Lihat lebih banyak

Coinbase Dituduh Melanggar Merek Dagang Nano Labs

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Nano Labs menuduh Coinbase melakukan pelanggaran merek dagang atas produk derivatifnya yang bernama Nano Bitcoin Futures dan Nano Ether Futures.
  • Baik Nano Labs dan Coinbase sudah membangun komunikasi sejak 2018. Maka dari itu, menurut Nano Labs, tidak mungkin Coinbase tidak mengetahui bisnis dan produk dari Nano.
  • Atas pelanggaran yang dilakukan Coinbase terhadap merek dagangnya, Nano Labs meminta pengadilan untuk menjatuhkan hukuman berupa pemberian ganti rugi aktual sekitar US$5 juta.
  • promo

Coinbase, salah satu crypto exchange ternama asal Amerika Serikat, tengah menghadapi gugatan dari Nano Labs, yang merupakan penerbit mata uang digital Nano (NANO). Coinbase dituduh melakukan pelanggaran merek dagang atas produk derivatifnya yang mereka beri nama Nano Bitcoin Futures. Salah satu instrumen investasi yang baru saja diluncurkan pada pertengahan tahun lalu itu dianggap berpotensi membuat kebingungan di ranah publik.

Gugatan yang terdaftar dalam Pengadilan Amerika Serikat (AS) Distrik California itu resmi dilayangkan pada 24 Februari kemarin. Dalam gugatannya, Nano Labs mengaku bahwa keluhannya juga mencakup produk Nano Ether Futures yang diluncurkan Coinbase pada Agustus 2022 kemarin.

Selain itu, melalui gugatannya, pihak Nano Labs menyebutkan bahwa penawaran Nano Bitcoin maupun Nano Ether merupakan turunan dari produk mata yang digital BTC dan ETH yang masing-masing bisnisnya dikatakan sangat mirip dengan bisnis perusahaannya.

Terlebih lagi, dengan adanya penggunaan kata “Nano” di depan produk tersebut, berpotensi membuat kesalahan persepsi di publik terkait produk yang ditawarkan. Padahal, token NANO sendiri tidak terdaftar di crypto exchange Coinbase.

Minta Ganti Rugi US$5 Juta

Atas pelanggaran yang dilakukan Coinbase terhadap merek dagangnya, Nano Labs meminta pengadilan untuk menjatuhkan hukuman berupa pemberian ganti rugi aktual sekitar US$5 juta.

“Pelanggaran yang dilakukan oleh Coinbase menyebabkan kerugian yang tidak bisa diperbaiki. Oleh karena itu, selain ganti rugi material, Nano Labs juga menuntut agar Coinbase secara permanen tidak menggunakan kata ‘NANO’ ataupun ‘Tanda Nano’ ataupun simbol serupa lainnya yang terkoneksi dengan produk dan juga layanan Coinbase,” jelasnya dalam gugatan.

Baik Nano Labs dan Coinbase sudah membangun komunikasi sejak 2018. Maka dari itu, menurut Nano Labs, tidak mungkin Coinbase tidak mengetahui bisnis dan produk dari Nano.

Kemudian, akibat hal itu juga, Nano Labs pun menduga gagalnya proses pendaftaran token NANO di Coinbase berhubungan dengan hal yang sedang terjadi saat ini.

Nano Labs sendiri bukanlah perusahaan baru di industri kripto. Perusahaan sudah berdiri sejak 2014 silam dengan nama RaiBlocks. Barulah di Januari 2018, mereka melakukan rebranding dan menggunakan nama “Nano” sebagai merek dagangnya.

Nano Labs juga mengklaim sudah memiliki basis pengguna yang cuku besar. Terdapat 26 juta global wallet yang digunakan oleh pengguna Nano dan tersebar di wilayah Amerika Serikat.

Bukan Kali Pertama Coinbase Tersandung Kasus Hukum

Ini bukanlah kali pertama Coinbase menghadapi gugatan hukum. Pada Desember tahun lalu, perusahaan yang dipimpin oleh Brian Armstrong itu juga harus menghadapi tuntutan hukum untuk pembayaran kompensasi sebesar US$31 ribu kepada salah seorang investornya yang mengalami pencurian.

Selain itu, perusahaan juga pernah mengalami gugatan pelanggaran paten teknologi kripto oleh Verisatum Capital. Infrasruktur blockchain Coinbase untuk melakukan validasi transaksi dan beberapa layanan lainnya dituduh melanggar hak paten yang diberikan oleh founder Verisatum, yaitu Reggie Middleton. Atas kejadian itu, Verisatum Capital meminta pengadilan untuk memerintahkan Coinbase membayar setidaknya US$350 juta sebagai kompensasi ganti rugi.

Lalu, perusahaan yang berbasis di AS itu juga pernah dijatuhi sanksi oleh New York Department Financial Services (NYDFS) lantaran terbukti melanggar Undang-Undang (UU) Anti Pencucian Uang. Dalam temuan regulator, sistem Coinbase memungkinkan pelanggan untuk membuka akun tanpa melakukan pemeriksaan latar belakang konsumen yang cukup. Crypto exchange yang sudah melantai di Nasdaq sejak tahun 2021 tersebut sepakat untuk membayar denda US$50 juta sebagai bentuk penyelesaian hukum. Coinbase pun diwajibkan untuk menginvestasikan US$50 juta lainnya guna mendukung program kepatuhan perusahaan.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

BIC_userpic_sb-49-profil.jpg
Adalah seorang penulis dan editor yang pernah berkiprah di banyak media ekonomi dan bisnis. Memiliki pengalaman 7 tahun di bidang konten keuangan, bursa dan startup. Percaya bahwa blockchain dan Web3 akan menjadi peta jalan baru bagi semua sektor kehidupan
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori