Lihat lebih banyak

Demam Metaverse, Kementerian Pariwisata Gandeng Magnus Digital Luncurkan WonderVerse

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Bekerja sama dengan Magnus Digital, Kemenparekraf meluncurkan platform metaverse bernama Wonderverse.
  • Proyek metaverse tersebut diharapkan bisa menjadi game changer dalam sektor pariwisata di tanah air.
  • CEO Magnus Digital Indonesia, Hendra Liman, mengungkapkan bahwa proyek metaverse ini baru bisa diakses secara penuh pada kuartal IV/2022 nanti.
  • promo

Pengembangan ruang virtual di Indonesia dalam metaverse kian meluas. Setelah salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni PT Telkom (Persero), membentuk platform metaverse bernama MetaNesia; kali ini, Kementerian Pariwisata dan Perekonomian Kreatif juga meluncurkan platform metaverse yang mereka beri nama WonderVerse.

WonderVerse sendiri merupakan buah kerjasama dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang menjalin sinergitas dengan PT. Magnus Digital Indonesia. Keduanya sudah menandatangani nota kesepahaman untuk bersama-sama membangun platform metaverse di sektor pariwisata.

Platform yang menggabungkan teknologi virtual reality (VR) dan augmented reality (AR) itu sengaja dihadirkan untuk menunjang kemajuan pariwisata Indonesia lebih mendunia. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan bahwa selain untuk mendorong pariwisata, platform ini juga bisa digunakan untuk memajukan industri ekonomi kreatif. Nantinya para pelaku usaha bisa menjadikan WonderVerse sebagai platform promosi produknya secara digital.

“Saat ini kita ada dalam masa transisi di mana digitalisasi mampu mendorong transformasi. Pemasaran melalui metaverse menjadi satu keniscayaan seiring semakin terakselerasinya digitalisasi,” katanya.

Banyak pihak memprediksikan dunia metaverse memiliki potensi pengembangan yang sangat besar. Bloomberg memproyeksikan pada tahun 2024 nilai pasar meteverse bakal mencapai US$800 miliar. Kemudian, menurut perkiraan, di tahun 2026, sekitar 25% dari populasi dunia akan menghabiskan setidaknya satu jam dalam sehari di metaverse.

Melihat potensi tersebut, Sandi pun berharap bahwa ke depannya, setiap pengguna metaverse bisa melakukan segala aktivitasnya dalam ruang virtual itu. Mulai dari bekerja, belanja, mendapatkan pendidikan, hingga melakukan perawatan kesehatan.

“Pemerintah harus menghadirkan dan memfasilitasi agar seluruh pihak bisa memastikan bagaimana metaverse meningkatkan kesejahteraan,” tambahnya.

Jadi Game Changer di Industri Pariwisata

Selain itu, Sandi juga berharap kehadiran WonderVerse Indonesia dapat menjadi game changer dalam promosi pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia di masa mendatang.

“Diharapkan pelaku industri dan UMKM siap mengisi WonderVerse dengan produk-produk ekonomi kreatifnya dan sekaligus memasarkan destinasi wisata secara virtual. Terus dukung untuk berdayakan industri ini dalam menciptakan 1,1 juta lapangan kerja tahun ini dan 4,4 juta lapangan kerja di tahun 2024,” ungkapnya.

Chief Executive Officer (CEO) Magnus Digital Indonesia, Hendra Liman, menjelaskan pengembangan WonderVerse Indonesia nantinya terbagi menjadi empat bagian. Setiap bagian disebut sebagai “Land”, yang merupakan representasi Indonesia sebagai negara kepulauan. Di setiap Land akan terdapat konten berbeda yang menampilkan keanekaragaman tanah air. Salah satu bagian lain yang nantinya bakal hadir adalah “Lobby”, yang berisi hewan endemik dan galeri lukisan.

Akan Tersedia Gim dalam WonderVerse

Meskipun belum ada penjelasan secara detail terkait teknologi yang dalam pengembangan WonderVerse; namun Hendra menuturkan bahwa dalam rencana pengembangannya, WonderVerse juga akan menghadirkan gim dan kesenian khas tanah air lewat WonderFUN Land.

“Nanti juga ada WonderGoods Land, di mana pengunjung bisa bertransaksi barang-barang khas Indonesia yang dipasarkan oleh para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif,” tutur Hendra.

Lebih lanjut, Hendra mengungkapkan bahwa proyek ini baru bisa pengguna akses secara penuh di kuartal 4 tahun ini.

Selain Indonesia, negara lain yang juga tengah getol mengembangkan metaverse adalah Korea Selatan. Negara yang memiliki julukan Negeri Ginseng itu bahkan secara terang-terangan mengaku sudah menyiapkan dana sekitar 223,7 miliar won demi pengembangan “benua digital” mereka.

Rencana tersebut merupakan bagian dari program Digital New Deal, yaitu sebuah inisiasi untuk memulai investasi dalam teknologi baru dalam perekonomian negara.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram Be[In]Crypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Mei 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

BIC_userpic_sb-49-profil.jpg
Adalah seorang penulis dan editor yang pernah berkiprah di banyak media ekonomi dan bisnis. Memiliki pengalaman 7 tahun di bidang konten keuangan, bursa dan startup. Percaya bahwa blockchain dan Web3 akan menjadi peta jalan baru bagi semua sektor kehidupan
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori