Lihat lebih banyak

Circle Pindah Markas ke AS Jelang IPO

3 mins
Diterjemahkan Zummia Fakhriani
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Circle pindahkan kantor pusat ke AS jelang IPO yang dinanti-nantikan.
  • Langkah ini berpotensi menimbulkan tantangan regulasi dan pajak bagi Circle.
  • CEO Jeremy Allaire tetap optimistis soal adopsi USDC.
  • promo

Circle Internet Financial Ltd., penerbit stablecoin USDC, membuat langkah strategis untuk memindahkan basis legalnya. Perusahaan ini berencana untuk memindahkan kantor pusat legalnya dari Republik Irlandia ke Amerika Serikat (AS).

Keputusan ini datang menjelang initial public offering (IPO) yang sangat dinantikan. Banyak yang melihat langkah ini sebagai perubahan signifikan bagi perusahaan dalam menavigasi lanskap regulasi dan berupaya meningkatkan kepercayaan pasar.

Pindah ke AS Bisa Timbulkan Tantangan

Laporan Bloomberg baru-baru ini membagikan konfirmasi dari juru bicara Circle. Ia membenarkan pengajuan dokumen pengadilan yang diperlukan untuk pemindahan tersebut pada hari Selasa (14/5). Hanya saja, mereka tidak menjelaskan alasan keputusan tersebut.

BeInCrypto sebelumnya melaporkan bahwa Circle telah mengajukan IPO ke Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) AS pada Januari. Kendati begitu, perusahaan tidak membeberkan jumlah saham yang akan mereka luncurkan maupun kisaran harga sahamnya.

Di sisi lain, hijrah ke AS berpotensi menimbulkan tantangan tersendiri bagi Circle. Ini termasuk pajak yang lebih ketat serta lanskap regulasi yang rumit. Pasalnya, regulasi untuk aset kripto dan stablecoin di AS juga masih belum jelas.

Khususnya, Ripple Labs, perusahaan di balik aset kripto XRP, telah menghadapi tantangan hukum yang signifikan dengan SEC. Tantangan ini menyebabkan Ripple terpaksa menghentikan rencana IPO mereka di AS dan mempertimbangkan alternatif di luar negeri.

Karena itu, langkah Circle ini menunjukkan taruhan strategis pada kejelasan regulasi di AS. Tergantung pada keputusan regulasi yang akan datang, ini bisa memuluskan ataupun justru menghambat pertumbuhannya.

Walaupun hambatan mengintai, CEO Circle Jeremy Allaire tetap optimistis tentang masa depan stablecoin beserta lanskap regulasinya. Dalam Milken Institute Global Conference 2024, Allaire menekankan pentingnya kejelasan regulasi, teknologi scalable, dan aplikasi yang mudah digunakan untuk memperluas adopsi dan integrasi USDC.

“Saya selalu katakan Anda butuh kejelasan regulasi. Anda butuh teknologi yang jauh lebih scalable dan mudah digunakan. Dan kemudian, Anda butuh orang-orangnya, aplikasi arus utama yang akan orang gunakan untuk berinteraksi dengan ini, entah Anda adalah bisnis yang menerima pembayaran ataupun end user, Anda butuh aplikasi semacam itu untuk menghubungkannya. Ketiganya telah terwujud. Kita bakal segera kantongi kejelasan regulasi untuk pembayaran stablecoin di seluruh dunia dan hampir di setiap yurisdiksi kita punya undang-undang pembayaran stablecoin yang sudah di depan mata di AS.”

Jeremy Allaire, CEO Circle

Keyakinan Allaire pun semakin termanifestasi lewat kolaborasi Circle dengan raksasa keuangan tradisional seperti BlackRock. Bulan lalu, Circle mengumumkan fitur exchange baru untuk investor USD Institutional Digital Liquidity Fund (BUIDL) BlackRock. Sekarang, mereka dapat menukar aset dunia nyata (real-world asset / RWA) yang ditokenisasi dengan USDC.

Menurut data CoinGecko, USDC adalah stablecoin terbesar kedua dalam hal kapitalisasi pasar. Per 15 Mei, USDC memiliki kapitalisasi pasar sebesar US$32,86 miliar.

Ini mewakili hampir 21% dari seluruh pangsa pasar stablecoin. USDC berada di belakang USDT milik Tether, yang mencatat kapitalisasi pasar US$110,86 miliar dan pangsa pasar 70,75%.

Pangsa Pasar Stablecoin.
Pangsa Pasar Stablecoin | Sumber: CoinGecko

Di tahun 2022, USDC dan USDT bersaing sengit. Per Juli 2022, USDC menguasai lebih dari 40% pangsa pasar, sedangkan USDT menguasai sekitar 50%.

Namun, tahun 2023 membawa tantangan bagi Circle, khususnya karena masalah perbankan di AS. Sebagian cadangan USDC tersimpan di Silicon Valley Bank, yang menghadapi masalah keuangan. Hal ini menyebabkan USDC kehilangan pasak untuk sementara waktu. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengguna dan investor.

Dengan Circle yang tengah bersiap untuk IPO dan pindah domisili ke AS, aksinya ini mencerminkan poros strategis untuk menyelaraskan diri dengan regulasi keuangan AS serta dinamika pasar. Berbekal kemitraan industri yang solid dan komitmen pada kejelasan regulasi, Circle berpeluang besar untuk semakin memantapkan posisinya di kancah stablecoin.

Bagaimana pendapat Anda tentang Circle yang pindahkan kantor pusat ke AS ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024
Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024
Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

Zummia.jpg
Zummia Fakhriani
Zummia adalah seorang penulis, penerjemah, dan jurnalis dengan spesialisasi pada topik blockchain dan kripto. Ia mengawali sepak terjang di industri kripto sebagai trader kasual sejak 2015. Kemudian, mulai berkiprah sebagai penerjemah profesional di industri sejak 2018 sembari mengenyam tahun ketiganya di program studi Sastra Inggris kala itu. Menyukai topik terkait DeFi, koin privasi, dan Web3.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori