Lihat lebih banyak

Harga XRP Naik 7% dalam Kemenangan Terbaru Ripple vs SEC di Pengadilan

3 mins
Diperbarui oleh Ahmad Rifai
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Hakim putuskan SEC tak dapat menyegel dokumen pidato mantan pejabat mereka tentang kripto dan sekuritas.
  • Ini perkembangan terbaru dari gugatan SEC yang menuduh Ripple secara ilegal menjual XRP pada tahun 2020.
  • Kabar terbaru ini membuat harga XRP naik lebih dari 7% dalam 24 jam terakhir.
  • promo

Dalam pertarungan Ripple melawan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) Amerika Serikat (AS) di meja hijau, hakim pada hari Selasa (16/5) memutuskan bahwa agensi yang dipimpin oleh Gary Gensler itu tidak dapat menyegel dokumen yang terkait dengan pidato mantan pejabat mereka tentang kripto dan sekuritas (efek).

Ini adalah perkembangan terbaru dari gugatan SEC yang masih berlangsung terhadap Ripple yang merupakan perusahaan yang terkait erat dengan cryptocurrency XRP. SEC menuduh Ripple secara ilegal menjual XRP tanpa mendaftarkannya sebagai produk sekuritas pada tahun 2020.

Kini, Hakim Analisa Torres di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Selatan New York memutuskan bahwa dokumen yang terkait dengan pidato mantan direktur keuangan SEC, William Hinman, pada tahun 2018 tidak dapat disegel dalam perintah pengadilan.

Kabar terbaru ini membuat harga XRP naik lebih dari 7% dalam 24 jam terakhir dan naik sekitar 5% dalam 7 hari terakhir.

Pergerakan harga XRP dalam 24 jam terakhir | Sumber: CoinGecko

SEC Ingin Dokumen Pidato Hinman Disegel

Adapun pidato dari Hinman kala itu menyatakan bahwa Bitcoin (BTC) dan Ether (ETH) bukanlah sekuritas.

Dalam perkembangannya, SEC telah mencoba untuk melindungi dokumen dan komunikasi yang terkait dengan pidato Hinman itu. Kadang-kadang, mereka berpendapat bahwa pidato Hinman mencerminkan pandangan pribadinya daripada kebijakan SEC.

Selain itu, SEC juga mengatakan bahwa dokumen tersebut adalah bagian dari tugas Hinman dan dilindungi oleh undang-undang (UU) yang memberikan privasi untuk pertimbangan internal.

Hakim Putuskan SEC Tidak Boleh Segel Dokumen Itu

Sebagai pengingat, seorang hakim di pengadilan yang sama, Sarah Netburn, pertama kali memutuskan pada Januari 2022 bahwa dokumen-dokumen tersebut harus diserahkan kepada Ripple sebagai bagian dari proses hukum yang sedang berlangsung.

Kini, Hakim Torres akan mengizinkan SEC untuk menyunting nama dan informasi pribadi orang-orang yang disebutkan dalam dokumen tersebut.

Hakim Torres menyatakan bahwa SEC tidak dapat menyegel apa yang disebut Dokumen Pidato Hinman itu karena relevan dengan proses peradilan.

“Seperti yang ditemukan Hakim Netburn dalam perintahnya tertanggal 13 Januari 2022, Dokumen Pidato Hinman tidak dilindungi oleh hak istimewa proses deliberatif karena tidak terkait dengan posisi, keputusan, atau kebijakan SEC,” jelas Hakim Torres.

Oleh karena itu, Hakim Torres menilai ‘menyegel dokumen-dokumen tersebut’ tidak akan terkait dengan menjaga ‘keterbukaan dan keterusterangan’ di dalam SEC. Dia menimbang kepentingan semacam itu tidak akan cukup substansial untuk melebihi anggapan kuat akan akses publik.

Terkait perkembangan terbaru ini, CEO Ripple, Brad Garlinghouse, memuji keputusan Hakim Torres sebagai kemenangan transparansi.

“Ini kemenangan lain untuk transparansi! Email Hinman yang belum dihapus akan segera tersedia untuk umum. Nantikan terus selagi para pengacara bekerja melalui mekanisme untuk mewujudkannya,” kata CEO Ripple.

Ripple Lakukan Penyuntingan di Sejumlah Dokumennya

Di sisi lain, Ripple sebenarnya juga mencoba menyunting sejumlah dokumennya sendiri. Hal itu termasuk perjanjian kontrak, informasi keuangan, dan jenis informasi lainnya.

Hakim mengizinkan banyak dari redaksi yang diusulkan itu untuk disunting. Hal tersebut termasuk redaksi yang terkait dengan laporan keuangan perusahaan dan informasi bisnis tertentu. Hakim setuju bahwa itu ditargetkan dan dilakukan secara spesifik.

Namun, hakim memutuskan bahwa redaksi yang diusulkan oleh Ripple lainnya berlebihan, termasuk beberapa proposal yang terkait dengan XRP.

Misalnya, Ripple sebagai pihak tergugat berusaha untuk menyunting referensi yang menghubungkan pendapatan Ripple dengan penjualan XRP. Ripple juga disebut berusaha menyunting kompensasi yang ditawarkan Ripple ke sejumlah platform perdagangan kripto untuk me-listing XRP.

Bahkan, Ripple turut berusaha untuk menyunting jumlah penjualan XRP yang mereka lakukan, yang ditargetkan kepada investor melalui penjualan terprogram dan institusional.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_14-1.jpg
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di dunia kripto.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori