Lihat lebih banyak

Dampak Bear Market, Harga 3 Aset Kripto Ini Hancur Lebur ke US$0 di Tahun 2022

3 mins
Oleh Valdrin Tahiri
Diterjemahkan Zummia Fakhriani
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • LUNA mengalami crash pada bulan Mei lalu setelah UST kehilangan pasaknya.
  • Harga SGB mengalami tren turun sepanjang tahun 2022 ini.
  • Harga FTT juga hancur lebur pasca bursa FTX menyatakan status bangkrut.
  • promo

Gelar aset kripto dengan penurunan harga terparah sepanjang tahun 2022 ini jatuh kepada Terra (LUNA), Songbird (SGB), dan FTX Token (FTT).

Tahun 2022 menjadi tahun yang menarik bagi industri kripto, terlepas dari aksi harga pasar kripto yang secara umum memang sangat bearish. Atau lebih tepatnya, tahun ini kemungkinan besar bakal menjadi tahun pertama dalam sejarah di mana setiap kuartalnya berakhir dengan harga Bitcoin (BTC) yang bearish. Bear market yang masih berlangsung sampai saat ini juga semakin memperjelas bahwa saat ini kita sedang berada di periode crypto winter.

Alhasil, terdapat beberapa proyek kripto yang crash dan akhirnya ditinggalkan begitu saja oleh para pendirinya. Di mana kondisi semacam itu juga berdampak pada komunitasnya yang ikut hancur. Dan meskipun Bitcoin sendiri sudah bisa dibilang akrab dengan periode crash seperti itu, faktanya beberapa proyek lain justru gagal untuk memulihkan harganya. Atau bahkan tidak akan pernah bisa berhasil membuat harganya pulih lagi.

Terra (LUNA) Jadi Proyek Kripto dengan Crash Terparah 

Crypto crash terparah yang terjadi di tahun ini adalah Terra (LUNA). Setelah algorithmic stablecoin TerraUSD (UST) kehilangan pasaknya pada bulan Mei, pendiri Terra, Do Kwon, mengerahkan modal sebanyak US$1,5 miliar demi mengurangi kekhawatiran pasar. Namun, setelah gagal mengembalikan pasaknya, hal itu menyebabkan munculnya “death spiral” yang membuat harga LUNA dan UST terperosok. Setelah itu, proyek kripto yang gagal tersebut berganti nama menjadi Terra Classic (LUNC), sedangkan token yang baru dibuat diberi nama Terra (LUNA).

Sejak crash besar-besaran tersebut (disorot), LUNA sempat memantul sedikit dan saat ini diperdagangkan pada harga US$1,30. Meski begitu, harganya masih 99% di bawah harga tertingginya sepanjang masa di level US$119,6. Selain itu, tidak ada titik support di bawah harga saat ini, sehingga ada potensi terjadinya keruntuhan.

Lalu, karena tidak ada lagi algorithmic stablecoin yang didukung oleh LUNA, maka tidak ada lagi kegunaan ataupun tujuan yang fundamental dari token LUNA.

LUNA is top crypto crash
Grafik Harian LUNA/USDT oleh TradingView

Harga Songbird (SGB) Anjlok ke US$0,01

Di sisi lain, harga Songbird telah anjlok sampai 98% sejak mencetak titik tertingginya di level US$0,43. Ada kemungkinan bahwa penurunan tersebut terjadi akibat tertundanya agenda airdrop Flare (FLR) yang pengumumannya sudah muncul sejak lebih dari dua tahun lalu. Selain itu, lantaran Songbird adalah canary network untuk Flare, kegagalannya untuk memenuhi tenggat waktu itu dapat menyebabkan penurunan harga SGB sendiri. Kemudian, menurut informasinya, akhirnya Flare bakal merampungkan program airdrop-nya pada Januari 2023 mendatang. Dengan demikian, menurut prediksi, agenda ini akan berdampak positif pada harga SGB.

Sementara itu, harga SGB saat ini berkisar pada titik terendahnya sepanjang masa di area US$0,01. Selain itu, juga masih belum terlihat adanya tanda-tanda reversal.

Songbird Price
Grafik Harian SGB/USD oleh TradingView

FTT: Crypto Crash Paling Hangat

Meskipun secara teknis harganya belum ambrol ke US$0, harga FTT sendiri tercatat telah turun sebanyak 99% sejak mencetak titik tertingginya sepanjang masa (ATH). Saat ini, FTT diperdagangkan di bawah US$1. Crash itu bermula pada 8 November, sejak mulai beredarnya rumor bahwa crypto exchange FTX tidak sanggup untuk membayar semua utangnya. Tidak lama kemudian, bursa tersebut benar-benar menyatakan kebangkrutannya. Sam Bankman-Fried (SBF), mantan CEO FTX, sekarang tengah menghadapi proses hukum.

Tidak jauh berbeda dengan LUNA, harga FTT kini sedang bergerak mendekati titik ATL-nya. Selain itu, tidak ada kasus penggunaan (use case) token lagi yang bisa token tersebut tawarkan lantaran crypto exchange itu sudah bangkrut. Akibatnya, peluang untuk pulih juga menjadi semakin tipis.

FTT Price Drop
Grafik Dua Hari FTT/BUSD oleh TradingView

Jadi kesimpulannya, tiga crypto crash terbesar di tahun 2022 ini adalah LUNA, FTT, dan SGB. Meski LUNA dan FTT terlihat mempunyai peluang pemulihan yang tipis, SGB masih berpotensi untuk bisa pulih kembali di Januari 2023.

Bagaimana pendapat Anda tentang performa LUNA, FTT, dan SGB yang masuk ke dalam jajaran aset kripto dengan penurunan harga terparah tahun ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

Zummia.jpg
Zummia Fakhriani
Zummia adalah seorang penulis, penerjemah, dan jurnalis dengan spesialisasi pada topik blockchain dan kripto. Ia mengawali sepak terjang di industri kripto sebagai trader kasual sejak 2015. Kemudian, mulai berkiprah sebagai penerjemah profesional di industri sejak 2018 sembari mengenyam tahun ketiganya di program studi Sastra Inggris kala itu. Menyukai topik terkait DeFi, koin privasi, dan web3.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori