Lihat lebih banyak

Jelang Debut Stablecoin, CEO Ripple Tegaskan XRP Bukan Sekuritas

2 mins
Diterjemahkan Zummia Fakhriani
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Brad Garlinghouse menegaskan XRP bukanlah sekuritas dalam konferensi terbaru.
  • Ripple akan segera meluncurkan stablecoin, terlepas dari masalah hukum dengan SEC.
  • Stablecoin perusahaan ini bertujuan untuk menggaet institusi dengan deposito dolar AS.
  • promo

CEO Ripple Brad Garlinghouse menegaskan status XRP dan Ethereum di mata badan regulator.

Di tengah pertarungan hukum yang intens antara Ripple dengan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), komentar Garlinghouse sangatlah penting. Ini terutama karena Ripple semakin mendekati jadwal peluncuran stablecoin mereka.

Brad Garlinghouse: XRP Bukan Sekuritas, Stablecoin Segera Hadir

Dalam percakapan dengan Michael Arrington dari Arrington Capital, Garlinghouse menyatakan bahwa baik XRP maupun Ethereum bukanlah sekuritas. Tak dimungkiri, deklarasi ini krusial mengingat Ripple sekarang juga tengah bersiap untuk peluncuran stablecoin mereka. Peluncuran ini menegaskan posisinya dalam lingkungan regulasi yang kompleks.

“Siapa pun yang berpikir Ripple tidak 100% mendukung XRP, sebenarnya mereka tidak mengerti inti masalahnya. Mereka gagal paham soal situasi ini. Kami berkomitmen seutuhnya dan akan terus berkomitmen seutuhnya.”

Brad Garlinghouse, CEO Ripple

Di samping itu, debat yang masih terus bergulir mengenai klasifikasi aset digital seperti XRP dan Ethereum telah mengalami beragam perkembangan. Khususnya, putusan pengadilan pada Juli 2023 memberikan sedikit keringanan bagi Ripple dengan menyatakan bahwa XRP bukan sekuritas. Namun yang perlu dicatat, putusan itu juga menyebut bahwa beberapa penjualan institusional tertentu dari XRP tergolong penjualan sekuritas yang tidak terdaftar.

Di sisi lain, Ethereum juga menghadapi tantangan tersendiri. Baru-baru ini, Consensys melayangkan gugatan terhadap SEC, mencari deklarasi guna mencegah klaim bahwa Ethereum adalah sekuritas yang tidak terdaftar.

Sementara itu, Ripple sedang bersiap untuk fase berikutnya. Raksasa fintech ini mengumumkan kemajuan dalam ekosistem XRP Ledger. Dalam konferensi yang sama, CTO Ripple David Schwartz membahas tentang stablecoin Ripple yang akan datang bersama dengan inovasi pada automated market maker (AMM) dan lending protocol.

Tentunya, komunitas Ripple sangat menantikan detail lebih lanjut, yang menurut perkiraan bakal diumumkan dalam acara XRPL Apex di Amsterdam.

Adapun stablecoin Ripple yang diusulkan didukung oleh deposito dolar AS dan Treasury pemerintah AS jangka pendek. Stablecoin ini dirancang untuk institusi yang tidak dapat menggunakan aset digital secara langsung namun juga ingin memanfaatkan XRP Ledger. Menurut Vet selaku validator XRPL dUNL, stablecoin ini mampu merevolusi keuangan institusional dan terdesentralisasi dengan memanfaatkan fitur decentralized exchange dan automated market maker dari ledger tersebut.

Seiring Ripple terus menghadapi pengawasan regulasi dan dinamika pasar, peluncuran stablecoin mereka bisa menjadi tonggak penting bagi perusahaan. Hal ini berpotensi membuka peluang baru untuk pertumbuhan dan adopsi dalam XRP Ledger.

Bagaimana pendapat Anda penegasan CEO Ripple soal XRP bukan sekuritas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

Zummia.jpg
Zummia Fakhriani
Zummia adalah seorang penulis, penerjemah, dan jurnalis dengan spesialisasi pada topik blockchain dan kripto. Ia mengawali sepak terjang di industri kripto sebagai trader kasual sejak 2015. Kemudian, mulai berkiprah sebagai penerjemah profesional di industri sejak 2018 sembari mengenyam tahun ketiganya di program studi Sastra Inggris kala itu. Menyukai topik terkait DeFi, koin privasi, dan web3.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori