Lihat lebih banyak

Head of Exchange Coinbase Dikabarkan Mundur, Ternyata Ini Alasannya

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Vishal Gupta dikabarkan mundur dari posisinya sebagai Head of Exchange di perusahaan crypto exchange Coinbase.
  • Menurut sumber yang familier dengan hal ini, Gupta mengundurkan diri karena ingin menggarap proyek baru yang masih berkaitan dengan kripto.
  • Kabar pengunduran diri Gupta muncul tak lama setelah Coinbase menerima Wells Notice dari SEC Amerika Serikat.
  • promo

Vishal Gupta, salah satu eksekutif Coinbase Global, dikabarkan mundur dari posisinya sebagai Head of Exchange di crypto exchange Coinbase. Menurut sumber yang tidak ingin disebutkan namanya, hengkangnya Gupta karena dirinya tertarik terhadap proyek baru yang juga masih berurusan dengan kripto.

Meskipun tidak dijelaskan lebih detail proyek apa yang bakal digarap, tetapi yang jelas hilangnya Gupta akan membuat perjalanan bisnis Coinbase berpotensi lebih berat. Pasalnya, saat ini, perusahaan tengah menghadapi risiko tuntutan hukum dari Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) Amerika Serikat (AS) atas beberapa produk yang ditawarkannya.

Gupta sendiri bukanlah orang baru di dunia keuangan. Berdasarkan akun LinkedIn pribadinya, mulai tahun 2004 sampai 2012, dia pernah duduk sebagai VP and Head of US Listed Options di raksasa perbankan Goldman Sachs. Selain itu, sesaat sebelum bergabung dengan Coinbase, Gupta juga pernah bergabung dengan Circle, penerbit stablecoin USD Coin (USDC), sebagai Head of $USDC.

Karier Gupta di Coinbase sendiri sudah berjalan hampir 3 tahun. Dirinya pertama kali bergabung pada tim Coinbase sejak September 2020.

Vishal Gupta Mundur di Waktu yang Tepat?

Kabar mundurnya Gupta terjadi disaat Coinbase baru saja mendapatkan Wells Notice dari SEC atas layanan staking Coinbase Earn, Coinbase Prime, dan Coinbase Wallet. Masing-masing produk tersebut dinilai oleh SEC sebagai sekuritas. Maka dari itulah, perusahaan diduga melakukan pelanggaran terhadap Undang-Undang Sekuritas AS. Alhasil, tidak lama lagi, SEC akan mulai masuk untuk melakukan tindakan hukum.

Meski begitu, Chief Legal Officer (CLO) Coinbase, Paul Grewal, optimistis bahwa layanan yang ditawarkan oleh perusahaan bukanlah sekuritas.

Menariknya, Coinbase bukanlah satu-satunya crypto exchange yang mengalami hal ini. Perusahaan crypto exchange lainnya, seperti Kraken, pernah menghadapi kejadian serupa. SEC menilai Kraken tidak mendaftarkan layanan staking mereka sebagai sekuritas. Sebagai penyelesaian masalah, Kraken harus pasrah membayar denda dan menghentikan layanannya.

Menanggapi peristiwa yang menimpa Kraken, Paul Grewal mengatakan bahwa staking bukanlah sekuritas berdasarkan standar hukum apapun. Menurut Grewal, layanan staking yang Coinbase tawarkan tidak mengalami perubahan sejak SEC memberikan restu bagi Coinbase untuk menjadi perusahaan publik di 2021.

Eksekutif Coinbase Lainnya Juga Pernah Pergi saat Restrukturisasi

Ini bukanlah kali pertama Coinbase kehilangan jajaran ekekutifnya saat sedang melakukan restrukturisasi tim produk, teknik, dan desain. Dalam pengajuannya ke Komisi Bursa dan Sekuritas (SEC) AS, Coinbase menjelaskan bahwa Chief Product Officer (CPO) perusahaan, Surojit Chatterjee, mengundurkan diri sejak 28 Oktober 2022.

Namun, Chatterjee masih berada di Coinbase hingga 3 Februari kemarin sebagai penasihat perusahaan. Oleh sebab itu, perusahaan akan kembali melakukan penataan pada departemen yang ada di bawah naungannya untuk menyesuaikan penawaran produk perusahaan.

Coinbase Masih Agresif Berinovasi

Terlepas dari hal itu, kiprah Coinbase dalam beberapa waktu ke depan sepertinya akan semakin moncer. Belum lama ini, Chief Executive Officer (CEO) Coinbase, Brian Armstrong, mengaku akan mengintegrasikan jaringan layer-2 Lightning Network, yang beroperasi di atas Bitcoin, untuk mendukung operasionalisasi bisnisnya.

Dengan begitu, diharapkan masalah skalabilitas dan kecepatan transaksi bisa diselesaikan. Selain itu, lewat teknologi Lightning Network, biaya transaksi juga diprediksi akan menjadi jauh lebih murah. Beberapa pihak percaya dengan adanya integrasi tersebut, akan membuat daya saing Coinbase menjadi lebih tinggi.

Mengomentari pengumuman Armstrong tersebut, seorang holder bitcoin, Derek Ross, mengatakan bahwa menambahkan dukungan Lightning Network untuk deposit dan penarikan akan sangat fenomenal.

Sejauh ini, beberapa crypto exchange global lain; seperti Kraken, Bitfinex, BitStamp, serta OKX, sudah lebih dulu mendukung solusi tersebut.

Di sisi lain, Coinbase juga dilaporkan tengah berjuang untuk membuka kembali platform crypto mixer Tornado Cash, yang mendapat sanksi dari Departemen Keuangan AS karena memfasilitasi pencucian uang. Coinbase memandang bahwa pemberian sanksi yang dipicu ulah segelintir orang itu malah merampas hak privasi semua orang.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

BIC_userpic_sb-49-profil.jpg
Adalah seorang penulis dan editor yang pernah berkiprah di banyak media ekonomi dan bisnis. Memiliki pengalaman 7 tahun di bidang konten keuangan, bursa dan startup. Percaya bahwa blockchain dan Web3 akan menjadi peta jalan baru bagi semua sektor kehidupan
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori