Lihat lebih banyak

Crypto Winter Masih Berlanjut, Huobi Dikabarkan Pangkas 50% Karyawannya

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Huobi dikabarkan telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 50% karyawannya.
  • Langkah ini membuat jumlah tenaga kerjanya menciut menjadi 600 hingga 800 karyawan, dari posisi sebelumnya sebanyak 1.200 orang.
  • Namun, sampai saat ini, belum ada kejelasan dari perusahaan terkait kabar PHK tersebut.
  • promo

Hawa dingin di masa crypto winter rupanya masih menyengat. Crypto exchange asal Cina, Huobi, dikabarkan kembali melakukan perampingan demi mengejar efisiensi. Menurut salah seorang sumber, Huobi melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 50% karyawannya. Langkah ini membuat jumlah tenaga kerjanya menciut menjadi 600 hingga 800 karyawan, dari posisi sebelumnya sebanyak 1.200 orang.


Tidak hanya PHK, crypto exchange yang dipimpin oleh Leon Li itu dikabarkan juga melakukan pemotongan gaji untuk menekan beban operasional perusahaan.

Namun, sampai saat ini, belum ada kejelasan dari perusahaan terkait kabar PHK tersebut. Justin Sun, yang diklaim menjabat sebagai advisor Huobi Global, pun tidak memperlihatkan tanda-tanda bahwa perusahaan akan melakukan perampingan secara masif. Dalam utas terbarunya, Sun bahkan menulis Huobi bakal lebih banyak melakukan lebih banyak perekrutan karyawan wanita dalam beberapa waktu ke depan.

Menurut Sun, hal itu dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menciptakan lingkungan kerja yang seimbang dan adil. Selain itu, Sun berpendapat bahwa inklusifitas anggota dan komunitas kripto akan menjadi lebih baik dan ramah dengan memperkerjakan lebih banyak wanita dalam struktur pegawainya.

Bukan PHK Huobi yang Pertama Kali

Crypto exchange Huobi Global | HT

Menilik ke belakang, kabar PHK yang mendera Huobi bukanlah baru pertama kali terjadi. Sebelumnya, pada pertengahan tahun 2022 kemarin, Huobi juga dikabarkan melakukan perampingan dengan memangkas 30% karyawannya atau sekitar 300 orang. Akan tetapi, manajemen Huobi menyatakan bahwa perusahaan tidak memiliki rencana untuk melakukan PHK besar-besaran.

“Huobi Global menjalankan tugasnya seperti biasa dan rumor PHK besar-besaran adalah tidak benar. Perusahaan tengah menikmati arus kas yang sehat dan pemegang saham baru juga sudah menyelesaikan suntikan modalnya,” jelas perusahaan.

Terlepas dari hal itu, perlu dipahami bahwa sejatinya perusahaan kripto belum sepenuhnya bisa bernafas lega dalam kondisi sekarang. Pasalnya, sampai dengan akhir tahun lalu saja, sebanyak 26.000 profesional yang bergerak di industri kripto sudah kehilangan pekerjaannya. Beberapa sentimen negatif; seperti sikap The Fed yang hawkish dan kegagalan crypto exchange FTX memaksa investor untuk mengatur ulang portofolio investasinya, membuat banyak investor khawatir tentang bagaimana masa depan industri kripto.

Dari Musim Dingin ke Zaman Es?

Salah seorang pakar industri kripto sekaligus founder Alphalex Capital, Alex Au, bahkan menyebut bahwa crypto winter sudah berubah menjadi zaman es. Pertumbuhan industri akan banyak terpatahkan oleh lemahnya kepercayaan investor.

Menurutnya, paling tidak butuh waktu sekitar 2 tahun untuk kembali memulihkan kepercayaan pasar dan menggairahkan perdagangan. Terlebih lagi, pola investasi masyarakat kemungkinan juga bakal bergeser dan membuat pasar tidak terlalu aktif dalam beberapa saat.

“Sebagian besar investor akan menunggu penurunan harga dan menyimpan aset digitalnya di cold wallet untuk menghindari peretasan. Selain itu, tingginya suku bunga global juga ikut mendorong investor untuk melakukan likuidasi aset dan memindahkannya ke sektor lain,” ucap Au.

Kondisi tersebut jauh berbeda dengan 2 tahun lalu. Kala itu, perusahaan kripto, khususnya yang berada di wilayah Asia Tengah, menggenjot jumlah tenaga kerja untuk memenuhi tingginya permintaan di tingkat regional.

Investor High-Profile Masih Berminat dengan Kripto

Meskipun begitu, kekhawatiran rupanya tidak membuat semua investor takut dan memilih menyimpan uangnya di lokasi yang dinilai lebih aman. Pasalnya, di wilayah Asia, sebanyak 80% individu memiliki penghasilan tinggi justru masih sangat tertarik dengan aset digital.

Data menyebutkan bahwa hampir setengah dari investor sadar akan masa depan aset digital. Oleh karena itu, sejak crypto winter datang dan menerpa, minat terhadap kelas aset baru tersebut tetaplah tinggi.

Head of Private Wealth Matrixport, Eugene Lim, menuturkan investor yang masih banyak tertarik terhadap kripto berasal dari Singapura, Hong Kong, dan Taiwan.

“Studi tersebut dilakukan bersama dengan Longitude Research, yang melakukan survei terhadap 1.500 investor kaya yang berasal dari Singapura, Taiwan dan Hong Kong pasca kehancuran kripto di pertengahan tahun lalu,” ungkapnya.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

BIC_userpic_sb-49-profil.jpg
Adalah seorang penulis dan editor yang pernah berkiprah di banyak media ekonomi dan bisnis. Memiliki pengalaman 7 tahun di bidang konten keuangan, bursa dan startup. Percaya bahwa blockchain dan Web3 akan menjadi peta jalan baru bagi semua sektor kehidupan
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori