Deretan Perusahaan Blockchain Ini Sukses Terima Suntikan Dana yang Fantastis, meski Bear Market Melanda

Diterjemahkan Zummia Fakhriani
Ringkasan
  • Investasi modal ventura di perusahaan-perusahaan kripto kini sedang naik daun. Bahkan, perusahaan game blockchain Horizon yang bermarkas di Toronto baru saja berhasil mendapat suntikan dana senilai US$40 juta.
  • Baru-baru ini, NYDIG juga berhasil mengumpulkan lebih dari US$700 juta dalam program pendanaan Bitcoin-nya.
  • Di tengah meningkatnya arus keluar (outflow) yang ETP akhir-akhir ini alami, segenap perusahaan manajer aset terbukti masih anti badai.

Di tengah terjangan bear market, dana institusional terus mengalir ke sektor kripto. Fenomena positif ini terjadi berkat munculnya upaya perusahaan tradisional dan kripto untuk memperkuat pijakan perusahannya di masa genting seperti saat ini.

Saat aksi investor ritel yang gencar melakukan dump terhadap aset kripto mereka, investor institusional justru berbondong-bondong masuk ke sektor ini. Hal itu karena para investor melihatnya sebagai peluang emas untuk menentukan strategi aset digital mereka sebelum menyambut bull market berikutnya. Selain itu, sehubungan dengan kondisi ini, tampaknya ada dua tren yang muncul. Pertama, yaitu meningkatnya jumlah suntikan dana dari modal ventura yang berfokus pada sektor kripto. Lalu yang kedua, semakin banyaknya perusahaan manajer aset tradisional yang memberi klien institusinya akses kepada aset kripto.

Berbagai Perusahaan Kripto Ini Berhasil Kantongi Pendanaan Ratusan Juta Dolar selama Bear Market

Menyusul penggalangan dana senilai US$720 juta dari New York Digital Currency Group, Brevan Howard Digital dan Morgan Creek Digital baru-baru ini memimpin putaran pendanaan senilai US$40 juta untuk perusahaan game blockchain Horizon Blockchain Games. Horizon sendiri merupakan perusahaan yang berkantor pusat di Toronto. Rencananya, mereka akan menggunakan dana tersebut untuk membangun platform developer game Sequence, Niftyswap, marketplace NFT, dan trading card game digital.

Sementara itu, Brevan Howard Digital sendiri merupakan sebuah perusahaan yang memberikan akses ke aset kripto untuk investor institusional. Selain itu, Morgan Creek Digital juga telah memasukkan Solana, 1inch Network, dan Coinbase sebagai bagian dari portofolio investasi perusahaannya. Tidak hanya mereka, tetapi perusahaan raksasa video game Ubisoft serta Take-Two Interactive Software juga menjadi bagian dari penggalangan dana tersebut.

Menurut dokumen dari SEC, pada akhir September 2022, NYDIG sudah berhasil mengumpulkan dana sekitar US$720 juta untuk simpanan Bitcoin-nya. Sementara itu, pada pertengahan September 2022, perusahaan di balik koleksi NFT Doodles juga sukses menerima suntikan dana segar senilai US$54 juta. Suntikan dana itu datang dari perusahaan VC Seven Seven Six milik Alexis Ohanian (co-founder Reddit) dan FTX Ventures. Sesuai rencana, suntikan dana segar tersebut akan mereka gunakan untuk mendanai lini bisnis musik serta game perusahaannya.

Di sisi lain, ada juga perusahaan pertambangan Bitcoin (BTC), Rhodium Enterprises, yang baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka berencana untuk mengumpulkan dana melalui reverse merger. Inisiasi tersebut rencananya akan mereka lakukan bersama SilverSun Technologies, perusahaan yang berfokus pada akuisisi dan pembangunan perusahaan teknologi dan software. Menyusul rencana merger tersebut, pemegang saham (shareholder) SilverSun kabarnya akan mendapat sekitar 3% saham kepemilikan ekuitas di Rhodium.

BlackRock Mulai Dukung Kripto, Sinyal untuk Perusahaan TradFi?

Di sisi lain, BlackRock, yang merupakan salah satu perusahaan manajemen investasi terbesar di dunia, baru-baru ini juga membocorkan rencananya untuk meluncurkan private trust Bitcoin spot. Private trust sendiri bergantung pada harga aset yang mendasarinya dan juga telah teregistrasi di bursa saham publik. Dalam hal ini, investor dapat membeli saham trust menggunakan akun broker, sehingga mereka tidak perlu memegang Bitcoin secara langsung. Kemudian, perusahaan trust tersebut akan mengambil dana dari investor institusional dan membeli Bitcoin atau aset kripto lainnya, yang disimpan dalam dana tersebut. Sehingga, konsep ini menjadikan pihak institusi sebagai pemegang aset digital tersebut, bukan sang investor.

Sementara itu, kemitraan yang baru-baru ini terjalin antara BlackRock dengan Coinbase bertujuan untuk memungkinkan investor institusionalnya untuk mendapatkan akses ke berbagai produk dari penawaran Prime Coinbase. Dalam prosesnya, mereka akan menggunakan software manajemen aset Aladdin milik BlackRock sendiri.

Kemudian yang terakhir, sebuah perusahaan Inggris, yakni Abrdn, baru-baru ini juga telah membeli sebagian saham di bursa kripto Archax.

Meskipun Ada Outflow, ETP Siap untuk Bull Run

Terlepas dari suramnya harga kripto, sebagian perusahaan manajemen investasi, termasuk Charles Schwab, justru meluncurkan 40 crypto ETP pada tahun 2022. Sementara itu, arus keluar kripto dari crypto ETP juga telah melambat karena sebagian besar investor ritel banyak yang meninggalkan pasar tersebut. Selanjutnya di periode kuartal ketiga lalu, investor telah menarik dana sekitar US$18 juta dari crypto ETP. Di mana jumlah tersebut dibandingkan dengan lebih dari US$600 juta.

Sehubungan dengan itu, Kenneth Lamont dari Morningstar mengatakan kepada Financial Times bahwa tindakan para perusahaan manajemen aset ini bisa menjadi proaktif, dan menunjukkan bahwa ETP “diluncurkan untuk mengantisipasi [periode] bull run kripto berikutnya.”

Bagaimana pendapat Anda tentang keberhasilan berbagai perusahaan kripto ini meraih pendanaan selama periode bear market? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.