Dapat Pendanaan US$40 juta, Irreverent Labs Pacu Gim MechaFightClub

9 Mei 2022, 18:25 WIB
Diperbarui oleh Lynn Wang
9 Mei 2022, 18:25 WIB
Ringkasan
  • Irreverent Labs, sebuah perusahaan rintisan berbasis gaming, berhasil mengumpulkan pendanaan sebesar US$40 juta dari 11 orang investor.
  • Pendanaan tersebut akan digunakan bagi gim "sabung ayam" besutannya yang diberi nama MechaFightClub.
  • MechaFightClub sendiri merupakan gim berbasis play-to-earn yang berada di atas blockchain milik Solana.

Irreverent Labs, sebuah perusahaan rintisan berbasis gaming, baru saja menutup hasil putaran pendanaannya. Berdasarkan pengajuan di Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), perusahaan berhasil mengumpulkan dana sekitar US$40 juta dari 11 investor untuk mengembangkan gim berbasis non-fungible token (NFT) bernama MechaFightClub (MFC).

Ini merupakan kali kedua perusahaan mendapatkan pendanaan untuk gim “sabung ayam” miliknya. Sebelumnya, Irreverent Labs sudah berhasil mendapatkan US$5 juta dari beberapa investor yang dipimpin oleh Andreessen Horowitz (a16z). Selain itu, Chainsmokers Mantis Venture Capital, Advancit Capital, Keen Crypto dan Unlock Venture Partners juga ikut berpartisipasi dalam pendanaan bagi Irreverent Labs.

Rahul Sood, founder Irreverent Labs, mengatakan MechaFightClub merupakan gim berbasis NFT dengan konsep play-to-earn.

“Gim ini dimaksudkan untuk membangun ikatan emosional yang kuat antara karakter gim dan juga penggunanya. Mirip seperti Tamagotchi yang sudah di-crack,” katanya.

Dalam MechaFightClub, setiap pengguna bisa bertarung menggunakan ayam robot miliknya. Semakin tinggi level karakter Mechabot yang dimiliki, maka pemain bisa menjualnya untuk kemudian mendapatkan keuntungan.

Hal lain yang menarik adalah karakter yang ada di dalam gim merupakan karakter hidup non-pemain dan memilki kecerdasan buatan. Sood menambahkan, hal itu merupakan inovasi pertama yang diluncurkan oleh perusahaan.

“Menggabungkan hiburan dan kecerdasan buatan, saya pikir kami akan menjadi yang pertama,” tambahnya.

Gim tersebut menggunakan artificial intelligence yang mumpuni, sehingga masing-masing karakter bisa hidup di dalam blockchain sebagai NFT. Dengan begitu, gaya pertarungan masing-masing karakter akan berbeda satu sama lain dan memiliki keunikan tersendiri.

Mengutip informasi di laman MechaFightClub, karakter yang disebut sebagai Mechabot itu hanya tersedia sebanyak 41.000 Mechabot Genesis.

Setiap pemain akan memulai kehidupan sebagai telur yang akhirnya menetas, lalu dilatih untuk bisa bertarung. Setidaknya terdapat 6.969 telur yang sudah dibuahi dan memiliki kemampuan yang sangat kuat. Nantinya, setiap ayam robot bisa mengadu kemampuannya di Cocktagon, pertarungan profesional di arena metaverse.

“Ini adalah gim pertarungan berbasis masa depan,” tambah Sood.

MechaFightClub Pakai Blockchain Solana

MechaFightClub menggunakan jaringan blockchain Solana untuk bisa memproses dengan cepat. Terlebih lagi, Solana juga sudah memiliki ekosistem gaming yang sudah lebih populer.

Selain itu, Solana juga tengah fokus mengembangkan gim berbasis blockchain. Terbukti, perusahaan melalui Solana Ventures bersama dengan Forte, dan Griffin Gaming Partnerts berniat menginjeksi dana hingga US$150 juta untuk platform gim Web3 yang terdesentralisasi di blockchain.

Blockchain Solana merupakan salah satu jaringan yang memiliki kinerja terbaik di dunia. Kemampuannya mampu mendukung 65.000 transaksi per detik dan finalitas blok sebanyak 400 milidetik. Selain itu, biaya transaksi yang dihasilkan juga berada di kisaran US$0,00025.

Konsep gim play-to-earn terus bergerak masif menyusul kesuksesan gim Axie Infinity. Kehadirannya juga sekaligus mendobrak gim yang selama ini ada di dunia konvensional. Dengan konsep tersebut, setiap pemain bisa mendapatkan uang dari mata yang diperoleh dalam permainan.

Business Insider melansir, sebagian besar gim memilki token asli untuk memperbarui atau membeli perlengkapan dalam gim. Semakin banyak token yang digunakan, maka juga akan mengerek nilai dari token itu sendiri. Sehingga, pada akhirnya akan meningkatkan nilai token yang dimiliki pengguna maupun para perdagang aset kripto.

“Jika permainan yang diciptakan berhasil, maka permintaan token akan  meningkat,” ungkap salah satu pengembang blokchain, James Bachini.

Hal itulah yang terjadi di Axie Infinity pada 2021 lalu, ketika harga token Axie Infinity Shards (AXS) meroket 18.000%.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.