina yang ingin membangun sistem identitas digital terpadu sangat mirip dengan sistem kredit sosial yang ada di Cina. Meski begitu, dia juga menyebut bahwa strategi Cina merupakan bagian dari ambisi untuk menjadi pemimpin dunia dalam pengembangan metaverse.

“Penetapan standar adalah langkah alami dalam peta jalan tersebut, karena jika Anda ingin meraih masa depan, maka Anda harus menetapkan standarnya,” jelas Kremidas-Courtney.

Pernah Disuarakan oleh Huawei

Usulan tersebut sejatinya bukanlah baru pertama kali dikemukakan oleh entitas asal Cina. Sebelumnya, pada pertemuan di Jenewa, Swiss pada tahun 2020 kemarin, Huawei juga sudah memberikan usulan yang mirip dengan usulan China Mobile.

Kala itu Huawei menawarkan arsitektur baru dalam lanskap internet yang akan mengembalikan kekuasaan ke tangan negara, bukan individu. Dalam pandangan tersebut, selama ini, kekuasaan internet digenggam oleh beberapa entitas asal Amerika Serikat (AS); seperti Facebook, Apple, Amazon, dan Google. Hal itu membuat fungsi pengawasan pemerintah menjadi berkurang.

Ilmuwan Sosial Universitas Harvard, Shosana Zuboff, mengungkapkan usulan tersebut menunjukkan bahwa Cina ingin mendapatkan kontrol mutlak dalam infrastruktur teknologi. Zuboff menyebut bahwa ambisi tersebut sebagai hal yang menakutkan.

Oleh karena itu, muncul dugaan bahwa hype metaverse yang saat ini dikembangkan oleh hampir semua negara juga dimanfaatkan oleh Cina untuk memasukkan ambisinya dalam menciptakan tatanan baru di ranah maya.

Pemerintah Daerah Cina Getol Bangun Metaverse

Meskipun aturan baku terkait metaverse belum diterapkan di Cina, namun beberapa provinsi di sana secara aktif terus mengembangkan teknologi anyar itu. Sampai saat ini, sudah terdapat 4 wilayah yang sudah mengumumkan rencana jangka panjang dan pendeknya untuk membangun ruang virtual.

Keempat provinsi itu adalah Shanghai, Zhengzhou, Jiangning, dan Nanjing. Pemerintah masing-masing provinsi mengaku sudah siap menggelontorkan dana hingga puluhan miliar renminbi untuk membangun metaverse di wilayahnya.

Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa rangkaian langkah pemerintah Cina ini merupakan bentuk upaya untuk mewujudkan visi besar negaranya agar bisa menjadi pemimpin dalam pengembangan dunia virtual.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

BIC_userpic_sb-49-profil.jpg
Adalah seorang penulis dan editor yang pernah berkiprah di banyak media ekonomi dan bisnis. Memiliki pengalaman 7 tahun di bidang konten keuangan, bursa dan startup. Percaya bahwa blockchain dan Web3 akan menjadi peta jalan baru bagi semua sektor kehidupan
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori