AI agents menjadi cerita terkuat di dunia aset kripto pada tahun 2026, namun kini proyek DeFAI harus membuktikan bahwa mereka benar-benar bisa mengelola dana pengguna dengan aman saat uang mulai bergerak di pasar yang berjalan secara langsung.
Proyek DeFAI menawarkan trading otomatis, manajemen portofolio, dan peluncuran token berbasis AI kepada pengguna yang mungkin belum sepenuhnya paham mengenai risikonya. Singularry adalah salah satu dari proyek-proyek ini, yang berfokus pada otomasi non-custodial, pengendalian risiko, serta izin smart-wallet.
Dalam wawancara eksklusif bersama BeInCrypto, Singularry memaparkan cara kerja AI trading agent miliknya, fitur decentralized application yang sudah aktif, serta apa saja yang masih harus dibuktikan proyek tersebut agar para trader menganggapnya sebagai produk DeFi yang serius.
AI Agent Singularry Dibangun untuk Otomasi Portofolio
Decentralized application Singularry saat ini sudah menyediakan AI trading agent sepenuhnya otomatis dan non-custodial yang dirancang guna mengelola portofolio strategi terdiversifikasi selama 24 jam nonstop.
Platform ini juga menawarkan perpustakaan berisi 17 strategi, mulai dari pendekatan konservatif seperti dollar-cost averaging, eksposur indeks, hingga stablecoin vault. Ada juga strategi yang lebih canggih seperti strategi delta-neutral dan market-neutral.
Perusahaan ini menuturkan bahwa agent mereka memang dirancang untuk menjadi manajer portofolio aktif, bukan sekadar alat eksekusi satu kali transaksi saja.
“Kamu yang menentukan batasannya, berapa banyak modal yang dapat dikelola, seberapa agresif, dan strategi mana yang boleh digunakan, sisanya dikerjakan agent: terus membaca pasar, menentukan ukuran posisi menyesuaikan profil risiko kamu, masuk dan keluar posisi di DeFi dan exchange terpusat, serta melakukan rebalance saat kondisi berubah,” ungkap Singularry.
Pihak perusahaan menambahkan, agent ini “berpikir sebagai portofolio, bukan sekadar trade individual”, dengan menilai strategi yang layak, mengalokasikan modal ke peluang terbaik, serta belajar dari setiap hasil seiring waktu berjalan.
Izin Pengelolaan Berbatas, Bisa Dicabut, dan Dibatasi Risikonya
Salah satu kekhawatiran utama terkait AI trading agent terletak pada risiko izin akses. Jika pengguna memberikan kendali terlalu besar, strategi yang salah, integrasi yang terganggu, atau aksi berbahaya bisa langsung menjadi ancaman besar.
Singularry menyoroti bahwa sistemnya dirancang berdasarkan izin akses yang terbatas serta dapat dicabut kapan saja, bukan bersifat akses terbuka tanpa batas waktu.
“Pengguna tidak pernah memberikan kontrol penuh tanpa batas. Izin-izin dibatasi dalam empat level,” terang perusahaan ini.
Empat level tersebut meliputi pengendalian kemampuan on-chain, batas persetujuan, pembatasan risiko, serta proses penandatanganan yang dapat dicabut.
Pada kenyataannya, smart wallet hanya memperbolehkan agent berinteraksi dengan protokol yang memang telah diaktifkan oleh pengguna, sedangkan transaksi bernilai besar tetap membutuhkan persetujuan eksplisit. Aksi sensitif seperti penarikan dana tetap harus dilakukan secara manual.
Platform ini pun memungkinkan pengguna menentukan ukuran posisi maksimal, jumlah posisi yang dapat berjalan bersamaan, dan batas pengeluaran harian. Kewenangan eksekusi juga bisa dicabut langsung di blockchain kapan saja.
“Kamu hanya memberikan izin terbatas yang bisa dicabut. Bukan kunci keuanganmu,” jelas Singularry.
Keamanan Lebih dari Sekadar Audit
Singularry mengungkapkan model keamanannya bergantung pada beberapa lapisan pengamanan tambahan, bukan cuma audit formal. Langkah tersebut mencakup simulasi sebelum trading, perlindungan data usang, circuit breaker, pengamanan integrasi, dan alur custody yang dibatasi.
Setiap transaksi akan disimulasikan terlebih dahulu sebelum benar-benar diproses ke blockchain. Jika transaksi tidak dapat divalidasi secara aman, maka transaksi langsung diblokir. Data harga dan pasar yang melebihi batas ‘kesegaran’ akan ditandai dan agent tidak akan melakukan trading jika data input sudah tidak layak.
Circuit breaker bisa menghentikan semua aktivitas jika limit kerugian harian atau batas penarikan maksimal telah tercapai. Singularry juga memaparkan bahwa jika layanan yang terhubung maupun proses penandatanganan berjalan di luar ekspektasi, sistem akan langsung mengunci eksekusi tanpa mencoba lanjut secara paksa.
“Kunci tidak pernah disimpan secara terbuka; proses penandatanganan terjadi di lingkungan terdelegasi yang aman, serta tujuan transaksi juga dibatasi,” papar perusahaan ini.
Singularry juga mengonfirmasi bahwa smart contract miliknya telah melalui proses audit oleh Fairyproof, serta seluruh isu yang sudah ditemukan kini telah diperbaiki.
Profil Risiko Disesuaikan untuk Berbagai Tipe Pengguna
Profil risiko di Singularry tersedia dalam tiga preset: konservatif, seimbang, dan agresif. Masing-masing preset menentukan pembagian modal sesuai tingkat risikonya, batasan posisi, serta ambang persetujuan.
Pihak perusahaan menuturkan agent akan menyesuaikan saat kondisi pasar berubah, dengan melakukan deteksi perubahan pasar, pengukuran posisi berdasarkan volatilitas, jeda otomatis saat drawdown, serta pemutus kerugian harian. Sistem juga terus mengurutkan ulang strategi berdasarkan hasil nyata yang diperoleh.
Meski begitu, Singularry menyadari bahwa sistemnya memang dibuat untuk manajemen portofolio yang disiplin, bukan untuk trading berkecepatan super tinggi.
“Catatan jujur: agent kami berjalan dalam siklus evaluasi rutin, jadi memang diperuntukkan untuk manajemen risiko yang disiplin, bukan untuk reaksi dalam hitungan milidetik,” tegas perusahaan ini.
Pada saat ini, platform ini sepertinya paling cocok untuk pengguna DeFi tingkat menengah: para pengguna yang sudah paham tentang wallet, self-custody, serta pengaturan risiko, tapi juga ingin proses eksekusi portofolio menjadi otomatis.
“Saat ini, Singularry paling nyambung dengan pengguna DeFi tingkat menengah: mereka yang cukup yakin menentukan parameter risikonya sendiri, cukup pintar memahami nilai otomasi, serta ingin mengekspos portofolionya ke strategi konservatif yang sudah teruji tanpa kerumitan berlebihan,” ujar Singularry.
Ke depannya, perusahaan berharap para pemula juga bisa berkembang memanfaatkan strategi yang lebih canggih, sambil para trader berpengalaman tetap memanfaatkan Singularry bersamaan dengan sistem trading mereka yang sudah ada.
AI Launchpad Harus Punya Kontrol Kualitas
Selain produk strategi terkelola, Singularry juga menyediakan AI Launchpad untuk pembuatan token dengan bantuan AI dan peluncuran berbasis bonding-curve. Hal ini menghadirkan tantangan tersendiri: mencegah launchpad menjadi pabrik pembuatan token yang kualitasnya rendah.
Singularry memberikan jawaban langsung terkait hal ini.
“Launchpad bonding-curve dengan AI generation secara struktural adalah pabrik meme coin, kecuali jika memang ada quality gate yang sengaja diterapkan,” ujar perusahaan itu.
Menurut Singularry, kontrol yang lebih baik akan mencakup screening keamanan token saat peluncuran, persyaratan kelulusan berdasarkan likuiditas dan jumlah holder, serta reputasi kreator yang terhubung dengan identitas on-chain.
Selain itu, perlu juga pemisahan jelas antara launchpad spekulatif dan produk strategi terkelola yang sudah diaudit.
Perusahaan itu juga menuturkan bahwa tim sebaiknya tidak memasarkan quality control sebelum kontrol tersebut benar-benar tersedia.
Pasar Akan Menilai DeFAI Berdasarkan Performa Live
Bagi Singularry, enam bulan ke depan nantinya akan ditentukan oleh metrik produk yang nyata: modal yang dijalankan oleh agen secara langsung, pengguna aktif yang didanai, pertumbuhan ekosistem bersih, hasil penyesuaian risiko, tingkat retensi, perilaku pendanaan ulang, keamanan dana, dan tingkat keberlangsungan jangka panjang proyek launchpad.
Perusahaan itu percaya, agen DeFi otonom harus membuktikan mereka bisa beroperasi dengan aman, cerdas, dan efisien secara ekonomi dalam kondisi pasar yang nyata. Bukan hanya dalam teori, melainkan secara besar-besaran dan berkelanjutan.
“Narasi saja itu gampang di dunia kripto. Eksekusi yang berkelanjutan itulah tantangannya,” terang Singularry. “Pada akhirnya, performa live, kepercayaan pengguna, dan eksekusi yang konsisten akan menentukan siapa yang bertahan dalam siklus pasar ini. Kami percaya masa depan DeFi akan semakin dikelola oleh agen AI otonom yang berinteraksi langsung di chain, mengoptimalkan strategi, mengalokasikan modal, dan beroperasi lintas ekosistem secara real time.”









