Terkait topik iniLaporan Exodus Economy

Imbal Hasil Treasury 5% Tak Menekan Saham Tertinggi Sepanjang Masa. Bisakah Bitcoin Berkata Sama?

  • Stretagis Wall Street mengatakan yield Treasury 5% tidak lagi mengancam saham yang mencetak rekor tertinggi.
  • Bitcoin telah turun 46% dalam 12 bulan terakhir sementara emas naik sekitar 33%.
  • US$9 triliun berada dalam bentuk kas, sebuah bantalan yang dimiliki saham namun tidak dimiliki Bitcoin.
Promo

Para bear terbesar di Wall Street kini mulai diam soal yield Treasury 5%. Chief Investment Officer Bank of America Private Bank, Chris Hyzy, menyatakan level ini tidak lagi menakutkan saham seperti dulu.

Pertanyaan yang lebih besar justru apakah Bitcoin juga bisa melawan tekanan yield Treasury tinggi yang biasanya menekan aset berisiko. Walaupun saham-saham tetap kuat di tengah suku bunga naik, Bitcoin (BTC) selama 2026 masih terus kalah bersaing mendapatkan dana yang sama.

Mengapa 5% Sudah Tidak Menakutkan Saham Lagi

Dalam program Closing Bell CNBC, Hyzy mengungkapkan bahwa saat ini ada dana sebesar US$9 triliun yang tersimpan di reksa dana pasar uang dan rekening deposito. Investor yang mendapatkan bunga dua hingga tiga poin di atas inflasi merasa tidak perlu buru-buru mengejar risiko.

“Lima persen bukan lagi hal negatif seperti dulu,” ujar Hyzy, sambil menunjukkan besarnya dana tunai yang ada di sistem.

Sonali Basak, chief investment strategist di iCapital, juga sependapat bahwa pelarian menuju aset berkualitas menguntungkan perusahaan yang memiliki modal kuat.

Disponsori
Disponsori

Perusahaan dengan utang tinggi dan margin tipis kini menghadapi jalan yang lebih berat. Josh Brown dari Ritholtz Wealth Management memaparkan bahwa kenaikan saham saat ini didorong momentum profit, bukan lagi oleh ketakutan akan ketinggalan peluang.

Bitcoin Belum Menangkap Sinyal Ini

Matematika untuk aset tanpa imbal hasil seperti Bitcoin memang berbeda. Yield Treasury 30 tahun sempat menembus 5,3% tahun ini, termasuk level 5,27% pada 14 Agustus yang menjadi tertinggi sejak 2007. Sekarang, perusahaan AI hyperscaler mulai bersaing dengan pemerintah AS memperebutkan pemberi pinjaman yang sama.

Selama periode ini, Bitcoin turun 46% sementara harga emas naik sekitar 33%. BeInCrypto juga menemukan bahwa yield obligasi saat ini tidak mampu mengangkat Bitcoin seperti dulu mendorong harga emas.

Bitcoin telah bergerak sideways di bawah US$65.000 dalam waktu yang lama.
Bitcoin telah bergerak sideways di bawah US$65.000 dalam waktu yang lama. Sumber gambar: BeInCrypto

Peluang bullish sebenarnya tetap ada. Naiknya yield sebagian mencerminkan defisit fiskal yang makin melebar. Situasi penuh utang ini awalnya justru menarik minat investor ke Bitcoin karena pasokannya terbatas sebagai lindung nilai inflasi.

Alphabet dan Meta tahun ini menerbitkan obligasi korporasi dengan yield antara 6,4% hingga lebih dari 7,5%. Namun, harga Bitcoin belum mampu melampaui level tersebut sejak yield global mencapai titik setinggi ini.

Saat ini, argumen kelangkaan masih kalah dibanding daya tarik yield. Bitcoin memang bertahan di atas US$64.000 setelah reli terbarunya, tapi belum mampu menarik dana besar dari US$9 triliun yang masih mengendap di uang tunai.

Emas belakangan ini mulai kembali menunjukkan tren naik.
Emas belakangan ini mulai kembali menunjukkan tren naik. Sumber gambar: Trading Economics

Risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada hari Rabu bisa saja mengubah perhitungan lagi. Kejutan bernada dovish bisa menguji apakah kenaikan saham semata-mata ditopang profitabilitas. Momen ini juga bisa membuktikan apakah Bitcoin akhirnya mampu menjalankan peran sebagai aset lindung nilai seperti yang didengungkan para pendukungnya.

Penyangkalan

BeInCrypto berkomitmen pada pelaporan yang tidak bias dan transparan. Artikel berita ini bertujuan untuk menyajikan informasi yang akurat dan tepat waktu. Namun, pembaca disarankan untuk memverifikasi fakta secara independen dan berkonsultasi dengan profesional sebelum mengambil keputusan apa pun berdasarkan konten ini. Harap diperhatikan bahwa Syarat dan Ketentuan, Kebijakan Privasi, dan Disclaimer kami telah diperbarui.

Disponsori
Disponsori