Lihat lebih banyak

Layanan Crypto Staking Jadi Sasaran SEC, Coinbase Akan Beri Perlawanan

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Crypto exchange Coinbase menyebut bahwa tindakan terhadap Kraken tak akan memengaruhi program crypto staking mereka.
  • Chief Legal Officer (CLO) Coinbase, Paul Grewal, mengatakan bahwa program crypto staking di Coinbase terus tersedia dan aset staking terus mendapatkan reward dari protokol.
  • Sebelumnya, pada Agustus 2022, Coinbase mengungkapkan bahwa pihaknya sedang diselidiki oleh SEC atas program crypto staking yang mereka tawarkan.
  • promo

Coinbase, salah satu crypto exchange terbesar di Amerika Serikat (AS), menyebut bahwa tindakan terhadap Kraken tidak akan memengaruhi program crypto staking mereka. Pihak Coinbase disebut bersedia untuk melawan tindakan yang diambil oleh Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) terkait persoalan itu.

Chief Legal Officer (CLO) Coinbase, Paul Grewal, mengatakan bahwa program crypto staking di Coinbase terus tersedia dan aset staking terus mendapatkan reward dari protokol.

“Poin yang jelas adalah Kraken pada dasarnya menawarkan sebuah produk yield. Layanan crypto staking Coinbase pada dasarnya berbeda dan bukan sekuritas [efek],” terang Paul Grewal.

CLO Coinbase itu memberi contoh bahwa reward yang diterima para pelanggan mereka bergantung pada imbalan yang dibayarkan oleh protokol sebuah blockchain yang menggunakan konsensus Proof-of-Stake (PoS) dan komisi yang diungkapkan oleh pihak Coinbase terhadap pengguna yang melakukan staking.

Selain itu, dia menerangkan bahwa pelanggan Coinbase memiliki hak atas imbalan mereka dan tidak bisa memutuskan untuk tidak membayar reward sama sekali. Pasalnya, hasil dari staking itu memang milik pelanggan serta dipertanggungjawabkan secara transparan dalam audit publik reguler.

“Aturan yang memperjelas perbedaan ini akan memberikan kejelasan yang nyata kepada konsumen, investor, dan industri kripto,” tegas perwakilan dari Coinbase itu.

Pada Agustus 2022, Coinbase mengungkapkan bahwa pihaknya sedang diselidiki oleh SEC atas program crypto staking yang mereka tawarkan.

Sebagai catatan, total pendapatan Coinbase sepanjang 9 bulan pada tahun 2022 mencapai US$2,56 miliar. Dari angka itu, 8,3% pendapatan yang dihasilkan Coinbase berasal dari produk crypto staking atau blockchain rewards.

Brian Armstrong Tidak Setuju dengan Cara SEC

Sementara itu, co-founder dan CEO Coinbase, Brian Armstrong, pada hari Jumat (10/2) mengatakan bahwa pihaknya akan terus berjuang untuk kebebasan ekonomi yang merupakan misi dari crypto exchange tersebut.

“Menjadi brand paling terpercaya di kripto berarti melindungi pelanggan kami dari [aksi] pemerintah yang melampaui batas,” terang Brian Armstrong.

Sang CEO Coinbase ini mencatat bahwa menggunakan tindakan penegakan hukum untuk memberi tahu orang-orang tentang hukum dalam industri yang sedang berkembang bukanlah cara regulasi yang efisien atau adil.

Pada Kamis (9/2) kemarin, Armstrong sudah tahu bahwa SEC ingin menyingkirkan crypto staking dari pelanggan ritel di AS. Baginya, staking adalah inovasi yang sangat penting dalam kripto. Ini memungkinkan para pengguna untuk berpartisipasi langsung dalam menjalankan jaringan kripto terbuka, khususnya bagi blockchain yang mengandalkan konsensus PoS.

Menurutnya, regulasi dengan cara ‘penegakan’ tidak berhasil. Pasalnya, hal ini justru mendorong perusahaan-perusahaan untuk beroperasi di lingkungan offshore di negara yang memberikan regulasi dan pengawasan yang lebih longgar, seperti pilihan FTX memilih kantor pusat di Bahama.

Setelah Kraken, Akankah Coinbase Jadi Sasaran SEC Berikutnya?

Staking Crypto Liquid Proof of Stake PoS

Dalam kesempatan berbeda, akun Twitter Andrew (@AP_Abacus), yang sebelumnya kerap membahas krisis broker kripto Genesis, ikut berkomentar mengenai perkembangan tentang persoalan crypto staking.

Dia mengklaim bahwa Coinbase telah diberitahu untuk menghentikan program crypto staking mereka, atau akan menghadapi denda dan tindakan lain yang lebih melemahkan. Akun Twitter itu menyebut bahwa aksi tersebut adalah tindakan atau proses multi-lembaga AS yang terkoordinasi.

“Sebagai pengingat, Gemini dan Kraken juga dalam penyelidikan SEC dan menghadapi ultimatum serupa,” klaim Andrew (@AP_Abacus).

Terkait klaim itu, CLO Coinbase menyebut bahwa pernyataan dari akun Twitter Andrew (@AP_Abacus) ‘benar-benar salah’.

Berdasarkan pantauan di market, harga saham Coinbase (COIN) yang diperdagangkan di bursa Nasdaq turun 14,12% pada penutupan perdagangan hari Kamis (9/2).

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_14-1.jpg
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di dunia kripto.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori