Grayscale Tolak Luncurkan Proof of Reserves (PoR), Investor Jadi Ketar-ketir

21 November 2022, 14:55 WIB
Diterjemahkan Zummia Fakhriani
22 November 2022, 07:59 WIB
Ringkasan
  • Grayscale menolak untuk mengungkapkan proof of reserves (PoR) dari keberadaan dana Bitcoin di perusahaannya dengan alasan risiko keamanan.
  • Saat publikasi, GBTC Grayscale sendiri diperdagangkan dengan rekor harga diskon sebesar 46%.
  • Ada sejumlah spekulasi yang mencuat terkait kesehatan keuangan perusahaan induknya, yaitu Digital Currency Group.

Grayscale baru saja menolak untuk mempublikasikan proof of reserves (PoR) Bitcoin yang perusahaannya simpan. Tidak heran, jika langkah ini sontak memicu timbulnya kekhawatiran tentang potensi keruntuhan fund Bitcoin tersebut.

Dalam sebuah unggahan utas Twitter pada tanggal 18 November lalu, perusahaan investasi tersebut menyebutkan risiko keamanan sebagai alasan mereka menolak untuk menerbitkan informasi terkait wallet perusahaannya. Meski begitu, penjelasannya tersebut tetap gagal meredakan ketakutan para investor yang semakin menggila.

Spekulasi yang Menyelimuti Digital Currency Group

Ketakutan yang tumbuh mengenai runtuhnya Grayscale pertama kali muncul pasca Genesis Trading mengumumkan bahwa mereka menangguhkan originasi dan penebusan pinjamannya.

Mengingat Digital Currency Group adalah pemilik dari perusahaan Grayscale dan juga Genesis, kekhawatiran terkait kesehatan keuangan perusahaannya pun mulai meruak. Akibatnya, komunitas kripto juga berspekulasi tentang bagaimana hal ini dapat berdampak pada Grayscale dan produk utamanya, yakni GBTC.

Selain itu, terbit juga sejumlah laporan mengenai Genesis yang gagal mengumpulkan dana US$1 miliar sebelum menghentikan layanan penarikan mereka. Tak ayal, kondisi genting tersebut juga semakin memperparah keadaan.

Grayscale Bersikukuh Tolak Luncurkan Proof of Reserves

Menurut utas Twitter Grayscale, perusahaannya telah membentuk badan hukum untuk setiap produknya. Pihaknya mengungkapkan bahwa regulasi terhadap produk aset digitalnya dapat berguna untuk mencegah aset yang mendasarinya itu untuk dijual.

Selain itu, Grayscale juga menambahkan bahwa semua asetnya saat ini tersimpan di Coinbase Custody Trust Company. Lalu, perlu dicatat juga bahwa BTC yang mendasari produk GBTC adalah semata-mata milik dari produk tersebut dan bukan milik Grayscale ataupun perusahaan induknya.

Namun, “Karena masalah keamanan, kami [memutuskan] tidak membuat informasi dan konfirmasi wallet on–chain tersedia [untuk] publik melalui proof of reserves kriptografi, ataupun prosedur akuntansi kriptografi canggih lainnya.”

Sebaliknya, bursa-bursa seperti Binance, Huobi, dan Crypto.com telah menerbitkan proof of reserves mereka sendiri untuk merebut kembali kepercayaan dari komunitasnya.

Harga Perdagangan GBTC Cetak Rekor Diskon, Ketakutan di Komunitas Makin Meluas

Menurut data yang tersaji, saat ini saham GBTC diperdagangkan dengan harga diskon sebesar 45,08% ke nilai aset bersihnya. Sebagai informasi, nilai aset bersih juga sering dikenal sebagai NAV, atau kependekan dari Net Asset Value. Parahnya, angka ini sekarang juga menjadi rekor terendahnya. Salah satu penyebab dari melorotnya harga saham ini yaitu karena Digital Currency Group (DCG) yang menjadi pemegang saham terbesar mereka, saat ini tengah menghadapi kekhawatiran tingkat tinggi akibat kesulitan keuangan yang menimpa.

Grayscale GBTC Discount
Diskon GBTC (Sumber: YCharts)
GBTC Discount (Source: YCharts)

Kemudian, Joe Consorti, salah seorang analis pasar, juga menyoroti bahwa pengajuan publik GBTC tidak melalui proses audit. Tidak hanya itu, dia juga menekankan bahwa perusahaan akuntansi dari perusahaan tersebut, yakni Friedman LLP, telah terkena denda oleh SEC akibat gagal memberikan klarifikasi terkait “laporan keuangan yang tidak akurat.”

Di sisi lain, salah seorang kritikus kripto terkenal, Peter Schiff, mengatakan bahwa NAV dengan rekor terendah itu justru mengindikasikan hal yang berbeda. Menurutnya, GBTC mungkin telah meminjamkan Bitcoinnya kepada si penerima pinjaman atau borrower dan mereka tidak dapat membayarnya kembali ke pihak GBTC.

Sementara itu, Consorti mencatat bahwa karena aksi dump yang dilakukan oleh pemegang seperti 3AC dan BlockFi, DCG terpaksa membeli kembali saham GBTC. Meskipun langkah ini tidak dapat mengurangi besarnya diskon GBTC. Tapi, hal ini telah menandakan bahwa sekarang DCG tengah menghadapi krisis likuiditas.

Bagaimana pendapat Anda tentang Grayscale yang menolak untuk memamerkan proof of reserves perusahaannya? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

    Penyangkalan

    Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.