Lihat lebih banyak

Imbas Eksodus Pasar Kripto, Pasokan Stablecoin Alami Penurunan Terbesar dalam Sejarah

2 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Pasokan stablecoin menyusut US$8,4 miliar dari bulan lalu.
  • USDT dan DAI mengalami penurunan, sementara USDC dan BUSD sudah rebound.
  • Pasar kripto secara keseluruhan sempat mengalami penurunan 3,5% pada saat penulisan.
  • promo

Pasokan agregat stablecoin telah menurun dalam jumlah terbesarnya selama sebulan terakhir. Hal ini dikarenakan modal terus mengalir keluar dari pasar kripto.

Di tanggal 19 Mei, penyedia analitik on-chain Glassnode melaporkan bahwa total penurunan pasokan agregat stablecoin sebesar US$8,4 miliar pada bulan lalu. Glassnode menambahkan, penurunan tersebut merupakan yang terbesar dalam sejarah.

Dampak dari runtuhnya ekosistem Terra telah memengaruhi ekosistem stablecoin lainnya, sebab pasokan yang beredar terus menyusut.

Seluruh stablecoin utama, baik yang centralized atau sebaliknya, mengalami penyusutan pasokan bulan ini. Namun, dua dari antaranya berhasil bangkit dari “kekalahan” ini.

Pasokan Berbagai Stablecoin Unggulan Merosot

Saat masa puncaknya, total kapitalisasi pasar dari gabungan seluruh stablecoin berjumlah hampir US$200 miliar. Hari ini, angka tersebut anjlok menjadi US$162,7 saja, menurut data dari CoinGecko. Selain itu, sumber yang sama juga melaporkan bahwa volume perdagangan harian stablecoin pada saat penulisan sebesar US$63,8 miliar.

Dalam laporan on-chain mingguannya, Glassnode menggunakan istilah “pengaruh buruk koin yang tidak stabil” untuk menggambarkan kondisi bagaimana TerraUSD (UST) menyeret stablecoin lainnya agar ikut jatuh bersamanya.

Nilai Tether (USDT) sempat kehilangan patokannya terhadap dolar AS di minggu lalu secara singkat, tetapi berhasil mendapatkan pijakannya kembali. Pasokannya menurun hampir 12% dari nilai puncak bulan ini di US$83,2 miliar menjadi US$73,4 miliar, berdasarkan laporan transparansi dari Tether.

Dengan tersingkirnya UST dari jajaran stablecoin teratas, kini Binance USD (BUSD) kembali menjadi stablecoin terbesar nomor 3 dalam hal kapitalisasi pasar. Pasokan BUSD hampir mendekati puncaknya, yakni US$18 juta, setelah berhasil melompat kembali dari angka US$16,5 saat 12 Mei.

USD Coin (USDC), stablecoin milik Circle, juga mengalami penurunan pasokan, karena sering kali dinilai sebagai alternatif yang “lebih aman” akibat teregulasi penuh. Menurut perusahaan, ada 52,3 miliar USDC yang ada di sirkulasi. Glassnode melaporkan pasokan USDC sempat menurun ke US$48,4 miliar tak lama setelah keruntuhan Terra, tapi stablecoin ini berhasil pulih.

DAI, stablecoin terdesentralisasi dari MakerDAO, juga tak luput dari situasi ini. Pasokan DAI menurun 24,4, karena sebanyak 2 miliar DAI sudah dibakar (burned), sebagaimana dilaporkan oleh Glassnode. Pasokan DAI menyusut ketika para pemilik utang menutup posisinya dengan membayar dan membakar stablecoin itu.

“Proses ini bisa jadi bersifat diskresi, atau dipaksakan jika ada likuidasi [Maker] Vault,” imbuh Glassnode.

Kapitalisasi Pasar Total Kripto Turun Lagi

Pasar kripto boleh dibilang sedang mengalami eksodus, melihat para trader dan investor menguangkan asetnya menjadi fiat. Kondisi tersebut pun mendorong pasokan stablecoin jadi menurun.

Saat penulisan, pasar kripto sudah mengalami penurunan 3,5% lagi selama 24 jam terakhir. Akibatnya, kapitalisasi pasar total amblas ke level US$1,3 triliun, yang mana merupakan level terendah sejak dip di bulan Juli tahun lalu.

Situasi ini sekarang menjadi titik krusial dan level support. Pasalnya, jika kapitalisasi pasar total sampai turun lebih dari US$300 miliar, maka artinya kapitalisasi pasar kripto pun berada di bawah US$1 triliun. Pasar kripto tidak pernah serendah itu dari sejak Januari 2021. Para analis pun mengingatkan bahwa kondisi bearish masih belum berakhir.

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024
Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024
Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

martin-young.jpg
Martin Young
Martin Young adalah jurnalis dan editor cryptocurrency berpengalaman dengan pengalaman lebih dari 7 tahun meliput berita dan tren terkini di bidang aset digital. Dia bersemangat untuk membuat konsep blockchain, fintech, dan makroekonomi yang kompleks dapat dipahami oleh khalayak arus utama.   Martin telah ditampilkan dalam publikasi keuangan, teknologi, dan kripto terkemuka termasuk BeInCrypto, CoinTelegraph, NewsBTC, FX Empire, dan Asia Times. Artikel-artikelnya memberikan analisis...
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori