Menteri Luar Negeri Inggris Peringatkan Dunia Tidak Bisa Menunggu ‘AI Hiroshima’ Sebelum Bertindak

  • Cooper mengatakan dunia tidak bisa menunggu terjadi Hiroshima AI sebelum bertindak soal keamanan.
  • Dia mengatakan tidak ada prinsip keselamatan AI yang disepakati antara kekuatan global dunia.
  • Five Eyes dan Bank of England mengeluarkan peringatan paralel dalam beberapa minggu terakhir.
Promo

Menlu Inggris Yvette Cooper memperingatkan bahwa dunia tidak bisa menunggu “Hiroshima versi AI” sebelum bertindak, dan mendorong negara-negara besar untuk membangun kesepakatan tentang prinsip serta standar keamanan artificial intelligence (AI).

Cooper menyampaikan hal tersebut melalui sebuah esai, dengan menegaskan posisi Inggris untuk memimpin pembicaraan internasional mengenai teknologi ini.

Mengapa Cooper Menyinggung Hiroshima

Ia menuturkan bahwa aturan keselamatan nuklir baru muncul setelah dunia menyaksikan dahsyatnya kekuatan bom atom. Menlu itu menekankan pemerintah tidak boleh mengulangi kesalahan tersebut terhadap AI.

Cooper memandang keamanan AI sebagai tantangan keamanan terbesar dalam dekade mendatang.

“Kita tidak mampu menunggu hingga munculnya ‘Hiroshima versi AI’ baru bertindak,” ia ujar.

Disponsori
Disponsori

Selain itu, Cooper menyoroti bahwa Inggris menempati peringkat ketiga negara maju dalam bidang AI, di bawah Amerika Serikat dan Cina, sekaligus menjadi suara utama dalam keamanan AI.

Ia ingin memanfaatkan kekuatan untuk menghimpun negara-negara besar, termasuk AS, Cina, dan negara besar lainnya di bidang AI supaya “membangun konsensus mengenai prinsip serta standar keamanan mulai hari ini.”

Ikuti kami di X untuk update berita terbaru secara langsung

Peringatan Ancaman Siber AI Semakin Meningkat

Esai Cooper hadir menyusul gelombang peringatan dari para pejabat keamanan dan keuangan. Bulan lalu, aliansi intelijen Five Eyes merilis peringatan bersama terkait AI.

Kelompok yang menghubungkan AS, Inggris, Kanada, Australia, dan Selandia Baru ini menyatakan bahwa frontier AI akan mengubah kemampuan serangan serta pertahanan siber dalam hitungan bulan, bukan tahun.

Deputi Gubernur Bank of England, Sarah Breeden, juga menyuarakan urgensi pada 30 Juni. Ia mengatakan dalam forum ECB bahwa AI sedang mengubah sektor keuangan secara cepat. Ia menuturkan tantangannya adalah memastikan “kejutan berikutnya tidak menjadi ujian bagi stabilitas finansial.”

Breeden memaparkan bahwa untuk saat ini, perusahaan trading membatasi penggunaan agentic AI untuk tugas berisiko rendah seperti riset. Ia menegaskan bahwa perubahan bisa terjadi dengan cepat. Jika banyak agen AI bereaksi sama pada prompt yang identik, tutur Breeden, volatilitas dapat semakin besar saat pasar bergejolak.

“Di tangan para pelindung, alat-alat ini memperkuat ketahanan siber. Tapi, bila jatuh ke pihak jahat, alat-alat ini sangat meningkatkan potensi serangan yang mampu mengancam stabilitas keuangan,” ia papar.

Peringatan-peringatan ini bermuara pada satu hal. AI berkembang jauh lebih cepat daripada aturan yang seharusnya mengaturnya, dan para pejabat menegaskan kesenjangan itu harus segera ditutup.

Subscribe channel YouTube kami untuk menyaksikan pemimpin dan jurnalis memberi wawasan ahli


Untuk membaca analisis pasar kripto terbaru dari BeInCrypto, klik di sini.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori