Bitcoin btc
$ usd

Sengketa Terbaru FTX: FDM yang Berbasis di Bahama Klaim Miliki FTX.com

2 mins
20 Maret 2023, 22:34 WIB
Diperbarui oleh Lynn Wang
21 Maret 2023, 01:32 WIB
Ringkasan
  • FDM mengklaim sebagai pemilik konstruktif dari properti FTX.com dan mengatakan sengketa kepemilikan harus diselesaikan di Bahama.
  • Namun, manajemen baru FTX yang menangani kebangkrutan di AS tidak setuju dengan hal tersebut.
  • Pihak FTX mengatakan bahwa klaim kepemilikan FTX.com oleh FDM tidak berdasar serta akan merugikan pelanggan dan kreditur FTX.

Crypto exchange FTX menggugat likuidator Bahama. Mereka mengatakan bahwa FTX Digital Markets (FDM) secara keliru mengklaim memiliki crypto exchange yang sempat populer itu dan sebenarnya adalah ‘bagian depan’ dalam memfasilitasi konspirasi untuk menipu pelanggan.

Manajemen baru FTX, yang dipimpin John J. Ray III, mengingatkan keputusan deklaratif dari Pengadilan Kebangkrutan Amerika Serikat (AS) untuk Distrik Delaware yang menyatakan bahwa FDM tidak memiliki kepemilikan di salah satu properti FTX.

Selama ini, manajemen baru FTX sering berselisih dengan tim pengacara yang dikenal sebagai ‘likuidator sementara bersama’ (joint provisional liquidators / JPL) di bawah hukum Bahama. Pihak ini ditugaskan untuk menutup FDM sejak FTX mengajukan perlindungan kebangkrutan pada November 2022. Adapun otoritas Bahama masih mengendalikan aset yang setidaknya bernilai ratusan juta dolar AS (USD).

“Jika FTX berhasil dalam proses penentangan ini, tidak akan ada properti dari FDM dalam proses lokal di Bahama untuk diselesaikan,” bunyi dokumen yang diajukan pihak FTX ke Pengadilan Kebangkrutan AS pada hari Minggu (19/3).

FDM Klaim Miliki FTX.com

Menurut gugatan, FDM mengklaim sebagai pemilik konstruktif dari properti FTX.com. Mereka juga mengatakan sengketa kepemilikan harus diselesaikan di Bahama. Namun, manajemen baru FTX yang menangani kebangkrutan di AS tidak setuju dengan hal tersebut.

Adapun likuidator di Bahama disebut mewarisi cangkang perusahaan FTX yang digunakan untuk melanjutkan pertempuran kebangkrutan yurisdiksi.

Pihak FTX mengatakan bahwa klaim kepemilikan FTX.com oleh FDM tidak berdasar serta akan merugikan pelanggan dan kreditur FTX.

“Klaim dari JPL atas kepemilikan properti FTX.com sebagian besar didasarkan pada argumen non-dukementer yang konstruktif, adil, dan lainnya, yang bergantung pada premis palsu bahwa FDM adalah pusat dari FTX Group. Sejarah aneh FDM adalah contoh klasik penyalahgunaan bentuk perusahaan. Itu dibuat sebagai kedok untuk memfasilitasi konspirasi dalam rangka menipu pelanggan,” terang pihak FTX.

Menurut pengacara FTX, FDM adalah surga offshore untuk skema penipuan terus-menerus. Selain itu, FDM juga dituduh merupakan saluran dari skema penipuan di luar jangkauan otoritas yang independen dan efektif.

Regulator Bahama Ribut dengan Manajemen Baru FTX

Mundur pada 2 Januari lalu, Komisi Sekuritas Bahama (SCB) tidak terima dengan pernyataan yang disampaikan oleh manajemen baru FTX.

Lembaga tersebut menuduh bahwa pernyataan pihak FTX pada 30 Desember 2022 tentang perhitungan aset digital FTX yang ditransfer ke crypto wallet yang dikendalikan SCB ‘tidak lengkap’.

Regulator sekuritas di Bahama itu mengatakan bahwa kurangnya ketekunan dari debitur FTX ketika membuat pernyataan publik tentang SCB mengecewakan serta mencerminkan sikap angkuh terhadap kebenaran dan terhadap Bahama.

Pernyataan ini muncul setelah pada 30 Desember 2022, pihak FTX memberikan informasi tentang kripto milik debitur FTX yang berada dalam kendali SCB.

Pihak FTX mengatakan bahwa pada 12 November 2022 setelah dimulainya kasus kebangkrutan FTX, kripto milik FTX ditransfer tanpa izin. Berdasarkan informasi blockchain, kripto-kripto tersebut saat ini berada dalam satu crypto wallet di Fireblocks. Pihak SCB disebut telah mengakui mereka mengatur transfer ini.

Debitur FTX mengatakan bahwa nilai kripto tersebut dengan harga spot pada saat transfer adalah sekitar US$296 juta. Kini, aset kripto itu bernilai sekitar US$167 juta. Pernyataan ini berbeda dengan SCB yang mengatakan bahwa mereka mengelola kripto bernilai lebih dari US$3,5 miliar pada saat mentransfer aset tersebut.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

Disponsori
Disponsori