Lihat lebih banyak

Breaking News Crypto Exchange Kraken Berencana Meluncurkan Bank Mereka Sendiri

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Kraken, salah satu crypto exchange terpopuler di AS, dikabarkan berencana meluncurkan sebuah bank mereka sendiri.
  • Menanggapi kabar ini, akun Twitter resmi Kraken menganjurkan agar pengguna terus memantau perkembangan seputar inisiatif Kraken Bank pada laman resminya.
  • Langkah Kraken ini terjadi di tengah situasi regulasi pemerintah Amerika Serikat yang menantang bagi pelaku industri kripto.
  • promo

Kraken, salah satu crypto exchange terpopuler di Amerika Serikat (AS), dikabarkan memiliki rencana untuk meluncurkan sebuah bank mereka sendiri di tengah lingkungan regulasi yang menantang.

Chief Legal Officer (CLO) Kraken, Marco Santori, mengatakan bahwa, “Kraken Bank berada di jalur yang tepat untuk diluncurkan, segera.”

Menanggapi kabar ini, akun Twitter resmi Kraken menganjurkan agar pengguna terus memantau perkembangan seputar inisiatif Kraken Bank pada laman resminya.

Sebuah bank baru yang lahir dari sektor kripto akan datang di tengah momen yang penuh gejolak bagi industri yang masih menghadapi dampak luas dari keruntuhan crypto exchange FTX ini. Ada beberapa tindakan penegakan hukum selama beberapa minggu terakhir dan meningkatnya ketidakpastian di bidang regulasi, khususnya di AS.

Sebagai pengingat, pada 1 Maret lalu, Kraken dikabarkan tidak akan lagi menggunakan Signature Bank yang berfokus pada kripto. Para klien non-korporat Kraken tidak lagi dapat melakukan penyetoran atau penarikan dolar AS (USD) menggunakan Signature. Fitur setoran akan dihapus pada 15 Maret dan fitur penarikan akan berakhir pada 30 Maret.

Masuk pada 2 Maret kemarin, sejumlah perusahaan kripto, seperti Coinbase, Circle, Paxos, Bitstamp, hingga Galaxy Digital, mengumumkan bahwa mereka akan mengurangi atau langsung menghentikan hubungan dengan Silvergate, yang dikenal sebagai bank ramah kripto. Rentetan kabar ini memicu market cap kripto global secara keseluruhan turun sekitar 4,4% dalam 24 jam terakhir pada waktu itu.

Kraken Hentikan Program Crypto Staking di AS

Pada 9 Februari lalu, Kraken diumumkan akan segera mengakhiri program crypto staking mereka bagi pelanggan di AS. Selain itu, mereka membayar US$30 juta (Rp454,35 miliar) untuk menyelesaikan tuduhan yang dilayangkan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) bahwa produk itu melanggar aturan yang ada.

SEC menuduh Kraken gagal mendaftarkan penawaran dan penjualan  produk crypto staking mereka. Cara kerja layanan ini, investor mentransfer aset kripto mereka kepada Kraken untuk disimpan dalam program dengan imbalan keuntungan investasi tahunan yang diiklankan mencapai 21%. Untuk menyelesaikan tuntutan dari SEC, Kraken setuju membayar denda untuk pelunasan, bunga prasangka, dan penalti perdata.

Terkait hal itu, Kraken tidak mengakui atau menyangkal tuduhan yang diajukan oleh SEC. Meski begitu, Kraken menyetujui poin yang akan secara permanen melarang mereka secara langsung atau tidak langsung menawarkan atau menjual produk sekuritas (efek) melalui layanan crypto staking bagi pengguna di market AS.

Dalam kesempatan berbeda, Kraken menyatakan bahwa mereka akan secara otomatis melakukan unstake semua aset kripto milik pengguna AS. Hal ini berlaku untuk semua kripto yang dapat diikutsertakan dalam staking, kecuali staking Ether (ETH) yang baru akan mereka unstake setelah upgrade Shanghai di jaringan Ethereum selesai.

Adapun pihak Kraken mengaku akan terus menawarkan layanan staking untuk pengguna non-AS.

Langkah SEC Justru Bahayakan Investor AS

CBDC AS Dolar Digital Kripto Crypto

Dalam sebuah wawancara terbaru, CLO Kraken menolak untuk membahas penyelesaian dengan SEC secara lebih rinci terkait produk crypto staking mereka. Namun, dia mengatakan bahwa bisnis staking merupakan persentase kecil dari pendapatan Kraken.

Dia menambahkan bahwa langkah SEC akan mendorong klien AS untuk mengakses layanan staking yang berada di luar negeri yang dinilai jauh lebih berisiko.

“Ini benar-benar menunjukkan situasi yang sangat tidak menguntungkan di AS. Kami memiliki lingkungan peraturan yang pada dasarnya memaksa pengguna untuk menggunakan crypto exchange luar negeri yang akan dengan senang hati menerima mereka,” imbuh CLO Kraken.

Hambatan bagi Perkembangan Inovasi Kripto

Dengan bank ramah kripto seperti Silvergate yang baru-baru ini menutup layanan yang banyak digunakan oleh sejumlah entitas kripto, Marco Santori menyatakan bahwa hubungan perbankan Kraken aman dan crypto exchange itu memiliki kelompok bank yang terdiversifikasi di seluruh dunia.

Meski begitu, dia memperingatkan bahwa peningkatan kehati-hatian di bidang perbankan dapat menghambat inovasi di sektor kripto.

“Kami kembali ke era ketika bank akan sangat berhati-hati dengan rekening apa yang mereka buka. Wall Street akan baik-baik saja. Kraken dan Coinbase akan baik-baik saja. Namun, seseorang yang memiliki ide baru tentang bagaimana menyediakan infrastruktur untuk ekonomi kripto, itu akan menjadi jalan yang sangat sulit selama beberapa tahun ke depan,” terang CLO Kraken.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_14-1.jpg
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di dunia kripto.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori