Gara-gara Kehebohan Terra, Muncul Stablecoin yang Nilainya Didukung Es Teh

Bagikan Artikel
Ringkasan
  • Sebuah stablecoin yang nilainya didukung oleh es teh kalengan kini muncul di pasaran dan menjadi stablecoin pertama dengan jenis seperti ini.

  • Bila diperlukan, investor bisa menukarkan tokennya dengan es teh kalengan asli.

  • Dari sejak kejadian insiden Terra, stablecoin yang didukung dengan aset-aset tak wajar pun mulai bermunculan.

Trust Project adalah konsorsium organisasi berita internasional berdasarkan standar transparansi.

Setelah TerraUSD (UST) kehilangan patokan nilainya dari dolar AS dan menyeret miliaran dana milik investor, kini muncul sebuah stablecoin yang nilainya didukung oleh es teh kalengan dan harganya terbang tinggi bak burung phoenix.

USDTea adalah sebuah stablecoin baru yang didukung oleh merek es teh Amerika ternama, yakni AriZona Iced Tea. Menariknya, harga produk es teh ini selalu konsisten di angka US$0,99 dari sejak tahun 1996.

“Kami berencana untuk menstabilkan ekosistem cryptocurrency yang bermasalah dengan memperkenalkan sebuah token baru yang didukung oleh aset keras yang telah mempertahankan harganya lebih dari 30 tahun,” tulis pencipta stablecoin ini, “Ketika stablecoin lain berusaha mematok [nilainya] terhadap nilai dolar melalui algoritma yang dipertanyakan atau strategi investasi yang tidak jelas, kami menjamin likuiditas kami dengan cairan yang manis dan enak.”

Likuiditas Stablecoin Didukung oleh Es Teh

USDTea adalah token ERC20 yang beroperasi pada blockchain Ethereum. Stablecoin ini diciptakan oleh trio seniman teknologi bernama Mossy. Para pendiri USDTea menyatakan, untuk menjaga tanggung jawab fidusia, USDTea akan memulai operasi dengan pasokan awal sebanyak 1.000 token, baru kemudian terus meningkatkan cadangan.

Pengoperasian stablecoin ini cukup sederhana. Pengguna hanya cukup mengirim token dan biaya pemrosesan, kemudian mereka akan dikirimkan fisik dari kaleng es teh AriZona.

Stablecoin yang Tak Wajar Lainnya

Dari sejak insiden UST dan muncul regulasi yang lebih ketat, stablecoin yang nilainya didukung oleh aset tak wajar pun mulai bermunculan. Coadjute mengumumkan rencananya untuk meluncurkan stablecoin pertama yang nilainya didukung oleh hipotek. Dalam proyek ini, Coadjute bekerja sama dengan R3, sebuah perusahaan teknologi global.

Biasanya, nilai stablecoin didukung oleh serangkaian aset, termasuk mata uang fiat, cryptocurrency, logam mulai, hingga fungsi algoritmik. Stablecoin Tether (USDT) sudah selangkah lebih maju dengan menggunakan tagihan Departemen Keuangan AS dan obligasi dari pemerintah non-Amerika Serikat.

Kontroversi seputar stablecoin dan misteri yang menyelimuti aset pendukung nilainya telah mendorong beberapa pelaku industri kripto untuk berpikir out of the box demi menemukan alternatif.

Untuk memitigasi risiko, stablecoin baru mengadopsi pendekatan hybrid dengan menggabungkan dukungan dari aset dan model algoritmik guna mempertahankan patokan nilanya.

Beberapa stablecoin, seperti SperaxUSD, memanfaatkan kombinasi jaminan endogen dan eksogen untuk menjadi “aset yang menghasilkan secara asli”. Stablecoin itu bekerja dengan menyebarkan jaminan eksogen kepada agregator yield yang memberikan bunga yang masih harus dibayar kepada pemegang stablecoin.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.
Share Article

Wahid senang menulis, terutama tentang kripto dan blockchain. Ia memulai perjalanan blogging-nya di tahun 2017 dan beralih ke kripto di 2019. Wahid tertarik dengan teknologi, catur, dan DeFi. Ia ingin mempromosikan konsep desentralisasi kepada semua orang di dunia ini.

Ikuti Penulis