Lihat lebih banyak

Dikawal Agen FBI, SBF Dikabarkan Akan Terbang ke AS Hari Rabu

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • SBF dikabarkan akan diputuskan untuk dibawa ke AS pada hari Rabu (21/12) dalam rangka menghadapi berbagai tuntutan pidana terkait FTX.
  • Sumber Bloomberg mengatakan bahwa SBF akan ditemani oleh agen FBI dengan pesawat non-komersial untuk kembali ke AS.
  • Sejak penolakan atas jaminan agar SBF tidak ditahan, mantan CEO FTX itu telah ditahan di fasilitas pemasyarakatan Fox Hill.
  • promo

Sam Bankman-Fried (SBF) dikabarkan akan diputuskan untuk dibawa ke Amerika Serikat (AS) pada hari Rabu (21/12) waktu setempat dalam rangka menghadapi berbagai tuntutan pidana terkait kehancuran crypto exchange FTX yang dia dirikan.

SBF dilaporkan telah menandatangani dokumen penyerahan dirinya pada hari Selasa (20/12), menurut Pejabat Komisaris Pemasyarakatan Bahama, Doan Cleare. Sosok yang pernah dijuluki sebagai ‘kesatria putih’ di dunia kripto ini akan menandatangani satu set dokumen terpisah untuk menyelesaikan pengabaian hak untuk melawan ekstradisi di Pengadilan Magistrate di Nassau, Bahama, pada hari Rabu.

Setelah itu, sumber Bloomberg mengatakan bahwa SBF akan ditemani oleh agen FBI dengan pesawat non-komersial untuk kembali ke AS. Pesawat akan berangkat dari bandara pribadi di Bahama. Sampai saat ini belum jelas di bandara AS mana SBF akan mendarat. 

Semua yang akan terjadi dalam waktu dekat tentang SBF masih dapat berubah.

Kemungkinan Alasan sang Eks CEO FTX Rela Diekstradisi ke AS

Kembalinya SBF ke AS akan menutup minggu penuh gejolak yang dipenuhi dengan spekulasi kapan SBF mungkin dibawa ke AS untuk menghadapi serangkaian tuduhan termasuk penipuan.

Sejak penolakan atas jaminan agar SBF tidak ditahan, mantan CEO FTX itu telah ditahan di fasilitas pemasyarakatan Fox Hill.

DOJ Amerika Serikat Serukan Penyelidikan Independen atas Kehancuran FTX

Rencananya, SBF akan dikawal oleh petugas Bahama dari penjara untuk datang ke pengadilan pada hari Rabu pagi.

Meskipun awalnya akan melawan ekstradisi, SBF baru-baru ini mengindikasikan dalam percakapan pribadinya bahwa dia bersiap untuk kembali ke AS secepatnya pada hari Senin mendatang.

Perubahan sikap SBF tentang ekstradisinya sebagian terkait dengan harapan bahwa dia akan bisa mendapat jaminan di AS.

SBF yang Bimbang Melawan Ekstradisi ke AS

SBF semula telah berencana menentang ekstradisi, tetapi berubah pikiran selama akhir pekan kemarin. Pada hari Senin (19/12) kemarin, persidangan telah dijadwalkan secara khusus untuk SBF yang memberi tahu pihak berwenang bahwa dia tidak akan menentang ekstradisi ke AS.

Namun, ruang sidang segera menjadi kacau. Pengacara lokal SBF mengatakan bahwa dia terkejut melihat kliennya. SBF meminta setidaknya satu jeda 45 menit untuk berunding secara pribadi dengan pengacaranya.

Terkait hal ini, SBF mengatakan membutuhkan lebih banyak informasi dan ingin membaca dakwaan yang diajukan oleh jaksa federal AS sebelum memutuskan apakah akan mengikuti ekstradisi atau sebaliknya. Selanjutnya, hakim yang mengawasi masalah ini memerintahkan SBF untuk kembali ke penjara Fox Hill.

Toko utama di balik FTX dan Alameda Research yang merupakan perusahaan perdagangan kripto kuantitatif ini dilaporkan meninggalkan sidang pada hari Senin di Nassau, Bahama, dengan mobil van hitam.

Tidak lama setelah sidang berakhir, pengacara lokal SBF mengumumkan bahwa SBF akhirnya menyetujui ekstradisi. Pengacara lokal SBF mengatakan tim hukumnya sedang menyiapkan dokumen sehingga waktu dan tanggal dapat ditetapkan untuk melanjutkan dan menyelesaikan proses ekstradisi. SBF dapat hadir untuk sidang baru paling cepat hari Selasa pekan depan.

Begitu SBF dibawa ke AS, dia akan diadili di Pengadilan Distrik Federal di Manhattan. Dia kemungkinan akan ditahan di Pusat Penahanan Metropolitan di Brooklyn sambil menunggu sidang jaminan.

SBF menghadapi hukuman 115 tahun penjara, jika dia dinyatakan bersalah atas 8 dakwaan. Dakwaan tersebut diajukan oleh Departemen Kehakiman AS (DOJ) pada 13 Desember lalu. Meski begitu, Bloomberg pada 14 Desember kemarin menjelaskan bahwa SBF tidak mungkin dijatuhi hukuman selama itu.

Kongres AS menetapkan ketentuan maksimum menurut undang-undang, tetapi hakim pada akhirnya yang akan menentukan lamanya hukuman SBF. Faktanya, terdakwa kerah putih (white collar), jika terbukti bersalah jarang menjalani hukuman maksimum.

Bagaimana pendapat Anda tentang pemberangkatan SBF ke AS dengan kawalan agen FBI? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_14-1.jpg
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di dunia kripto.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori