Harga Kripto Alami Reli; Gemini dan Genesis Masih Bermasalah, Bakal Terancam Exit Liquidity?

Oleh Harsh Notariya
6 Desember 2022, 17:50 WIB
Diterjemahkan Zummia Fakhriani
6 Desember 2022, 20:13 WIB
Ringkasan
  • Bitcoin tercatat naik hampir 12% dalam dua minggu terakhir, sedangkan Ethereum meroket hampir 20%.
  • Gemini telah membentuk komite kreditor untuk memulihkan dana sebesar US$900 juta dari Genesis.
  • Komunitas khawatir jika reli harga ini dapat menjadi peluang exit liquidity karena risiko dari Genesis dan Gemini masih ada sampai detik ini.

Pasar kripto tercatat telah mengalami reli harga selama dua minggu terakhir ini. Namun, risiko yang berkaitan dengan penghentian layanan penarikan Genesis dan Gemini masih tetap ada sampai saat ini. Apakah reli harga tersebut akan menjadi kesempatan bagi para whale untuk melancarkan exit liquidity?

Nilai Bitcoin (BTC) telah melejit hampir 12% dalam dua minggu terakhir. Bitcoin diperdagangkan pada harga US$17.300. Aset tersebut sempat mencapai titik bottom di sekitar level US$15.500 dan telah berada dalam tren naik sejak itu. Sementara itu, di saat yang sama, harga Ethereum (ETH) juga sudah naik lebih dari 20% dalam dua minggu terakhir.

Grafik aset kripto BTC setelah kasus Gemini dan Genesis
Grafik Harga BTC/USD | Sumber: TradingView

Karena aksi reli harga ini, sejumlah pihak yakin bahwa titik bottom Bitcoin sudah terbentuk. Meskipun sebagian yang lain percaya bahwa aset kripto masih akan menghadapi masalah ke depannya.

Masalah yang Genesis Hadapi

Keruntuhan FTX ternyata sangat berdampak pada perusahaan broker Genesis dan Gemini Earn. Genesis mengalami krisis likuiditas akibat bangkrutnya FTX. Karena hal itu juga, pihaknya harus menghentikan layanan penarikan bagi para pengguna. Selain itu, laporan neraca keuangannya (balance sheet) juga sudah menunjukkan bahwa perusahaannya kehilangan dana yang tidak sedikit sejak Three Arrow Capitals mengalami default.

Menurut laporan Bloomberg, pada balance sheet tersebut, Genesis memiliki pinjaman yang luar biasa banyak, yaitu sekitar US$2,8 miliar. Sepertiga dari pinjaman ini kabarnya digunakan untuk entitas yang memiliki hubungan dengan Genesis, termasuk perusahaan induk Digital Currency Group (DCG).

Selain itu, DCG juga memiliki salah satu fund Bitcoin terbesar, yaitu Grayscale Bitcoin Fund (GBTC). GBTC mengelola aset yang bernilai hampir US$11 miliar.

DCG Berutang US$900 Juta kepada Gemini

Sebelumnya, Gemini telah menjalin kemitraan dengan Genesis untuk memberikan yield kepada pelanggan melalui program Gemini Earn. Namun, lantaran Genesis menghentikan layanan penarikannya, Gemini akhirnya terpaksa harus mengambil tindakan tegas untuk menghentikan penarikan. Kabarnya, perusahaan pemberi pinjaman kripto Genesis berutang sebanyak US$900 juta kepada bursa kripto Gemini.

Sebagai informasi, menurut Financial Times, Gemini telah membentuk komite kreditur untuk memulihkan dana dari Genesis dan perusahaan induknya, DCG.

Lagi-lagi, Portofolio Kripto Diramal Bakal Ambrol 50%

Dengan mempertimbangkan bahwa Genesis saat ini tengah berusaha untuk mencegah kebangkrutan, situasinya bisa menjadi bom waktu untuk sektor kripto. Pasalnya, komunitas kripto mulai semakin cemas jika setiap perkembangan negatif dapat mengakibatkan DCG melepaskan GBTC, dan berakibat pada anjloknya harga Bitcoin. Menanggapi hal ini, para pengguna Twitter mengatakan bahwa mereka tidak akan terjebak dalam jurang exit liquidity tersebut. Selain itu, mereka memprediksi bahwa portofolio ritel akan turun lagi sampai 50%.

Bagaimana pendapat Anda tentang situasi Genesis dan Gemini, serta dampaknya bagi pasar kripto? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.